Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Bertemu dengan Hai Jun


__ADS_3

Chiang Yi melangkahkan kaki menghampiri meja resepsionis.


Sedangkan Qiao Li dan yang lainnya menunggu dibelakang Chiang Yi.


Dan mereka sudah mendapatkan dua kamar untuk mereka beristirahat.


Satu kamar untuk Chiang Yi dan satu kamar untuk Qiao Li, Xin Xin dan Ayumi.


Qiao Li dan Ayumi tidur di ranjang sedangkan Xin Xin duduk bersila sambil memejamkan matanya.


Xin Xin bersemedi memusatkan energinya.


Tiba-tiba Xin Xin mendengar sebuah keributan di luar penginapan.


Xin Xin bangkit dari duduknya dan mendekati putrinya yang juga terbangun karena mendengar suara gaduh itu.


"Ibu, ada apa di luar sana? kenapa gadis sekali?" tanya Qiao Li penasaran.


"Entahlah Li'er, ibu akan menyelidikinya. Kami disini jaga Ayumi dengan baik ya!" jawab sekaligus perintah Xin Xin.


"Baik Bu, hati-hati!" ucap Qiao Li yang khawatir.


"Iya, jangan khawatir putriku!" ucap Xin Xin yang kemudian melangkahkan kaki keluar dari kamar mereka dan ternyata Chiang yibjuga sudah keluar dari kamarnya.


"Kamu juga mendengar sesuatu adik Xin?" tanya Chiang Yi.


"Iya" jawab Xin Xin.


"Kira-kira ada apa di luar sana?" lanjut tanya Xin xin yang penasaran.


Keduanya kemudian menuruni tangga dan melangkahkan kaki keluar dari penginapan.


Ternyata bukan mereka berdua saja yang penasaran dengan suara keributan di luar sana, para tamu pengunaan lainnya juga demikian.


Banyak tamu yang juga keluar dari penginapan dan mereka penasaran dengan apa yang terjadi.


Satu persatu para tamu dan pelanggan penginapan itu keluar dan mencari tahu apa yang telah terjadi.


Xin Xin dan Chiang keluar dan bergabung dengan para tamu itu.


Mereka melihat seorang lelaki yang di kepung puluhan orang yang berpakaian hitam dan dengan memakai ikat kepala hitam pula.


"Kakak Yi, bukankah itu kakak Jun?" tanya Xin Xin saat melihat siapa laki-laki yang di kepung oleh puluhan orang berikat kepala hitam itu.


"Iya, benar itu saudara Jun!" jawab Chiany yi yang sangatlah terkejut dengan apa yang dia lihat.

__ADS_1


Hai Jun di kepung puluhan orang berikat kepala hitam.


"Nampaknya kakak Jun tak bisa menggunakan jurusnya, karena ini di perkampungan!!" kata Xin Xin yang memperhatikan apa yang terjadi.


"Kamu benar, Aku dan Saudara Jun akan memancing mereka ke gurun pasir. Kamu ajak Li'er dan Ayumi untuk menyusul kami ke Gurun pasir!" seru Chiang Yi yang sudah bersiap masuk ke dalam kepungan.


"Baik kakak Yi!" sahut Xin Xin yang kemudian masuk kembali ke penginapan.


Sementara itu Chiang Yi sudah masuk ke dalam kepungan dan kini dia dan Hai jun saling memunggungi.


"Apa kabar saudara Jun?" sapa Chiang Yi yang penasaran.


"Oh, ternyata kamu saudara Yi!" balas Hai Jun dengan posisi masih tetap bersiaga.


"Mereka semakin bertambah, kita tak mungkin menghajar mereka dengan jurus bola-bola cahaya. Bisa membahayakan penduduk." ucap Chiang Yi seraya membalas beberapa serangan dari lawannya.


"Kau benar, kita harus mencari tempat yang lapang agar tak merugikan para penduduk!" seru Hai Jun yang khawatir jika dia nekat mengeluarkan bola-bola cahayanya.


"Di sebelah sana ada gurun pasir yang luas, sebaiknya kita kesana saudara jun" ucap Chiang Yi seraya menunjuk ke arah dimana gurun pasir itu berada


"Baik, kita pancing mereka ke gurun itu!" seru Hai Jun dan keduanya bersamaan menyerang orang-orang yang berikat kepala hitam itu dan kemudian sedikit demi sedikit berjalan menuju ke gurun pasir.


