
"A..apa! gadis itu ternyata punya kemampuan rupanya!' bisik laki - laki yang pertama kali jatuh dengan memegang bagian ulu hatinya yang masih terasa sakit.
"Apakah kalian mau nambah lagi?" tanya Qiao Li dengan berdiri tenang dan mengulas senyumnya.
"Ti..tidak ma'afkan kami" Ucap salah satu laki - laki yang memakai pakaian serba merah itu.
"Sekarang kalian pergi dari sini, sebelum aku berubah pikiran!" seru Qiao Li dengan keras.
"I..iya baik nona!" jawab laki - laki yang lainnya dan mereka melangkahkan kaki meninggalkan Qiao Li.
Sementara Qiao Li melangkahkan kakinya menuju ke kuda putih yang masih merumput.
"Putih!" panggil Qiao Li, dan kuda putih itu berlari menuju ke arah Qiao Li.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita!" seru Qiao Li yang kemudian naik ke atas punggung si putih.
Kuda itu mengangguk seolah mengerti perkataan Qiao Li dan mereka melangkah dengan kecepatan sedang masuk ke hutan, karena untuk menuju ke perkampungan harus melewati hutan belantara itu.
Hutan itu sangat luas dan bagi yang awam bisa saja tersesat.
Di dalam hutan terdapat markas tersembunyi para perampok, dan mereka tergabung dalam Sekte Musang Merah. Seperti ke tiga orang laki - laki yang baru saja di kalahkan oleh Qioa Li.
Kuda putih yang membawa Qiao Li terus melangkahkan kakinya menyusuri jalan yang ada di dalam hutan itu.
Tiba - tiba Qiao Li mendengar suara tertawa yang riuh dan suara nyanyian dan alunan musik.
Qiao Li penasaran dan mencari arah sumber suara.
"Ramai sekali suaranya, nampaknya dari sebelah sana!" gumam dalam hati Qiao Li yang kemudian dia turun dari kuda putihnya.
"Kamu disini ya putih, kalau aku bersiul kamu datang ya!" Ucap Qiao Li yang nampaknya si kuda putih itu tahu maksud dari tuannya.
Qiao Li kemudian meninggalkan si kuda puti dan terus melangkahkan kakinya mendekati sumber suara.
Gadis itu mengendap - endap di sekitar pepohonan dan juga sekitar semak - semak yang rimbun.
Dipengintaiannya Qiao Li melihat ketiga laki-laki yang menghadangnya tadi datang dan seperti menemui seseorang.
Pakaian dari orang yang ditemui oleh laki - laki itu sangatlah mencolok, dan nampak ketiga laki - laki itu menaruh hormat pada orang itu.
__ADS_1
"Apakah dia pimpinan sekte Musang Merah ya?" tanya dalam hati Qiao Li yang terus mengawasi pergerakan tiap - tiap orang yang ada di sekte Musang merah itu.
Tampaknya pimpinan itu tidak marah dengan ketiga laki -laki tersebut, karena ternyata ketiga laki -laki tersebut membawa buntalan yang di serahkan pada pimpinannya.
"Apa isi buntalan itu? kenapa aku tadi tidak tahu kalau mereka membawa buntalan itu ya?" gumam dalam hati Qiao Li yang penasaran.
Sementara itu yang terjadi di sekte Musang merah.
"Ketua, kami menghadap!" Ucap laki - laki yang pertama.
"Oh, kalian apa misi kalian berhasil?" tanya ketua sekte Musang merah itu saat berhadapan dengan ketiga anggotanya yang selesai menjalankan misinya.
"Misi kami berhasil ketua!" jawab laki - laki yang kedua.
"Baguslah, tapi kenapa wajah dan tuubuh kalian lebam semua? apa ada kaitannya kalian dalam misi ini?" tanya ketua sekte Musang merah itu dengan penasaran.
"Dalam melaksanakan misi, kami tidak terluka sama sekali.' jawab laki - laki yang ketiga.
"Lantas kenapa kalian sampai lebam begitu?" tanya ketua sekte yang penasaran.
