Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Keluar dari Bukit Piramida


__ADS_3

"Bagaimana caraku menyimpan kitab dan juga batu impian ini ya? supaya Si nenek Sihir itu tak mengetahui tentang kitab dan batu impian ini?" tanya dalam hati Qiao Li yang sibuk memikirkan cara menyembunyikan dua benda berharga itu.


Tiba-tiba saja dia mengingat sesuatu, saat ada di penginapan mawar Gurun beberapa waktu yang lalu.


🕒Flashback on.


Di depan penginapan ada banyak pengendara berkuda yang datang dan setelah menambahkan kuda-kuda mereka, mereka segera masuk untuk sekedar makan dan minum.


Qiao Li dan Qiao Feng hampir saja kewalahan menghadapi para tamu langganan penginapan.


Mereka adalah rombongan perampok yang berhasil merampok di blok timur.


Dan sekarang ini mereka berada di penginapan mawar Gurun, untuk membagikan hasil rampokan mereka.


Saat melayani makan dan minum mereka, tiba-tiba Qiao Li tertarik pada sebuah benda kecil yang berupa cincin bermata besar berwarna biru.


"Itu seperti cincin langit?" tanya dalam hati Qiao Li dengan rasa penasaran.


Gadis itu pernah di ceritakan oleh kedua orang tuanya tentang cincin langit.


Sebuah cincin dari istana langit yang bisa menampung banyak benda di dalamnya.


Di saat para perampok itu lengah, Qiao Li memanfaatkannya untuk mengambil cincin itu.


"Ah, aku jadi pencuri kecil nih!" gumam dalam hati Qiao Li, yang kemudian menyimpan cincin itu di balik bajunya.


Sedangkan para perampok itu masih sibuk menghitung hasil rampokan mereka.


🕒Flasback Off.


"Cincin bermata biru itu!" seru Qiao Li yang kemudian mengambil salah satu benda yang ada di saku bajunya.


Yaitu cincin bermata biru yang kemudian di pakainya di jari manis sebelah kiri.


Qiao Li mengusap cincin itu dan kemudian mendekatkan kitab pemindah energi ke cincin bermata biru itu.


Dan ajaib kitab tersebut masuk kedalam cincin tersebut, kemudian Qiao Li mencoba memunculkan kembali kitab pemindah energi itu dengan mengusap mata biru sebanyak tiga kali.


Dan kitap itupun muncul kembali di tangan kanan Qiao Li.


Akhirnya Qiao Li memutuskan kedua benda itu yaitu batu impian dan kitab pemindah energi itu di simpan di cincinnya.


Qiao Li kemudian keluar dari ruangan di belakang lemari buku, dan keluar dari ruangan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kebun.


Qiao Li mengambil buah apel dan memakannya.


"Hai, pelayan penipu! darimana saja kamu!" seru Daiyu saat melihat Qiao Li yang asyik makan buah apel itu.

__ADS_1


"Aku sedang istirahat nyonya" jawab Qiao Li yang menutupi apa yang dialaminya.


"Istirahat? istirahat kok tak mengenal waktu!" seru Daiyu yang berusaha menampar Qiao Li, namun dengan sigap gadis itu menangkap tangan Daiyu dengan tangan kirinya dan tangan kanan Qiao Li mencengkram bahu Daiyu.


Dan tiba-tiba tubuh Daiyu begetar hebat, lalu muncul sebuah aura putih di tubuh Daiyu yang kemudian aura itu masuk ke tubuh Qiao Li melalui cengkaman tangan tangan kanan Qiao Li.


Tubuh Daiyu tiba-tiba melemah dan jatuh lunglai di tanah.


Qiao Li menggunakan jurus pemindah energi itu untuk pertama kalinya, dan korbannya adalah Daiyu.


"Ma'afkan aku nyonya Daiyu, kamu korban pertamaku!" ucap Qiao Li yang tersenyum tipis.


Dan hari-hari berlalu, Daiyu tak berani lagi memerintah maupun mengomel pada Qiao Li.


Namun dalam hati Daiyu tetap bertanya-tanya, "Dari mana gadis itu belajar jurus pemindah energi?"


...****...


Setahun sudah Qiao Li berada di dalam bukit Piramida.


Walaupun dia sudah menguasai jurus pemindah energi, dan sering membolak-balikkan buku-buku di perpustakaan mini di ruang dalam bukit Piramida, Qiao Li mengalami kejenuhan.


