Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Berlatih melempar kerikil


__ADS_3

"Yang ketujuh adakah Mata.


Sudah menjadi rahasia umum, mata merupakan bagian tubuh  yang lemah. Menyerang mata bisa mengunakan gerakan mencolok, meninju ataupun mencungkil. Selain memberikan efek sakit, menyerang mata juga bisa mengalihkan penglihatan pelaku dan memberi kita jeda waktu berharga." ucap lanjut Xin Xin yang menjelaskan.


"Menyerang titik rawan tidak digunakan untuk melukai melainkan hanya untuk melemahkan lawan agar kita punya waktu untuk menyelamatkan diri. Membekali diri dengan pengetahuan dasar self defense perlu dilakukan agar kita bisa meminimalkan kemungkinan menjadi korban. Tetap waspada dimanapun dan kapanpun berada ya!" ucap Xin Xin yang selalu diperhatikan oleh Qiao Li.


"Ada lagi di dunia bela diri, serangan selalu dilancarkan ke beberapa titik kelemahan manusia. Ilmu beladiri dari Cina mengenal teknik Dim Mak, yang artinya sentuhan maut" ucap Xin Xin


"Sentuhan maut?" tanya Xin Xin yang penasaran.


"Iya, sentuhan maut itu adalah dengan sedikit saja gerakan, lawan bisa tersungkur seketika, bahkan bisa sampai tak bernyawa. Pukulan di tubuh yang bisa mematikan, pukulan di dada Hantaman keras di bagian ini bisa membuat orang tewas seketika jantung berhenti bekerja, hal itu yang disebut dengan commutio cordis."


"Gangguan fungsi jantung akibat benturan di dada bahkan seringkali tidak disertai kerusakan struktural pada jantung. Dalam penelitan yang dilakukan terhadap 128 kasus serangan dengan tangan kosong yang diarahkan ke dada, 84% di antaranya berujung kematian. hSekitar 50% tewas seketika, dan sisanya butuh waktu 1-2 menit sebelum jantungnya berhenti berdetak."


''Penelitian itu mengungkapkan bahwa tidak butuh tenaga yang terlalu kuat untuk memberikan efek pada jantung.


Percobaan yang dilakukan pada binatang menunjukkan bahwa pukulan yang dilayangkan dengan kecepatan 48 km/jam sudah cukup untuk membunuh korban. Pukulan di leher Beberapa titik di samping leher memiliki pembuluh darah yang dinamakan carotid artery.


Karena fungsinya yang mendistribusikan oksigen ke otak, dampaknya bisa sangat mematikan jika pembuluh darah tersebut mengalami kerusakan."Jelas Xin Xin.


"ⁿDampak paling fatal terjadi apabila pukulan diarahkan ke bagian carotid sinus, yakni percabangan pembuluh darah di sisi samping leher manusia.


Kerusakan di bagian tersebut akan memicu kelumpuhan serta berbagai masalah sistem saraf, sampai kematian. P,ukulan di kepala bagian belakang Titik paling mematikan dalam ilmu bela diri Cina adalah Bladder-10, yang terletak pada tengkorak bagian belakang"


"Titik yang sama digunakan juga dalam akupunktur untuk mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan kandung kemih (bladder)"


"Benturan di bagian tersebut bisa memicu kerusakan pada sistem otak yang mengatur kesadaran, yakni Reticular Activating System (ras) sehingga korban langsung pingsahhhhApabila benturannya cukup keras, korban tidak hanya pingsan, tetapi bisa langsung tewabagians.tubuh manusia


menjadi. Beberapa bisa target, dengan tujuan melumpuhkan. Maka itu, jaga bagian-bagian tubuh tersebut agar terhindar dari hantaman keras dan mematikan' .jelas Xin Xin yang menatap Qiao Li.


"Jangan teori saja Bu, aku mau prakteknya!" ucap Qiao Li seraya tersenyum.


"Baiklah, ayo kita keluar dan buat boneka berwujud orang yang nantinya itu buat sasaran kerikir sebagai perantara tenaga kita untuk menotok lawan kita. Yang fungsinya untuk melemahkan!" seru Xin Xin dan Qiao Li mengerti akan hal itu.


"Iya, Li'er mengerti Bu!" seru Li'er dan keduanya meninggalkan kamar dan menuju ke dapur.


