
"Ayumi, ayo kita pergi dari sini!" seru Qiao Li dan dibalas "Ayo!" balas Ayumi dan dengan mengendap-endap, mereka meninggalkan tempat itu.
Pada saat Qiao Li dan Ayumi melangkahkan kaki keluar dari ruang upacara itu, tiba-tiba ada dua orang yang menghadang mereka.
"Berhenti!" seru dua orang yang tak lain para Patriak sekte Tengkorak Hitam.
"Patriak Gwei, nampaknya mereka bukan dari anggota kita!" ucap salah satu Patriak itu yang mulai curiga dengan gerak-gerik Qiao Li dan juga Ayumi.
"Benar Patriak Xu!" balas Patriak Gwei yang saat ini dalam posisi siap menyerang.
"Li'er, gunakan ini!" bisik Ayumi yang mengeluarkan pistol yang berisi air cabe itu.
"Ayo kita coba!" seru Qiao Li yang kemudian mengarahkan pistol itu ke arah kedua Patriak itu.
"Siapa kalian! kenapa senjata setan itu ada pada mereka!" seru Patriak Gwei.
"Kami hanya gadis yang kalian culik! mungkin saja kalian salah sasaran menculik kami!" ucap Qiao Li yang mulai menyerang salah satu Patriak itu dengan tangan kosong.
Karena Qiao Li tahu kalau pistol itu adalah pistol mainan, jadi jarak tempuhnya juga nggak seberapa jauh.
Dengan jurus yang sedang di pelajari dari Ibunya, Qiao Li mencoba menggabungkannya dengan jurus pemindah energi yang telah dia kuasai.
"Hop hiaaat..!"
Qiao Li menyerang dengan pukulan Jurus Tarian Dewi Cinta.
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Aaghh..!"
Qiao Li terkena pukulan di bagian perutnya, dan dia pun terdorong mundur beberapa meter.
Namu gadis itu tidak menyerah, sekali lagi dia menyerang kembali Patriak itu, kali ini dia kombinasikan jurus Tendangan Tarian Dewi Cinta dengan Jurus Pemindah Energi.
"Hop hiaaat..!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Aaghh..!"
Patriak Gwei itu pun terkena tendangan Qiao Li di bagian rahang pipi kirinya.
Dan Qiao Li tak menyia-yiakan hal itu, di pegangnya bahu Patriak Gwei dan seketika tubuh Patriak Gwei begetar dengan hebat dan mengeluarkan asap tipis, dan lama kelamaan tubuh yang sebelumnya gagah perkasa, kini lemas lunglai tak berdaya.
"Jurus apa itu!" seru Patriak Xu yang tercengang karena penasaran.
"Apa anda mau coba Patriak?" tanya Qiao Li seraya mengulas senyumnya.
"Kurang ajar kau!" umpat Patriak Xu dengan geramnya.
__ADS_1
"Ayo lawan aku Patriak! aku mau mencoba jurus dari sektemu ini!" seru Qiao Li yang kini menggunakan jurus dari Patriak Gwei yang sudah masuk ke tubuhnya.
"Hop hiaat..!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Aaghh..!"
Patriak Xu terkejut dan dia terpukul mundur karena terkejut akan jurus yang digunakan oleh lawannya yaitu Qiao Li.
"Jurus yang dia gunakan sama dengan jurus Saudara Gwei! apa hubungan gadis ini dengan Penginapan Mawar Gurun!" kata dalam hati Patriak Xu seraya memegang dadanya yang sakit. karena pukulan dari Qiao Li.
"Bagaimana rasanya terkena jurus dari saudara kamu? mantap ya!' goda Qiao Li sembari tersenyum.
"Bedebah! apa hubungan kamu dengan Daiyu, pemilik penginapan Mawar Gurun?" tanya Patriak Xu yang penasaran.
"Itu karena aku pernah jadi pelayannya!" jawab Qiao Li jujur.
"Pelayan?" ucap Patriak Xu yang tak percaya.
