Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Keinginan Ju Long


__ADS_3

Pada awalnya latihan itu didominasi oleh Xin Xin, namun pada akhirnya dia Ju long lah yang mendominasi latihan itu.


Kemudian Xin Xin mengeluarkan pedang Azuyanya.


"Pedang Azuya!"


Keluarlah sebuah pedang berwarna hijau di tangan Xin Xin.


"Ohw, bermain dengan pedang ya!" seru Ju long yang melihat Xin Xin mengeluarkan pedang yang berwarna hijau.


Ju long tak mau ketinggalan, dia juga mengeluarkan sebuah pedang dari dalam tubuhnya.


"Pedang Naga!" seru Ju long yang menyebut nama pedang kesayangannya.



"Aku bisa mengalahkanmu!" seru Ju long dengan tatapan tajamnya.


Kita lihat siapa yang bisa mengalahkan dan siapa yang dikalahkan!" balas seru Xin Xin yang juga dengan tatapa tajam memandang ke arah Ju long.


Ju long mengulas senyumnya, karena dia yakin kalau dia bisa mengalahkan Xin Xin hanya dengan beberapa jurus saja.


Namun Xin Xin bukanlah wanita yang lemah, dengan sekuat tenaga dia berusaha melawan Ju long.


"Hop hiaaat..!'


"Trang..!"


"Trang....!"


Trang..!"


"Trang....!"



"Aku yakin dalam beberapa jurus aku bisa mengalahkanmu!' kembali Ju long yang merasa kalau dirinya bisa mengalahkan Xin Xin.


"Sombong sekali kau!" balas seru Xin Xin yang terus menangkis setiap gerakan Ju Long.


"Kamu tak percaya? dan jika aku bisa mengalahkanmu, apakah kamu mau menjadi kekasihku?" ucap Ju long yang membuat Xin Xin yang hampir di kalahkan oleh Ju long.


"Kurang ajar, dia berusaha merusak konsentrasiku!" gumam dalam hati Xin Xin yang berusaha membuat dirinya tetap bertahan.


Hop hiaaat..!'


"Trang..!"


"Trang....!"

__ADS_1


Trang..!"


"Trang....!"


Kemudian mereka berhenti sejenak untuk mengatur pernafasan mereka.


"Tunggu sebentar!" seru Ju long.


Ju long melangkahkan kakinya menuju ke goa tempat biasa dia tinggal.


"Kamu mau apa?" tanya Xin Xin yang penasaran.


Ju long tak menjawabnya, dia terus berjalan dan masuk ke dalam gua.


Tak berapa lama Ju long keluar dari Goa dengan membawa buntalan kulit binatang yang lumayan besar.


Ju long melangkahkan kakinya kembali ke tempatnya semula dan Ju long menghampiri Xin Xin.


"Xin'er jika kamu bisa mengalahkan aku, maka batu telur naga ini akan menjadi milikmu!" seru Ju long seraya menunjukkan buntalan kulit yang di bawanya itu.


"Batu telur naga?'' tanya Xin Xin yang penasaran dan dia melihat buntalan yang telah Ju long buka.


Betapa terkejutnya Xin Xin, karena yang ada dihadapannya itu ada tiga batu impian yang harus dia cari kembali untuk bisa kembali ke jamannya.


"Batu impian!" seru Xin Xin dengan gembiranya.


"Eits, ini bisa Xin'er miliki jika Xin'er bisa mengalahkan aku, tapi jika Xin'er yang kalah maka Xin'er harus bersedia menjadi kekasih atau istriku! Bagaimana?" tanya Ju long sambil mengulas senyumnya yang merasa sudah diatas angin.


"Aku tak peduli! yang jelas kau harus jadi istriku!" seru Ju long yang menatap Xin Xin dengan tatapan yang serius.


"Aku harus cari cara untuk mengulur waktu. Walaupun sepertinya aku bisa mengalahkannya, aku tak tahu kemamuan dia yang sebenarnya. Siapa tahu dia tadi sengaja mengalah untuk mengetahui kemampuanku!" gumam Xin Xin dalam hati.


