
"Kami turun gunung, dan tanpa sengaja kami terpisah" ucap Xin Xin yang mengakhiri ceritanya.
"Ah, sayang sekali kalian jadi terpisah ya. Seandainya masih bersama, mungkin kita bisa berkumpul kembali" ucap Qiao Li yang sangat menyayangkan kejadian terpisahnya ibundanya Xin Xin dan juga saudara kembarnya Ju long.
"Kita bisa mencarinya lain hari, sekarang kita harus bagaimana sekarang ini?" tanya Xin Xin pada Qiao Li.
"Sekarang kita keluar dan kita ke dapur, aku akan mempertemukan kalian berdua dengan Patriak Feng" ucap Qiao Li yang menatap kedua gadis yang tadi bersama Xin Xin.
"Terima kasih, aku tak sabar untuk bertemu dengan Patriak!" seru kedua gadis itu.
"Oiya nama kalian siapa?" tanya Qiao Li yang lupa menanyakan nama kedua gadis itu.
"Saya May leen dan teman saya ini Bao yu." ucap salah satu gadis itu yang memperkenalkan diri mereka.
"Saya Xin Xin dan ini putri saya Qiao Li. Ma'af tadi belum sempat kita berkenalan." ucap Xin xin seraya mengepalkan tangan di depan tanda salam dalam dunia persilatan.
"Saat ini kita adalah saudara, ayo kita berjuang dengan tujuan yang sama!" seru Bao yu dan diikuti anggukan kepala oleh semua perempuan yang ada dihadapannya itu.
Kemudian ke empat perempuan itu keluar dari kamar Qiao Li dan melangkahkan kaki menuju ke dapur.
Sesaat kemudian mereka telah sampai di dapur dan terlihat Qiao Feng yang sedang mengupas bumbu.
"Patriak Feng!" panggil Bao yu dan May leen bersamaan.
Qiao Feng yang mendengar namanya dipanggil, segera menoleh dan mencari siapa yang memanggilnya.
"Leen'er... Yu'er ..!" balas panggil Patriak Feng pada dua gadis yang sangat di kenalnya itu.
Ketiganya saling berpelukan secara bergantian.
"Siapa yang ada disampingmu Li'er?" tanya Qiao Feng pada saat melihat Xin Xin dan dia melepaskan pelukannya pada kedua gadis yang tadi dia peluk.
"Perkenalkan saya Xin Xin, ibu kandung Li'er" ucap Xin Xin dengan tangan kanan mengepal dan tangan kiri menangkupnya seraya menundukkan kepalanya sebentar.
"Oh, suatu kehormatan saya bisa bertemu langsung dengan ibunda kandung Li'er. Saya Qiao Feng, ibu angkat Li'er." ucap Patriak Feng yang melakukan gerakan yang sama dengan Xin Xin.
"Ibu angkat, dimanakah keberadaan ayahku. Maksud aku paman Fang Chen?" tanya Qiao Li yang bersemangat.
"Tadi pamit sama aku mencari rumput untuk makan kuda-kuda para tamu penginapan. Entah sudah pulang atau belum, coba kalian lihat di belakang!" seru Patriak Feng yang tahu maksud dari Qiao Li, kalau mau mempertemukan kedua orang tuanya itu.
__ADS_1
"Terima kasih ibu angkat!" balas Qiao Li yang kemudian menarik lengan ibundanya dan melangkahkan kakinya menuju ke pintu belakang.
Setelah keluar dari penginapan, mereka melangkahkan kaki menuju ke kandang kuda.
Nampak tiga orang di kandang kuda itu, yang punya bagian tugas masing-masing.
Membersihkan kandang kuda, memberi minum dan Fang Chen memberi makan kuda-kuda para tamu penginapan.
"Ibu lihat yang laki-laki itu!" seru Qiao Li seraya menunjuk pada seorang laki-laki yang tentu saja Xin Xin sangat mengenal dan merindukannya.
"Kak Saga!" ucap lirih Xin Xin, namun tetap didengar oleh Qiao Li.
