
Fang Chen dan Xin Xin menyerang Ju long dengan jurus pedang sepasang andalan keduanya pada saat di jamannya.
Ilmu pedang sepasang adalah ilmu pertalian jodoh. Ilmu ini bisa mengetahui jodoh pengguna ilmu pedang sepasang. Bila sepasang kekasih bersamaan mengunakanya, dan menimbulkan ledakan-ledakan, maka dia kelak akan berjodoh.
Dan nyatanya Fang Chen dan Xin Xin memanglah berjodoh sampai sekarang ini dan setiap menggunakan jurus pedang sepasang, maka muncullah ledakan-ledakan dahsyat yang terjadi di sekitar tempat pertarungan itu.
"Boum.... boum.... boum...!"
Ledakan kembali terjadi pada saat Xin Xin mengarahkan pedangnya dalam jarak jauh ke arah Ju Long.
Dengan cepat Ju long mampu menghindarinya. Dan pada saat Ju long menyerang dengan pedang naganya, Xin Xin dan juga Fang Chen mampu menangkis setiap serangang Ju Long.
"Jika begini terus hasilnya akan seri, mungkin ada cara lain untuk mengalahkan kak Ju long!" ucap dalam hati Qiao Li seraya berpikir.
Tiba-tiba saja Qiao Li teringat akan pesan Kakek Angin.
"Kak Ju long harus di jauhkan dari pedang naga api itu! iya, aku harus merebut pedang itu!'' gumam dalam hati Qiao Li yang bersiap ke tengah pertarungan.
"Hop hiaaat....!"
Qiao Li bersalto masuk ke arena pertempuran.
"Happ...!"
Gadis itu berhenti tepat ditengah pertarungan.
"Siapa kau?" tanya Fang Chen yang terkejut saat melihat ada sesosok orang yang memakai pakaian laki-laki yang sepertinya tidak asing baginya jika sesosok itu tak membelakangi Fang Chen.
"Ayah, ibu jangan khawatir! Aku Li'er!" jawab Qiao Li yang melihat ke kiri dan ke kanan tepat dimana kedua orang tuanya berdiri.
"Li'er? kenapa kamu memakai pakaian laki-laki?" tanya Xin Xin yang penasaran.
"Ceritanya panjang Bu, sekarang tugas Li'er merebut pedang Naga Apinya digunakan kak Ju Long itu!" jawab Qiao Li yang sudah bersiap untuk melawan Ju long.
"Hei, siapa kamu? mau apa ikut campur dalam urusanku!" seru Ju long yang penasaran.
"Apa kabar kak Ju Long." ucap Qiao li yang kemudian membuka ikatan rambutnya dan tersenyum pada kakaknya.
"Kamu! bukannya kamu gadis yang ada di pelelangan itu?" tanya Ju Long yang terkejut.
"Iya, ini aku yang merampas batu telur naga di pelelangan kemarin." jawab Qiao Li yang tetap mengulas senyumnya pada Ju Long.
"Seharusnya kamu kan sudah mati?" tanya Ju long yang penasaran.
"Iya seharusnya aku memang mati saat terkena jurus api naga kami dan aku terhempas jatuh ke dalam jurang di lereng gunung es!" jawab Qiao Li yang kemudian mengeluarkan pedang Azuyanya.
"Pedang Azuya!" panggil Qiao Li dan seketika itu juga muncul pedang Azuya di tangan gadis itu.
"Benar kau gadis itu!" seru Ju Long yang geram tapi dia penasaran kenapa gadis yang ada di hadapannya masih hidup setelah jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam itu.
"Sudah aku bilang kalau aku itu gadis yang ada di pelelangan itu, kemarin aku merebut batu telur naga kamu dan sekarang aku akan merebut pedang naga dari tanganmu!" seru Qiao Li dengan yakin.
__ADS_1
"Oh, coba saja!" seru Ju long yang sudah bersiap dengan pedang naga apinya.
