Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Masih Latihan Bersama


__ADS_3

Qiao Li dan nenek air membuat tarian untuk memanggil air yang lebih banyak lagi.


Keduanya sudah bersiap dengan bola air yang besar dan siap menyerang satu sama yang lainnya.


"Li'er! bersiaplah!" seru Nenek air yang mendorong bola air yang besar itu ke arah Qiao Li.


Demikian pula dengan Qiao Li yang sudah bersiap juga dengan bola air yang sangat besar juga, dan mendorongnya ke arah nenek Air


"Nenek air, bersiaplah!" seru Qiao Li yang kemudian kedua bola air yang besar itu saling beradu dan mengguyur keduanya.


"Byuurr...!"


Keduanya pun basah karena guyuran bola air itu.


"Ha... ha....ha....!"


"Basah-basah deh! dan mandi sekalian! ha... ha.... ha....!" goda kakek angin yang menertawakan apa yang terjadi antara Qiao Libdan Nenek air yang saat ini sedang dalam keadaan basah kuyup.


Nenek Air menatap Qiao Li dan demikian juga dengan Qiao Li, keduanya saling memberi kode dan mereka bersiap memanggil air dan membuat kembali bola air.


Kali ini bola air itu tidak mereka gunakan untuk saling serang, tapi mereka gunakan untuk menyerang ke arah kakek angin.


"Byuurr...!"


Dua bola air itu menyerang dan membasahi kakek angin, dan terdengar suara kemenangan dari kedua perempuan beda usia itu .


"Ha.... ha.... ha....!"


Suara lepas Nenek air dan juga Qiao Li karena puas mengerjai kakek Angin.


"Dasar! kalian bekerja sama mau mengerjaiku rupanya!" seru kakek angin yang bersiap membuat pusaran angin.


"Wuss.... wuss.... wuss....!"


Suara angin yang menderu-deru yang semakin lama semakin membesar.


Qiao Li dan nenek air membuat bola-bola air dan siap menyerang ke arah pusaran angin itu.


Qiao Li dan juga nenek air mendorong bola-bola air itu menyerang ke arah pusaran air. Tapi yang terjadi malah bola-bola air itu tertelan begitu saja oleh pusaran angin itu.


"Hleb.... Hleb.... Hleb...!"

__ADS_1


"Apa bola-bola air kita tak ada apa-apanya nek!" seru Qiao Li yang terus berpikir.


"Iya. Bagaimana cara kita melawan pusaran angin itu dengan jurus pengendalian air ini?" ucap tanya Nenek air yang sebenarnya sudah tahu cara mengalahkan pusaran angin itu dengan jurus pengendalian air yang dia miliki. Namun dia tetap diam, karena ingin melihat kemampuan Qiao Li dalam memecahkan setiap masalah.


"Nenek, arahkan air terus ke pusaran angin. Air dan angin yang menjadi satu itu akan aku buat menjadi es!" bisik Qiao Li yang penuh keyakinan.


"Baiklah Li'er!" seru nenek air yang dalam hatinya merasa apa yang dikatakan Qiao Li itu sesuai dengan yang nenek air pikirkan.


"Terima kasih nenek!" balas seru Qiao li yang bersiap dengan jurus pengendalian es nya, sementara nenek Air terus menyerang pusaran angin itu dengan bola-bola airnya.


"Hleb.... Hleb.... Hleb...!"


"Hleb.... Hleb.... Hleb...!"


Sudah banyak air yang masuk ke dalam pusaran angin yang buat oleh kakek angin.


Qiao Li bersiap dengan jurus pengendalian Air yang kemudian membuat air dalam pusaran angin itu menjadi es.


Setelah menjadi es, Qiao Li mendorong bongkahan es yang mengerucut ke bawah itu dengan jurus pengendalian udaranya.


Dengan sekuat tenaganya Qiao Li menggunakan jurus pengendalian udara atau angin itu yang perlahan-lahan bongkahan es itu ambruk dan hampir saja mengenai kakek angin, tapi untung saja dengan cepat kakek angin melompat dengan cepat menghindari bongkahan es yang akan menimbunnya.


