Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Masa lalu Pedang Azuya


__ADS_3

Si Kakek angin dan nenek Air saling pandang dan mereka mengikuti Qiao Li yang sudah masuk ke goa.


Setelah sampai didalam goa, Qiao Li berhenti dan membalikkan badannya menghadap ke arah nenek air dan juga kakek angin.


"Nenek dan kakek, Li'er akan menunjukkan sesuatu pada kalian," ucap Qiao Li yang menatap ke arah nenek Air dan juga kakek Angin.


"Apa maksud kamu Li'er?" tanya nenek Air yang penasaran.


"Pedang Azuya!"


Qiao Li yang akhirnya memanggil pedang yang mereka bicarakan sedari tadi.


Muncullah sebuah pedang yang memancarkan cahaya kehijauan yang saat ini berada di depan kakek angin dan nenek air.


"Pedang Azuya, itu pedang Azuya!" seru nenek Air yang sangat yakin kalau yang ada dihadapannya adalah asli pedang Azuya.


"Ternyata pedang Azuya ada padamu, Li'er!" seru kakek angin yang melihat ke arah pedang Azuya.


"Saya mendapatkan pedang ini dari ibu Li'er. Karena saya berhasil dalam belajar ilmu pedang dan menurut ibu kalau aku memang pantas membawa pedang Azuya. Untuk menjagaku dalam perjalanan mencari kakakku!' seru Qiao Li yang terus menatap ke arah pedang Azuya.


"Li'er! perlu kamu ketahui kalau orang yang membawa pedang Azuya, berarti dia orang yang dipilih oleh dewa untuk membawanya." kata kakek Angin yang terus menatap wajah gadis yang ada dihadapannya.


"Berarti pendekar pilihan itu seharusnya adalah ibuku?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Iya, bisa kamu ceritakan bagaimana cara ibu kamu mendapatkan pedang Azuya ini?" tanya si nenek air yang penasaran.


"Ibu mendapatkan pedang Azuya dari putri dewa yang telah dibunuh oleh dewa dari kerajaan petir, dan roh putri dewa tersebut bersemayam di tubuh ibu Li'er. Untuk misi mengungkapkan siapa pembunuh si putri, si putri memberi ibu sebuah pedang yaitu pedang Azuya." jelas Qiao Li pada kedua kakek dan nenek itu.


"Jadi begitu, sekarang giliran kami menceritakan apa yang terdapat dalam pedang Azuya. Didalam pedang itu ad roh pangeran Zhu you yang disegel oleh pengendali. Sedangkan jazadnya berada di pegunungan es itu. Pengendali es menyimpan jazad pangeran disana setahu saya dan beliau dibekukan di dalam goa es di gunung es itu." jelas si Kakek angin.


"Terus apa langkah yang harus Li'er ambil selanjutnya kakek, nenek?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Li'er, sebaiknya kamu kuasai dulu jurus dari kami, karena setelah itu kamu bisa membebaskan pangeran Zhu you yang di tahan oleh pengendali es di puncak gunung sana!" seru kakek Angin pada Qiao Li.


"Membebaskan pangeran You?" tanya Qiao Li yang sedikit ragu.

__ADS_1


"Iya, karena kekuatan pedang Azuya muncul jika segelnya terbuka. Itu berarti kamu harus menyatukan pedang Azuya ke tubuh pangeran You. Tapi sebelumnya kamu pasti akan berpapasan dengan si pengendali es!" jelas si nenek Air.


"Lawanlah kekuatan es itu dengan kekuatan air dan angin. Niscaya kekuatan es itu akan melemah!" pesan Kakek angin.


"Tapi Li'er pernah mendengar kalau segel pedang Azuya bisa terbuka kalau kita bisa mengumpulkan tujuh batu impian, dan melakukan permintaan pada batu impian tersebut!" seru Qiao Li yang pernah mendapatkan informasi itu.


"Dari mana kami mendapatkan informasi itu?" tanya kakek angin dan nenek air secara bersamaan.


"Ratu flower! ibu peri yang merupakan ibunda dari Dewi Leony yang memberikan pedang Azuya ini pada ibuku!" jawab Qiao Li dengan tatapan yang yakin.