Banyak ruangan yang sudah dimasuki dan di periksa Qiao Li, tapi tak ada satu pun petunjuk jalan untuk bisa keluar dari dalam bukit Piramida itu.


Qiao Li melangkahkan kakinya menuju ke ruangan harta Karun.


Di mana ruangan itu banyak sekali harta berupa uang emas, mutiara, sampai perhiasan.


Dan Qiao Li mengambil beberapa keping uang emas dan di masukkan ya dalam cincin bermata birunya


Saat bulan purnama, Qiao Li baru menyadari bahwa di kebun telah terjadi keanehan.


Tiba-tiba air mancur itu menyembur dengan derasnya dan muncullah bola impian diatas air mancur itu.


Saat Qiao Li melihat hal itu, dia memperhatikannya dengan seksama


"Cahaya dari sinar bulan memantul ke bola impian, dan dari bola impian memantulkan sinarnya ke arah sa...!" belum selesai membatin, Qiao Li melihat sebuah pintu di arah cahaya yang di pantulan bola impian itu.


Qiao Li segera mengambil bola impian itu dan memasukkannya dalam cincinnya.


Gadis itu melangkahkan kakinya melewati Daiyu yang kebingungan.


"Itu bola apa? kenapa bisa hilang sekejap saja?" kata dalam hati Daiyu yang terus memandang kemana arah Qiao Li melangkahkan kakinya.


Sementara itu Qiao Li terus melangkah kearah yang di tunjukkan pantulan cahaya dari batu impian tadi.


Benar saja yang ada di hadapan Qiao Li itu adalah sebuah pintu.

__ADS_1


"Kamu tidak akan bisa keluar, karena kunci keluar pintu itu sudah hilang saat sebelum penginapan mawar Gurun terbakar." kata Daiyu dengan tertawa sinis.


Qiao Li hanya diam tak mengomentari perkataan Daiyu. Pandangannya tertuju pada sebuah lubang berbentuk bunga mawar.


Dan Qiao Li teringat pada sebuah benda yang dia temukan di bawah meja saat mendapat hukuman dari Daiyu.


🕒Flashback on.


Tiba-tiba kedua mata Qiao Li terganggu pada sebuah cahaya silau dari bawah meja ruang tamu.


"Benda apa itu?" batin Qiao Li yang kemudian menghampiri benda yang berkilau itu.


"Hmm...! sebuah kalung berliontin bunga mawar yang terbuat dari emas. Cantik sekali!" kata Qiao Li dengan lirih.


"Aku simpan saja, siapa tahu nanti ada yang mencarinya." kata dalam hati Qiao Li, yang kemudian memasukkan kalung itu ke balik pakaiannya.


🕒Flashback off.


Qiao Li kemudian mengambil kalung berliontin bunga mawar yang di temukannya waktu itu.


"Ja..jadi kalung itu ada padamu!" seru Daiyu yang tak percaya.


"Iya, aku menemukannya saat nyonya menghukumku!" balas Qiao Li sembari tersenyum dan dia memasukkan liontin itu pada lubang berbentuk mawar di pintu yang ada di depannya.


"Bawa aku keluar!' seru Daiyu semangat.


"Kamu lebih baik di sini nyonya, anda kan sudah tak punya kemampuan lagi. Nanti akan membuatmu kerepotan dengan orang-orang yang membencimu!" jelas Qiao Li.


"Benar juga. Aku tak jadi ikut!" kata Daiyu yang kemudian mundur kembali ke tempat sebelumnya.


"Baguslah kalau mengerti!" ucap Qiao Li yang tak berapa lama pintu itu terbuka dan angin malam gurun pasir itu masuk ke dalam ruangan itu.


Qiao Li segera mengambil kalung berliontin mawar itu dan gadis itu segera keluar dari dalam bukit piramida itu.


"Selamat tinggal nyonya Daiyu, jaga dirimu baik-baik di sana!' seru Qiao Li seraya melambaikan tangannya.


Dan pintu bukit Piramida itu kembali tertutup.


"Akhirnya, aku bisa keluar! ayah, Ibu, Kak Raga! Aku akan mencari kalian!" seru Qiao Li yang kemudian dia melangkahkan kakinya menyusuri gurun pasir yang dalam kondisi angin yang membawa angin dingin.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2