Kakek angin melompat dan terus melompat menghindari bongkahan es yang terus akan menimbunnya.


"Wah, lumayan juga!" seru kakek angin yang hampir kewalahan menghadapi Qiao Li yang terus menyerang kakek angin dengan bola-bola air yang dia ciptakan begitu cepat dengan gerakan jari-jarinya.


Kakek angin dengan jurus pengendalian anginnya terus melompat dan melayang menghindari serangan Qiao Li, yang berlangsung cukup lama.


Qiao Li seolah tak memberikannya jeda pada kakek Angin untuk beristirahat.


Pada saat ada kesempatan, kakek angin menyerang dengan angin lesus yang mengejar Qiao Li.


Gadis itu terus melompat dan melayang dengan jurus pengendalian angin dan dia menghampiri kakek angin dan akhirnya angin lesus itu mengejar mereka berdua.


"Hei, apa-apaan ini! kau membuat senjata makan tuan!" gerutu kakek Angin yang sekarang ini seolah sedang balapan dengan Qiao Li.


Qiao Li mengulas senyumnya dan menyempatkan diantara langkah kakinya menyerang kakek angin, kakek angin yang belum siap menerima serangan dari Qiao Li .


Si kakek kewalahan dengan serangan Qiao Li dan energy si kakek mulai melemah yang terus menahan jurus pengendalian air.


Di manabola-bola air terus menyerang dan kemudian membuat bola air yang membesar dan kemudian menghantam tubuh kakek angin dan Kakek angin terlempar cukup jauh dan menghantam gundukan serpihan es yang menggunung.

__ADS_1


"Blukk....!"


Kakek angin masuk dalam gundukan serpihan es dan sejenak tubuh kakek angin tertutup es.


Beberapa detik kemudian muncul ke permukaan dengan ringannya karena dia mengendalikan udara di sekitarnya yang mampu membuatnya melayang seolah tubuhnya ringan seperti kapas yang melayang tertiup angin.


"Ha... ha.... ha...! lumayan juga kemajuan kamu! kamu seperti ya sudah layak kembali ke dunia atas sana!" seru si kakek angin sambil menunjuk kearah atas tebing.


"Tapi Li'er belum yakin bisa berhadapan dengan pedang naga Kek!" ucap Qiao Li yang penuh kekhawatiran.


"Tetap semangat dan terus belajar dan selalu belajar dari setiap kekalahan dan kesalahan. Nenek dan kakek yakin kamu bisa menghadapi semua yang berniat jahat pada kamu dan bantulah kaum lemah. Karena kemampuan kamu lebih berharga jika digunakan untuk membantu orang lain dan demikian sebaliknya, kemampuan kamu jadi tak ada nilainya jika digunakan untuk kesombongan dan berbuat jahat pada orang lain." pesan nenek air pada saat menghampiri Qiao Li yang sedang mengatur nafasnya.


"Iya nek, Qiao Li akan mengingatnya selalu." ucap Qiao Li ya g sudah bisa mengulas senyumnya.


"Kamu besok sudah bisa meninggalkan tempat ini. Dan sebarlah kebaikan di dunia atas sana!" seru si Kakek angin.


"Jadi Qiao Li boleh meninggal tempat ini?" ucap Qiao Li yang menatap satu persatu si kakek angin.


"Iya, dan ingat kamu harus tetap hati-hati walaupunkemampuan kamu diatas para lawan kamu, karena itu termasuk kesombongan, yang akibatnya akan membunuh kamu!" pesan kakek angin.


"Iya kakek Angin dan nenek air, Qiao Li akan mengingat pesan kalian berdua." ucap Qiao Li.


"Baiklah sebaiknya kita istirahat dan pulihkan tenaga kita." ucap si nenek air.


Dan semuanya setuju, yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke goa.


Setelah membersihkan diri, mereka membuat perapian dan juga memanggang kembali daging rusa yang masih ada karena nenek air tekah simpan daging rusa yang masih tersimpan itu, dan akhirnya digunakan untuk hari ini.


Yang artinya menu makan malam mereka kali ini masih tetap dengan daging rusa panggangnya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2