
Rani segera membungkuk dan seolah paham apa yang disampaikan tuannya, pedang Azuya dengan secepat kilat menggores pada tali yang mengikat tangan Rani atau Xin Xin.
Seketika itu juga Rani bebas dan siap bertarung melawan orang-orang bayaran tuan Song itu.
"Kurang ajar! rupanya dia bukan orang sembarangan!" seru Orang-orang bayaran Tuan Song itu.
"Kalian tak kan aku biarkan hidup!" seru Rani yang menyerang semuanya dengan Jurus tarian Dewi Cinta yang di kombinasikan dengan pedang Azuya.
Orang-orang bayaran dari Tuan Song itu tak mau kalah, mereka juga sudah bersiap dengan pedang-pedang mereka.
Satu pedang melawan puluhan pedang pun terjadi.
"Hopp hiaat..!"
"Trang.. Trang... Trang... Trang...!"
"Trang.. Trang... Trang... Trang...!"
"Sreet... sreet.... sreet.... sreet..!"
Empat orang dari lawan Rani mendapat sayatan dari pedang Azuya tepat di dada mereka.
"Aaghh...!" suara erangan mereka yang menyayat hati.
Dan adu jurus terus berlangsung.
"Hopp hiaat..!"
"Trang.. Trang... Trang... Trang...!"
"Trang.. Trang... Trang... Trang...!"
"Sreet... sreet.... sreet.... sreet..!"
"Aagh..!" kembali korban dari orang bayaran tengkulak ikan itu berjatuhan.
Dan tersisa beberapa orang yang akhirnya mereka melarikan diri dan termasuk tengkulak ikan itu.
"Apakan kamu Xin Xin?" tanya seorang wanita tua yang menghampiri Rani.
Rani hanya diam dan memperhatikan arah pembicaraan wanita tua itu.
"Kami mendapat ramalan, jika suatu hari akan datang wanita penyelamat dari langit. Dia akan membasmi orang-orang jahat dan membela kaum lemah seperti kami!" jelas wanita itu.
Dan Rani mulai mengerti maksud dari wanita tua itu.
"Ya, saya Xin Xin datang dari pusaran angin! Dan saya berjanji akan menolong kaum lemah dan menghancurkan para penjahat didaerah sini." ucap Rani yang mengiyakan ucapan Wanita tua itu.
Dan kini Rani bernama Xin Xin.
__ADS_1
"Xin'er, sebaiknya kamu ke gubuk saya sebentar!" ucap wanita tua itu yang menawarkan diri.
"Memangnya ada apa Bu?" tanya Xin Xin yang mulai fasih berbahasa Kanton.
"Ada makanan dan baju untukmu Xin'er!" ucap wanita tua itu.
Xin Xin pun berpikir "Nampaknya aku harus terima tawaran dari wanita ini. Benar juga saat ini perutku sedang lapar dan aku juga butuh baju baru. Tak mungkin aku pakai pakaian seperti ini di jaman ini, bisa-bisa jadi pusat perhatian banyak Orang!" ucap dalam hati Xin Xin.
Xin Xin mengikuti wanita tua itu yang melangkah mengarah ke gubuknya.
Tak berapa lama mereka telah sampai di depan sebuah gubuk bambu.
"Mari masuk Xin'er!" ajak wanita itu yang membuka pintu rumahnya.
"Kenapa anda yakin kalau saya Xin xin, Bu?" tanya Xin Xin yang penasaran.
"Dulu ada seorang peramal yang meramalkan akan datang seorang pahlawan wanita yang turun dari atas langit.Wanita itu bernama Xin Xin dan dia membawa pedang berwarna Hijau." jelas Wanita tua itu sembari mempersilahkan Xin Xin untuk duduk.
"Lantas dimana peramal itu?" tanya Xin Xin yang penasaran.
"Dia di bunuh oleh Kasim Wu, karena semua ramalan dia selalu terbukti." jawab Wanita tua itu yang kemudian mengambil sebuah pakaian Hanfu yang di berikan pada Xin Xin.
Xin Xin pun menerimanya, dan meminta ijin pada wanita tua itu untuk melamar mandi.