"Baiklah, bagaimana kalau pertarungannya kita mulai besok pagi saja, karena hari ini aku sudah lelah dan juga gerah!' pinta Xin Xin yang memang mau mengukur waktu untuk mengatur siasatnya.


"Aku maunya sekarang, atau aku lempar buntalan ini ke dalam kawah dingin itu!"seru Ju long yang mengikat kembali kulit binatang yang sebagai pembungkus batu impian yang di incar Xin Xin.


"Jangan!" seru Xin Xin yang jika buntalan itu dilemparkan dalam kawah dingin itu, maka dia akan kerepotan.


"Itu urusanku!' seru Ju long.


"Kenapa kamu berniat sekali mau melemparkannya ke danau?" tanya Xin Xin yang menyimpan kembali pedangnya.


Tiba-tiba Ju long benar-benar melempar buntalan yang berisi tiga batu impian itu ke tengah kawah dingin itu.


"Blum...!"


"Dasar kau ya!" seru Xin Xin mengejar buntalan yang berisi tiga batu impian itu, masuk ke dalam kawah dingin itu.


"Hei, benar-benar nekat dia!" seru Ju long yang kemudian membuka bajunya dan ikut menceburkan diri ke dalam lahar dingin dan mengejar Xin Xin dalam mengejar batu impian yang telah dia lempar ke lahar dingin itu.

__ADS_1


"Apakah batu itu sangat berharga buat dia? kenapa dia sangat menginginkannya? hingga dia mau menceburkan diri, bertaruh nyawa di lahar dingin ini!" gumam dalam hati Ju long yang tak habis pikir.


Ju long terus menyelam dan melihat Xin Xin yang sudah mendapatkan batu impian, dan Xin Xin berusaha berenang kembali ke arah permukaan.


Dengan sekuat tenaga Xin Xin berusaha keatas permukaan dan Ju long juga mengikutinya.


Xin Xin merasa tubuhnya tak kuat lagi ke atas, tenaganya terkuras habis untuk berenang di air yang dingin itu.


Ju long yang mengetahui kondisi fisik Xin Xin segera membantu Xin Xin ke permukaan.


"Xin Xin..!" panggil Ju long dalam hati yang sudah mendapatkan tubuh Xin Xin dan batu impian itu.


Dengan perjuangan yang lumayan keras, akhirnya telah sampai ke permukaan.


"kenapa kamu itu nekat, ini sangat berbahaya sekali!" seru Ju long saat mereka sudah tepi dan Ju long mendorong tubuh Xin Xin ke tepi danau lahar itu.


Setelah berada di tepi danau lahar dingin itu, Xin Xin yang dalam kondisi setengah sadar itu memegang buntalan yang berisi batu impian dan memasukkannya dalam cincin penyimpanan yang bermata biru yang melingkar di jarinya.


"Hei, apa yang kamu lakukan? kau kemanakan batu telur naga itu?" tanya Ju long yang penasaran kenapa batu impian itu menghilang begitu saja.


Sedangkan kondisi Xin Xin yang sangat lemah, Ju long yang bertelanjang dada mengangkat Xin xi dengan sisa tenaganya menuju ke dalam goa.


Dalam kondisi setengah sadar, bayangan Xin Xin yang menggendongnya itu adalah suaminya.


"Kak Fang Chen aku sangat merindukanmu!" racau Xin Xin yang terus memanggil Fang Chen.


Tapi berbeda dengan endengaran Ju long, dia menganggap Xin Xin sedang


memanggilnya sebagai suami.


"Apa? akhirnya kamu menganggapku sebagai suami juga! he..he..":gumam dalam hati Ju long yang tersenyum.


Ju long memanfaat kesempatannya mencium kening Xin Xin yang ada dalam kedua tangannya itu.


Akhirnya mereka sampai dan mereka masuk ke dalamnya.


Setelah membaringkan tubuh Xin Xin di atas batu tempat semalam Xin Xin tidur, Ju long membuat perapian untuk menghangatkan tubuh mereka.


Kemudian Ju long mengambil selimut dari kulit binatang itu dan menyelimutkannya ke tubuh Xin Xin.


Ju long duduk di samping wanita yang masih menutup matanya itu, yang kemudian mengusap kepala Xin Xin dengan lembut, serta mencium kening Xin Xin


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2