"Patriak Feng, saya mau berlatih dengan putri saya. Saya minta ada seseorang yang menjaga Kakak Chen selama kami berlatih" ucap Xin Xin pada Qiao Feng.

__ADS_1


"Baik, aku sendiri yang akan menjaganya" ucap Patriak Feng yang sudah menugaskan Mey keren dan Bao yu untuk memasak dan dirinya yang akan berjaga-jaga di kawasan penginapan.


"Terima kasih Kakak Feng" ucap Xin Xin dan kini bersama Qiao Li meninggalkan dapur dan melangkahkan kaki menuju ke halaman belakang penginapan.


Xin Xin membuat boneka orang-orangan terbuat dari jerami yang di tancapkan diatas pasir.


Kemudian Xin Xin mengajari putrinya cara memegang kerikil dan cara menyentilnya.


"Konsentrasi ya Li'er! jurus ini yang sering ibu gunakan waktu ibu masih muda untuk melemahkan beberapa lawan ibu yang umumnya mereka main keroyokan!" ucap Xin Xin yang menceritakan sedikit masa lalunya.


"Iya ibu, dan Xin Xin ingin menguasainya!';ucap Xin Xin dengan semangat


Terus menerus Qiao Li belajar menggunakan jurus itu dan saat ini Xin Xin mengajari cara melempar agar tepat sasaran.


"Hal pertama kamu harus tahu siapa lawan kamu, dan yang kedua jarak yglawan dengan kemampuan kamu harus pas. Tidak kurang maupun lebih." ucap Xin Xin yang kemudian mempraktekanya dan sasarannya pada bisa tepat pada bagian yang di maksudnya.


"Talk...tak....tak.....!"


Suara kerikil yang mengenai sasarannya.


Kemudian Qiao Li mempraktekkannya secara berulang-ulang.


Qiao Li menghentikan aksinya dan melihat siapa yang berteriak itu.


"Eh, mereka bukanya yang tadi menyekap ibu dan dua orang gadis tadi?" tanya Qiao Li yang berusaha mengingat siapa empat orang laki-laki yang berlari menghampirinya.


"Benar itu mereka!" jawab Xin Xin yang kemudian bersikap waspada.


"Akan aku praktekan jurus dari ibu ini!" seru Qiao Li yang kemudian mengambil kembali kerikil dan bersiap melawan mereka.


"Hei kau! mau kabur dari kami ya!" seru salah satu dari empat orang itu.


"Bukan kabur, tapi membebaskan diri!" seru Qiao Li yang maju dan membelakangi ibunya.


"Kurang ajar! siapa kau, berani-beraninya kau bocah!" seru laki-laki itu.


"Aku bukan siapa siapa-siapa. Aku adalah aku, bukan kamu dan juga bukan dia!" balas Qiao Li tanpa takut sama sekali.

__ADS_1


"Bedebah! rasakan ini..!" seru salah satu orang dari mereka dan maju hendak menyerang Qiao Li.


Qiao Li yang sudah bersiap dengan kerikilnya, menyerang lawannya dengan tiba-tiba.


"Takk...takk...takk...!"


Kerikil itu mengenai leher dan dahi mereka.


"Aarghh...!"


Keempat orang itu langsung terkapar, dengan memegangi bagian tubuh mereka yang sakit.


"A..ampun ma'afkan kami! kami bersedia menjadi pengikut kalian" ucap salah satu dari mereka.


Qiao Li dan Xin Xin saling berhadapan dan Xin Xin membisikan sesuatu pada Qiao Li.


"Kita beri kesempatan pada dia, lagi pula penginapan ini masih kekurangan pelayan!" bisik Xin Xin.


"Benar juga!" jawab Qiao Li.


"Baiklah! dua orang bertanggung jawab pada kuda-kuda para tamu dan dua orang berjaga di depan untuk melayani para tamu yang datang. Tapi ingat! jika kalian ketahuan membangkang, tak segan-segan aku membunuh kalian!" gertak Qiao li.


"Ba..baik!" ucap mereka serempak.


Qiao Li dan Xin Xin kemudian mengantar dan mengarahkan mereka pada tugas-tugas yang akan mereka jalani.


Setelah itu keduanya membersihkan badan mereka di kamar mandi masing-masing.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2