"Jangan banyak bicara lagi Patriak, rasakan ini!" seru Qiao Li yang terus menyerang Patriak Xu dengan jurus pukulan Tarian Dewi Cinta yang belum oerna di ketahui oleh Patriak Xu.
"Jurus apa ini! anak ini terlihat belum terkenal di dunia persilatan, namun jurus yang di kuasainya sangat berbahaya " gumam dalam hati Patriak Xu.
"Hop hiaat..!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Aaghh..!"
Qiao Li kemudian bersiap kembali dengan sedikit mengatur nafasnya.
Dan adu jurus pun terjadi lagi. Qiao Li menggunakan kesempatan menembakkan pistol air ke arah kedua mata Patriak Xu.
Hop hiaat..!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Bagh... bugh ... bagh... bugh...!"
"Sruut....!" Kedua mata Patriak Xu terkena pistol air Qiao Li.
"Aaghh..!" Patriak Xu merasakan rasa perih dan pedih di kedua matanya.
"Rasakan...!" seru Qiao Li dengan mengulas senyumnya.
"Kurang ajar!" Umpat Patriak Xu yang terus menutup mata dan mengusapnya dengan lengan pakaiannya.
Kesempatan ini tak di sia-siakan oleh Qiao Li, di pegangnya bahu Patriak Xu dan muncullah asap tipis di tubuh Patriak itu.
__ADS_1
"Aaaghh...!"
Patriak Xu jatuh ke tanah dengan tubuh lungnlaibtak berdaya. Karena kini dia tak memiliki kemampuan sama sekali, akibat seluruh jurus yang dikuasainya kini berpindah ke tubuh Qiao Li.
"Li'er, kamu hebat sekali!' puji Ayumi dan Qiao Li menjawab dengan tersenyum tipis kearah Ayumi.
"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Qiao Li yang kemudian menggandeng Ayumi untuk segera meninggalkan markas sekte Tengkorak Hitam itu.
Dalam pelarian itu, mereka terjebak dalam hutan yang penuh dengan jebakan.
"Ayumi, bagaimana ini? hutan ini penuh dengan jebakan!" ucap Qiao Li yang khawatir.
"Kita ke atas bukit itu!" ucap Ayumi seraya menunjuk ke arah bukit yang ada di samping hutan jebakan itu.
"Iya, kenapa dengan bukit itu?" tanya Qiao Li penasaran.
"Saatnya kita berolah raga angin!" jawab Ayumi yang kemudian mempercepat langkahnya menuju ke bUkit yang dia maksud.
Qiao Li pun mengikutinya, dua gadis dengan setengah berlari menuju ke bukit.
Dan ketika sampai di bukit itu, dengan perlahan-lahan mereka mendaki sampai ke atas bukit.
"Kamu tahu olah raga Paralayang?" tanya Ayumi yang kemudian mengeluarkan kapsul dari dalam tasnya.
"Iya saya tahu, tapi belum pernah mencobanya!" ucap Li'er jujur.
"Karena itulah kita harus mencobanya!" seru Ayumi sembari mengulas senyumnya.
Ayumi kemudian membuka kapsul itu dan keluarlah peralatan olah raga angin Paralayang.
Qiao Li dan Ayumi mulai bersiap-siap memperhatikan arah angin.
Tiba-tiba Qiao Li melihat ledakan cahaya merah di ujung hutan jebakan.
"Ledakan cahaya itu!" gumam Qiao Li yang terus melihat ledakan cahaya itu.
"Ada apa dengan lerakan cahaya itu?" tanya Ayumi yang penasaran.
"Kita ke arah ledakan itu! itu pasti ledakan jurus bola-bola cahaya Paman Yi!" jelas Qiao Li dengan penuh semangat, yang itu artinya ibunya ada di tempat itu juga.
"Oh, baiklah. Semoga anginnya mendukung!' ucap Ayumi dan mereka saling pandang untuk memantapkan diri memulai olah raga angin itu.
Beberapa detik kemudian, mereka mulai melayang-layang seperti burung di atas hutan jebakan itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...