
Tiba-tiba pedang naga itu menghilang dengan sendirinya dari pusaran angin buatan Qiao Li.
"Pedang Naga! Kau kemanakan pedangku!" seru Ju long yang sangat geram.
"Aku kan sudah bilang kalau mau memisahkan kamu dengan pedang itu! jadi ya ma'af jika aku belum sempat buat acara perpisahan kalian!" seru Qiao Li dengan tertawa kecil, tapi hal itu memancing kemarahan Ju Long.
Ju long terus menyerang Qiao Li dengan jurus tangan kosongnya.
"Hopp hiaaat...!"
"Bagh... bugh.... bagh... bugh...!"
Pukulan demi pukulan yang dilancarkan oleh Ju long, selalu berhasil dihindari oleh Qiao Li.
Hingga disaat Ju Long lengah, Qiao Li berada di belakang tubuh Ju Long. Gadis itu menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Ju Long dan tiba-tiba tubuh Ju long mengeluarkan sinar biru dengan aliran listrik yang mengguncang tubuh Ju long.
Tubuh Ju Long saat ini bergetar hebat, dan keluarlah asap tipis di ubun-ubun serta telinganya.
"Apa yang dilakukan Li'er?" tanya Xin Xin yang penasaran, menatap Qiao Li tanpa berkedip.
"Aku juga tidak tahu." jawab Fang Che yang juga penasaran.
"Itu jurus pemindah energi!" seru Patriak An yang membuat semuanya menatap ke arah Patriak An dengan penasaran.
"Jurus pemindah energi? Darimana anak itu mendapatkannya?" tanya Patriak Feng yang mendengarkan apa yang dikatakan Patriak An,
"Jurus Pemindah energi?" ucap Xin Xin dan Fang Chen bersamaan saling menatap mata masing-masing.
"Itu jurus yang langka, di kekaisaran Ming ini hanya beberapa orang saja yang memilikinya. Dan mereka juga jarang unjuk gigi di dunia persilatan." jelas Patriak An pada saat bersama Patriak Feng menghampiri Xin Xin dan Fang Chen.
Mereka berempat menyaksikan apa yang dilakukan Qiao Li, dan tidak hanya mereka saja. Hampir semua orang yang ada di penginapan pintu naga, menyaksikan pertarungan antara Qiao Li dan Ju long.
Sementara itu Qiao Li yang masih menggunakan jurus Pemindah Energi, membuat Ju long semakin lama semakin lemas tak berdaya karena energinya telah terkuras habis oleh jurus pemindah Energi dari Qiao Li.
Ju long tergeletak tak sadarkan diri dan Qiao Li menghentikan aksinya.
Gadis itu segera bersemedi untuk mengatur peredaran darah serta hawa murni di dalam tubuhnya.
Patriak An, Patriak Feng, Fang Chen dan juga Xin Xin melangkahkan kaki mereka untuk menghampiri Qiao Li dan juga Ju long yang sedang tidak sadarkan diri itu.
__ADS_1
"Sebaiknya kita kita bawa Ju long ke dalam penginapan!" seru Fang Chen pada semua orang yang ada di hadapannya itu.
"Benar, ayo kita angkat sama-sama!" seru patriak An pada Fang Chen.
"Ayo Patriak!" seru Fang Chen dan mereka mengangkat tubuh Ju Long masuk ke penginapan.
Sementara itu Xin Xin dan juga Patriak Feng menghampiri Qiao Li yang sudah selesai dalam mengatur kembali hawa murni dan juga tenaganya itu.
"Putriku! kamu tidak apa-apa kan?" tanya Xin Xin yang melihat Qiao Li sudah bangkit dari duduk bersemedinya,
"Tidak, saya tidak apa-apa kok Bu." ucap Qiao Li, saat ketiga perempuan itu melangkahkan kakinya menuju ke penginapan pintu Naga.
"Dari mana jurus yang kamu gunakan tadi?" tanya Patriak Feng dengan rasa penasaran.
"Jurus? jurus yang mana?" tanya Qiao Li yang belum paham apa yang dimaksud oleh patriak Feng.
"Jurus yang kamu gunakan tadi dari siapa?" tanya Xin Xin yang mengulangi pertanyaannya seraya berhenti tepat di depan pintu utama penginapan pintu naga.