"Ratu Flower!" seru Kakek angin dan nenek air secara bersamaan.


"Benar dan ceritanya seperti ini,'' ucap Qiao Li yang membayangkan dan menceritakan kejadian yang telah lampau itu.


...☁️☁️☁️☁️☁️...


Ratu Flower setelah memberi perlindungan kepada Rani berupa gelembung cahaya, dia keluar dari pusaran angin dan terbang mengiringi pusaran angin itu.


"Leon...Ekin, jaga diri kalian! Carilah tujuh bola Impian, agar kalian bisa kembali ke istana langit!!" seru Ratu Flower saat terbangnya mendekati Leon dan Ekin.


"Bola impian adalah bola kristal yang di dalamnya ada bintang satu sampai tujuh. Jika semua itu terkumpul, maka kamu bisa minta satu permintaan yang nantinya dia akan mewujudkan permintaanmu itu. Dan kalian bisa minta kembali ke istana langit!" jelas Ratu Flower.


"Baik bunda, kami akan mengingat hal itu!" ucap Ekin yang juga mewakili Leon.


Ratu Flower kemudian mendekati Rani, dan mengatakan sesuatu pada ibu dua anak itu.


"Rani...! kamu pasti bisa membuka segel pedang Azuya, pedang itu akan menolongmu dari orang-orang yang mengganggumu!" kata Ratu Flower yang masih dalam keadaan terbang dan mengiringi pusaran angin itu.


"Membuka segel pedang Azuya?" tanya Ibunda Nisa yang penasaran.


"Iya, dan juga kamu harus mencari Bola Impian seperti Ekin dan Leon. Bahu-membahulah kalian dalam mencari Bola impian itu. Karena dengan bola impian itu, kamu bisa meminta satu permintaan. Yaitu, bisa berkumpul kembali dengan keluargamu." jelas Ratu Flower.


"Tujuh Bola impian? bentuknya seperti apa Ratu?" tanya Ibunda Nisa yang penasaran.


"Bola kristal yang di dalamnya ada bintangnya! ingat baik-baik ya Rani!" jawab Ratu Flower.

__ADS_1


"Baik Ratu!" jawab ibunda Nisa yang terus memandang keluarganya satu persatu.


...☁️☁️☁️☁️☁️...


"Jadi Ratu flower menjelaskan kalau untuk membuka segel pedang Azuya, haruslah mengumpulkan ke tujuh batu impian itu!" jelas Qiao Li.


"Li'er, kita ubah rencana. Kamu tetap belajar jurus mengendalikan air dan api dari kami, dan kali ini kamu jangan ke gunung es terlebih dahulu?" usul


"Aku benar-benar tak menyangka, akan tiba saatnya pengendali es dan api harus dilumpuhkan!" seru nenek Air.


"Li'er, pantas saja awal kedatangan kamu kakek melihat adanya sinar hijau yang menyelimuti kamu. Dan tubuh kamu tidak remuk karena jatuh dari atas sana. Semua itu kalau bukan karena pedang Azuya, tak ada lagi kekuatan yang akan mampu melindungi tubuh kamu yang jatuh dari tingginya tebing diatas sana!" ucap si kakek yang menyimpulkannya.


"Saya juga menduga demikian kakek, Pedang Azuya walaupun tersegel masih mampu menggunakan kekuatannya." ucap Qiao Li.


"Tapi walupun begitu, kami tetap harus membentengi diri kamu dengan jurus yang akan kami ajarkan!" seru Nenek Air.


"Kamu bisa berlatih dengan nenekbair mulai sekarang, kakek mau mencari kayu bakar dulu. Persediaan kayu bakar kita telah habis." ucap Kakek Angin sembari mengambil kapaknya.


''Iya kakek!' balas Qiao Li dan mereka bersama-sama melangkahkan kaki mereka kembali menuju ke luar goa.


Namun sebelumnya Qiao Li menyimpan pedang Azuya terlebih dahulu.


Kakek angin berlari menuju ke hutan, sementara Nenek air dan Qiao Li mulai dengan latihan mereka.


Dengan sabar nenek Air mengajari gadis pemilik Pedang Azuya itu tentang tehnik mengendalikan air.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2