"Ibu, bagaimana cara ibu membuat ayah kembali mengingat kita?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Entahlah, tapi kita coba segala cara!" jawab Xin Xin mantap dan dia melangkahkan kakinya menghampiri Fang Chen.
Fang Chen yang melihat ada seorang perempuan yang menghampirinya, kemudian dia menghentikan aksinya memberi makan para kuda-kuda itu.
"Siapa anda? kenapa ke tempat yang kotor ini?" tanya Fang Chen yang penasaran.
"Kak Saga, wajah dan suaranya memang seperti kak Saga!" gumam dalam hati Xin Xin yang terus memandangi Fang Chen.
"A..ada a..apa ya?":tanya Xin Xin yang gugup.
"Siapa anda dan kenapa anda di tempat yang kotor ini?" Fan Chen mengulangi pertanyaannya.
"Namanya Xin Xin, beliau adalah ibunda Li'er yang berarti istri ayah!" Qiao Li yang menjawab pertanyaan dari Fang Chen yang membuat Fang Chen bingung.
"Kak Saga, apa kamu sama sekali tidak ingat dengan diriku?" tanya Xin Xin yang penasaran.
"Kamu? aku pertama kali ini melihat kamu. Kenapa kamu begitu yakin kalau kamu mengenal aku?" tanya Fang chen yang penasaran.
"Kamu adalah suamiku, tentu aku tahu siapa kamu!" ucap Xin Xin yang tak henti-hentinya memandang Fang Chen dengan seksama.
"Ma'af aku tak ada waktu untuk membahas ini, aku mau membersihkan diri. Permisi!" seru Fang Chen yang melangkahkan kakinya meninggalkan Qiao Li dan Xin Xin.
Xin Xin dan Qiao Li saling pandang, dan Xin Xin bereaksi dengan bersalto melompat diatas Fang Chen dan melewati laki-laki itu dan berhenti tepat di depan gang Chen dengan membelakangi Fang Chen.
Kemudian Qiao Li membalikkan badannya dengan posisi menghadap ke arah Fang Chen.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita adu jurus, jika aku kalah maka aku tak akan lagi mengganggu kamu, dan jika kamu kalah mau tak mau kamu harus menurut padaku!" seru Xin Xin dengan lantang.
Fang Chen diam sejenak dan terus memandangi Xin Xin.
"Baiklah aku ikuti permainan kamu!" seru Fang Chen yang bersiap siaga dalam posisinya.
Xin Xin pun memposisikan dirinya juga dalam posisi siaga.
"Wah, bakal seru! tidak akan aku lewatkan pastinya!" gumam dalam hati Qiao Li yang kemudian mencari posisi yang nyaman untuk melihat kedua orang tuanya yang akan saling beradu jurus.
"Bersiaplah menerima serangan ku!" seru Xin Xin yang sudah pasang kuda-kuda bersiap menyerang maupun melawan serangan dari Fang Chen.
"Baik, majulah!" seru Fang Chen denga tangan yang memberi kode pada Xin Xin untuk memulai perkelahian itu.
Xin Xin pun menerima tantangannya dan dia mulai menyerang dengan pukulan tangan kosong.
"Hop hiaat...!"
"Bagh ..bugh....bagh ..bugh...!"
Berkali-kali Xin Xin menyerang, dan Fang Chen bisa menangkis setiap serangan Xin Xin.
"Lumayan juga, tapi aku belum mengenal jurus kak Saga yang ini. Mungkin bila AQ serang terus, dia akan ingat jurus-jurusnya!" gumam dalam hati Xin Xin yang terus menyerang Fang Chen dengan jurus tangan kosongnya.
Sekali dua kali Xin Xin terkena pukulan dari Fang Chen, dan demikian pula dengan Xin Xin yang berhasil memukul mundur Fang Chen.
"Kau..! hebat juga!" seru Fang Chen seraya memegang dadanya yang terkena pukulan dari Xin Xin.
"Biasanya kamu bisa mengalahkan ku untuk jurus tangan kosong, aku yakin kamu bisa mengalahkan ku!' seru Xin Xin untuk memancing emosi Fang Chen.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...