"Pulang dari menjalankan misi, kami melihat seorang gadis yang rupawan berjalan sendirian. Niat kami akan kami bawa untuk kita jual pada Kasim Wu atau sebagai pelayan kita.Tapi ternyata, dia seorang pendekar yang masih muda yang tidak bisa diremehkan!" jelas laki - laki yang pertama.
"Kalian diserang seorang gadis? ha..ha..! aku tak bisa membayangkannya kalau aku melihat kalian kalang kabut melawan hanya seorang gadis! ha..ha..!" seru ketua sekte yang menertawakan ketiga anggotanya.
"Sudah - sudah, yang penting kalian amat lucu! ha..ha..!" sekali lagi ketua itu menertawakan ketiga anggotanya.
Ketiga laki - laki anggota sekte Musang Merah itu saling pandang dan kemudian mereka saling menundukkan kepala.
"Sekarang, buka buntalan kamu itu, apa benar itu batu impian yang asli. Siapa tahu itu batu ompian yang palsu!" seru ketua sekte itu yang kemudian membuka buntalan yang tadi dibawa oleh ketiga laki - laki itu.
Dan tampaklah sebuah batu yang berbentuk bola yang bercahaya dan didalamnya terdapat bintang.
"Wauw..! ini benar batu impian itu. Menurut cerita yang berkembang, kalau kita bisa mengumpulkan tujuh buah batu impian ini maka keinginan kita bisa terkabulkan. Jadi mulai dari sekarang kita cari batu impian lainnya, dan bersiap menjadi yang terkuat untuk menguasai Dinasti Ming ini!" Ucap ketua sekte yang memberi semangat.
"Hidup ketua..! hidup ketua...! hidup ketua...!" seru ketiga lelaki itu bersamaan dan diikuti pengikut lainnya.
Sementara itu dibalik semak - semak, Qiao Li melihat ketua sekte Musang merah yang membuka buntalan dan diketahui isinya adalah batu impian yang selama ini dicari Qiao Li.
"Batu impian, aku harus merampasnya!" gumam Qiao Li yang kemudian dia menyiapkan dan memakai cadar putih pemberian ibunya.
__ADS_1
Setelah itu, dia mengambil beberapa buah kerikil dan bersiap menjentikkannya ke sasaran yang dia kehendaki.
"Tokk...tokk...tokk..tokk...!"
Empat kerikil melesat mengenai dahi ketua sekte Musang merah itu dan juga tiga laki - laki yang tadi menyerang Qiao Li.
"Aaarghh...!" keempat orang itu berjatuhan dan mereka tak sadarkan diri.
"Hopp hiaaaat...!"
Dengan cepat Qiao Li bersalto ke arah buntalan dan mengambil batu impian itu, serta memasukkannya dalam cincin bermata biru yang selalu berada di jari manisnya.
Semua anggota yang melihat kedatangan Qiao Li, dalam posisi siap menyerang gadis yang memakai pakaian serba putih dan memakai cadar putih itu.
"Puluhan laki - laki mengepung seorang gadis, Cihh..! dasar pengecut!" gerutu Qiao Li yang tiap ruas jarinya telah terselip kerikil yang siap dilemparkan dan siap mengenai sasarannya.
"Kami tak peduli, karena ini wilayah kami, dan perbuatanmu sungguh keterlaluan!" seru salah satu dari para anggota sekte Musang merah yang mengepung Qiao Li itu.
"Baiklah, terserah kalian. Terimalah ini..!" seru Qiao Li yang mulai menyerang dengan kerikil - kerikil di ruas jarinya.
"Tokk...tokk...tokk...tokk...!" kerikil-kerikil itu mengenai sasarannya.
"Aargh...!" satu persatu anggota sekte Musang merah bergelimpangan tak sadarkan diri karena kerikil - kerikil dari Qiao Li mengenai pelipis mata dan juga dahi mereka.
"Tokk...tokk...tokk...tokk...!"
Kembali Qiao Li menyerang dengan kerikil - kerikilnya, dan delapan orang sudah anggota sekte Musang merah terkapar.
"Aaarghh...!"
"Kurang ajar! serang gadis itu dengan senjata kalian!" seru salah satu diantara mereka.
"Baik!" balas mereka yang kemudian menyiapkan senjata - senjata di tangan mereka masing - masing.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...