Sementara itu Xin Xin telah kembali masuk ke dalam penginapan dan dia masuk ke dalam kamar dimana putrinya dan Ayumi terlelap dalam tidurnya.


Gadis itu menggeliat dan membuka kedua matanya dan terkejut saat ibunya ada dihadapannya.


"Ada apa Bu?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Kita harus pergi dari sini secepatnya." ucap Xin Xin yang kemudian mencoba membangunkan Ayumi.


Ayumi juga menggeliat dan mencoba membuka kedua matanya.


"Kakak Xin, ada apa?" tanya Ayumi yang memposisikan dirinya untuk duduk sersejajar dengan Qiao Li.


"Kita akan menyusul Kakak Yi dan kakak Jun ke Gurun saat ini juga!" ucap Xin Xin dan kedua gadis itu segera turun dari tempat tidur.


Setelah mengambil perbekalan, mereka juga membawanya.


Ketiga perempuan itu dengan setengah berlari meninggalkan penginapan itu.


Ketiganya berjalan menuju ke arah dimana sebelum mereka datang ke perkampungan itu.


"Memangnya ada apa bu?" tanya Qiao Li yang penasaran sambil terus berjalan.


"Ada yang menyerang paman Jun, Li'er. Dan jumlahnya tidak sedikit, karena itulah paman Yi berusaha membantu paman Jun, tapi karena tak ingin setelah pertempuran ini akan membuat penduduk sengsara, maka paman Yi berusaha untuk mengalihkan perhatian mereka untuk menuju ke gurun pasir." jelas Xin Xin.

__ADS_1


"Oh, jadi begitu ya!' ucap Qiao Li yang kini sudah mengerti apa yang di maksudkan ibunya.


Tak berapa lama mereka telah sampai di tepi gurun pasir itu dan mereka melihat bola-bola cahaya menyerang dan melumpuhkan puluhan orang berpakaian hitam dan berikat kepala hitam juga.


"Boummm.... boummm....boummm..!" suara ledakan-ledakan dari bola-bola cahaya itu.


"Wah, seperti pesta kembang api saja!" seru Ayumi yang seperti mendapat hiburan karena cahaya dari ledakan - ledakan bola-bola cahaya itu.


Dalam sekejap saja, para penyerang itu bisa di lumpuhkan oleh Chiang Yi dan Hai Jun.


Setelah melihat keadaan sudah terkendali, Xin Xin mengajak putrinya Qiao Li dan Ayumi melangkahkan kaki menghampiri Chiang Yi dan juga Hai Jun.


"Kakak Yi dan Kakak Jun!' panggil Xin Xin saat mereka sudah dekat dengan kedua putra dewa dari kerajaan langit itu.


"Sejak kapan kalian sampai disini?" tanya Chiang Yi saat sudah selesai mengatur energinya dan demikian pula dengan Hai Jun.


"Sejak kedua paman menyerang para penjahat dengan bola-bola cahaya yang menurut Ayumi seperti kembang api!" jelas Qiao Li sembari tersenyum.


"Iya, aku melihatnya seperti kembang api. Langit yang gelap dan ada cahaya yang meledak-ledak, kan jadinya seperti kembang api" jelas Ayumi yang mendekat pada Chiang Yi denga mengulas senyumnya.


Chiang Yi pun tersenyum membalas senyuman Ayumi.


"Kakak Jun tak apa-apa kan?" tanya Xin Xin yang melihat kondisi Hai Jun yang membawa buntalan di bahu sebelah kanannya itu nampak berantakan sekali.


"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit letih saja!" jawab Hai Jun.


"Oh, syukurlah kalau tidak apa-apa!" ucap Xin Xin dengan perasaan lega.


"Sebaiknya kita terus melanjutkan perjalanan, kita tak mungkin kembali ke penginapan tadi. Karena kita sudah berada jauh dari tepi gurun pasir." ucap Chiang Yi yang melihat keberadaan mereka saat ini.


"Iya, kita harus percepat langkah kita. Menurut kabar kalau akan ada badai pasir di gurun pasir ini!" kata Xin Xin yang mengingatkan.


"Benar, ayo kita percepat langkah kita!" seru Chiang Yi dan lima orang itu berjalan melangkahkan kaki mereka melanjutkan perjalanan ke lembah sungai kuning.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2