Wanita tua itu kemudian mengantarkan Xin xin ke kamar mandi.
Selesai dari kamar mandi, Xin Xin kemudian makan bersama Wanita tua itu.
"Ayo makan dulu Xin'er. Oiya panggil saja saya Bibi Rong, ya!" ucap wanita tua itu yang telah mengambil makanannya.
"Iya bibi Rong" balas Xin Xin yang kemudian mengambil makanannya.
Dan mereka makan dengan lahapnya.
"Bi saya penasaran, memangnya apa saja ramalan dari peramal itu?" tanya Xin Xin yang penasaran.
"Selain kehadiran kamu, ada lagi seorang gadis yang akan mengobrak-abrik Dinasti Ming kepimpinan dari gadis itulah banyak pemberontakan-pemberontakan yang menggulingkan Dinasti Ming. Hal itu di picu karena keserakahan raja dan tabiat kejam selir Wan. Karena itulah Kasim Wu membunuh peramal yang selalu benar ramalannya itu!" jelas Bibi Rong.
"Jadi begitu ya jalan ceritanya!" ucap Xin Xin yang telah menghabiskan makanannya.
Dan mulai saat itulah Xin Xin sering membela rakyat kecil, dia merampok kembali harta rakyat yang telah di rampok paksa para penjahat maupun pejabat.
...****...
Sementara itu Ekin telah menepi ke bibir pantai dan kemudian dia berjalan dan mengikuti jejak yang di tinggalkan Xin Xin.
Yaitu jejak bekas pertempuran, dan rata-rata terkena sayatan pedang.
Ekin tak perlu mengganti pakaiannya, karena pakaian kebesaran dari kerajaan langit adalah pakaian Hanfu.
__ADS_1
Hanya saja dia tetap harus mengganti namanya untuk memudahkan dirinya bergabung dengan penduduk di sekitar pantai itu.
"Sebaiknya aku pakai nama apa ya?" tanya dalam hati Ekin, yang kemudian dia teringat akan nama temannya di belahan dunia lain.
"Chiang Yi, iya aku pakai nama Chiang Yi saja!" ucap Ekin yang membatin.
Ekin yang kini berganti nama menjadi Chiang Yi, terus mengikuti arah pertempuran.
...****...
Sedangkan Leon yang terjatuh diatas laut disisi lain dari Chiang Yi, dia di tolong seorang nelayan yang kebetulan sedang mencari ikan.
Leon di bawa ke rumahnya dan dianggap sebagai anak mereka yang hilang saat mencari ikan.
"Ibu..! Hai Jun telah kembali!" seru laki-laki tua itu saat sudah berada di bibir pantai dimana istrinya menungguinya seraya mencari kerang .
"Ayah dia buka Hai Jun ayah!" seru wanita yang memperhatikan Leon yang terbaring diatas kapal.
"Anggap saja dia Hai Jun, putra kita!" ucap Laki-laki paruh baya itu.
"Iya semoga saja dia tidak marah ya yah!" ucap Wanita itu yang terus memperhatikan Leon yang memang mirip dengan putranya.
Setelah sadar dari pingsannya, Leon masih diam dan berusaha mengetahui apa yang ada di sekitarnya.
Leon yang telah terdidik menguasai beberapa bahasa, dengan cepat bisa mengetahui apa yang dikatakan suami istri yang ada di dekatnya itu
"Ayah, Ibu, walaupun saya bukan putra anda, anggap saja saya putra kalian. Panggil saja saya Hai Jun!" ucap Leon yang bersedia berganti nama dengan Hai Jun.
"Benarkah? terima kasih anakku, kami sangat merindukan putra kami Hai Jun!" ucap wanita yang ada di hadapannya itu.
Kemudian mereka bertiga melangkahkan kaki menuju ke rumah sepasang suami isteri itu.
Setelah sampai di rumah, Hai Jun segera mandi dan demikian dengan laki-laki yang menolongnya itu.
Sementara istri dari laki-laki itu segera memasak dan juga membersihkan badannya.
Dan mereka kemudian makan bersama.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1