Ju Long terus menyerang Qiao Li dengan pedang Naganya dan Qiao Li berusaha menangkis setiap serangan Ju long dengan pedang Azuya pemberian ibunya.
"Hopp hiaaat...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
Dan pertempuran itu terus berlangsung hingga menjauhi arena pertempuran yang ada di halaman penginapan pintu naga itu.
Terus berlangsung dan belum ada yang mengalahkan maupun di kalahkan.
Tanpa terasa hari telah berganti malam, pertempuran mereka sampai di bukit piramida. Dan keduanya sudah mulai kehabisan tenaganya.
"Wuzzzz...!"
Hawa dingin dari hembusan angin di bukit piramida merasuk ke tulang-tulang mereka.
Mereka yang tidak ada persiapan memakai pakaian tebal, gemetaran karena tak kuasa menahan dinginnya angin dari bukit piramida.
"Wuzzz...!"
Kembali hembusan angin itu menyelimuti mereka. Tiba-tiba telapak tangan Ju long mengeluarkan api.
"Hah, apa yang dia lakukan? jurus apa itu?" tanya Xin Xin yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Ju long dan Xin xin menghampiri Fang Chen.
Saat ini seluruh tubuh Ju Long diselimuti dengan api, dan api itu tak membakarnya bahkan seperti bersahabat dengan Ju long.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Fang Chen yang terus memperhatikan api yang menyelimuti tubuh Ju Long.
"Kau ingin merasakan lagi jurus naga Api ku?" seru Ju long yang membuat Qiao Li mundur beberapa langkah untuk menghindari juluran api yang ada di tubuh Ju Long itu.
"Gawat, aku pancing dia ke saja!" ucap Qiao Li yang berusaha menghindari serangan api Ju long dan terus melompat-lompat mengelak setiap api-api itu menyerangnya
"Sialan jangan menghindar terus kau!" seru Ju Long yang diselimuti api naga itu dengan geramnya.
"Coba saja kau kejar aku!" seru Qiao Li yang terus berlari, dan Ju long terus mengejarnya.
Tiba-tiba saja Ju long mengerahkan jurus api naganya dengan mengerahkan semua energynya di telapak tangannya.
"Wussss...!" Api dari tangan Ju long memanjang mengarah langsung ke arah Qiao Li.
"Boumm...!" Dan api itu menyambar lawannya.
"Aaagggrhh.....!" kali ini Qiao Li mampu menghindar dan membalikkan serangan api dari Hu Long dengan jurun pengendalian anginnya.
"Wuss...!"
__ADS_1
Ju Long tersentak kaget karena api yang digunakan untuk menyerang Qiao Li berbalik ke arahnya.
"Apa! sekarang kamu bisa menangkis seranganku!' seru Ju Long dengan geram.
"Tidak hanya menangkis, aku juga akan melepaskan pedang naga darimu!" seru Qiao Li yang melesat menuju ke arah Ju Long dengan dengan pedang Azuya di tangan kanannya.
"Hopp hiaaat...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
Kembali kedua pedang itu saling beradu dan Ju long menyempatkan waktunya menyerang Qiao Li dengan menggunakan jurus pengendalian anginnya.
"Wuss...!"
Kobaran api balik menyerang Ju Long dan terus menerus membuat Ju Long kewalahan.
Qiao Li memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali menyerang Ju Long dengan pedang Azuya.
"Hopp hiaaat...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Aaaghh....!"
Qiao Li dengan pedang Azuyanya berhasil membuat pedang naga terlepas dari tangan Ju long.
"Pedang Naga!" seru Juling mana kala pedang itu terlepas dari tangannya.
Qiao Li dengan jurus pengendalian anginnya, membuat pusaran angin yang membawa pedang Naga itu menjauh dari Ju Long.
Tiba-tiba pedang naga itu menghilang dengan sendirinya dari pusaran angin buatan Qiao Li.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1