"Qiao li belajar sendiri dari kitab yang Qiao Li temukan, pada waktu Qiao Li dibawa oleh Daiyu. Tepatnya saat kebakaran tempo hari." jawab Qiao Li yang tak mengatakan hal yang sebenarnya, juga berhenti di depan pintu utama penginapan pintu naga
"Tapi kamu harus hati-hati dalam menggunakan jurus kamu ini." pesan dari Qiao Feng.
"Ju long sedang beristirahat di kamar saya, apakah kalian mau menungguinya?" tanya Patriak An seraya menatap ke arah Qiao Li, Xin Xin dan Patriak Feng.
"Iya, pastinya Patriak. Dia putra kami yang telah lama menghilang. Walau bagaimanapun dia, dia tetap putra kami." jawab Xin Xin.
"Dan itu berarti dia adalah saudara Lier!" ucap Qiao li yang menambahi seraya mengulas senyumnya dan semuanya pun ikut tersenyum.
Kemudian mereka melangkahkan kaki mereka menuju ke kamar dimana Ju long terbaring nyenyak diatas tempat tidur.
"Li'er, kenapa kamu tadi sangat berniat sekali memisahkan Ju Long dengan pedang naganya?" tanya Fang Chen yang penasaran.
"Ini karena ada yang memberitahukan aku kalau yang membuat kak Ju long amnesia adalah pengaruh dari pedang Naga yang selalu bersama kak Ju long." jawab Qiao Li seraya menatap ke arah ayahnya.
Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke kamar Patriak An, dimana Ju Long telah terbaring lemah diatas tempat tidur.
"Jadi pengaruh pedang itu sangatlah luar biasa, dia sampai lupa segala-galanya. Lupa saudara, orang tua sampai namanya sendiri juga lupa!" seru Xin Xin yang saat ini mereka sudah berada di depan pintu kamar Ju long berada.
"Kenapa pedang Naga pempunyai pengaruh jahat seperti itu?" tanya Patriak Feng yang mengikuti di belakang mereka.
__ADS_1
"Itu karena di dalam pedang naga ada roh dari pengendali api yang tersegel di dalamnya. Dan aku mendapat tugas untuk membuat pengendali api itu jera atau melenyapkannya, agar tak ada lagi Angkara murka di kekaisaran Ming ini." ucap Qiao Li yang menatap pada ayah dan bundanya.
"Itu berarti kamu akan tetap disini Li'er? karena yang harus pergi itu hanya tiga orang?" tanya Xin Xin yang menatap putrinya dengan rasa khawatir.
"Ibu, ayah! jangan khawatirkan Qiao Li. Qiao Li bisa menjaga diri-sendiri." ucap Qiao Li yang berusaha tersenyum untuk mengurangi rasa khawatir dari kedua orang tuanya.
"Kalau misi kamu selesai, kembali pada kami. Kita hidup kembali di jaman kita!" pesan Fang Chen yang menatap putrinya dengan sedikit kecemasan, terlihat jelas di wajah seorang ayah itu.
"Iya yah, Qiao Li juga merindukan masa dimana saudara dan teman Qiao Li yang tentunya sangat merindukan kehadiran Qiao Li." ucap Qiao Li yang kedua matanya berkaca-kaca dan Xin Xin segera memeluknya dengan erat.
Suasana haru didalam kamar tersebut, dan Patriak An serta Patriak Feng ikut terharu.
Hari berganti hari, suasana di penginapan pintu naga kembali berjalan seperti biasannya. Qiao Li pun kembali berpenampilan menjadi seorang wanita.
"Ibu mau tanya, kenapa kamu menyamar sebagai laki-laki?" tanya Xin Xin seraya memandang wajah putrinya.
"Itu karena banyak prajurit dan anggota sekte aliran hitam yang mencari para gadis untuk di jual pada Kasim Wu, ibu." jelas Qiao Li sembari membalas pandangan ibunya.
"Oh, jadi begitu. Baguslah kalau dalam hal menyamar seperti itu, kamu memawiri keahlian ibu kamu." ucap Fang Chen yang menatap kedua perempuan kesayangannya itu satu persatu.
Mereka terus melanjutkan perbincangan mereka seraya menjaga Ju long.
Sedangkan Ju long masih tak sadarkan diri, Xin Xin, Fang Chen dan termasuk Qiao Li dengan sabar bergantian menunggui dan menjaga Ju long.
...****....
Suatu hari di saat hanya ada Xin xin dan Fang Chen, Qiao Li sudah bersiap memberitahukan apa yang telah dia alami selama perjalanannya mencari Ju long.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1