Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Melawan Macan dan Serigala


__ADS_3

Si Macan berhasil menorehkan kuku cakarnya yang tajam itu ke lengan Qiao Li, yang mampu membuat lengan Qiao Li berdarah.


Qiao Li menggunakan jurus pengendalian air untuk menghentikan darah yang keluar dari tiga goresan cakar macan itu.


Setelah selesai, Qiao Li kembali bersiap dengan jurus tarian Dewi Cinta dengan menggabungkan jurus pedang Azuya.


"Hop hiaaat...!"


"Weeet...! weeet....! weeeet....!"


Qiao Li terus berkali-kali menyerang kedua binatang buas itu dan pedang Azuya mampu menggoreskan luka di tubuh kedua binatang itu.


"Sreet...! sreeet....!"


Kedua binatang itu jatuh dan terkapar tak berdaya.


"Ma'afkan aku, ini karena kalian yang memaksa menyerangku tadi. Sebetulnya aku tak berniat membunuh kalian!" seru Qiao Li yang kemudian menyimpan kembali pedang Azuya.


Gadis itu kemudian melangkahkan kaki meninggalka arena perkelahian tadi.


Baru saja Qiao Li melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kedua binatang buas yang telah tak tak berdaya itu, tiba-tiba langkahnya dihadang uluhan serigala yang siap menerkam Qiao Li.


Gadis itu kembali mengeluarkan pedang Azuya dan kemudian bersiap siaga menyerang binatang serigala-serigala itu.


"Hop hiaaat....!"


Gadis itu kembali menggunakan jurus tarian dewa cinta dan juga jurus pedang Azuya yang sudah hafal di luar kepala mereka


Si Macan berhasil menorehkan kuku cakarnya yang tajam itu ke lengan Qiao Li, yang mampu membuat lengan Qiao Li berdarah.


Qiao Li menggunakan jurus pengendalian air untuk menghentikan darah yang keluar dari tiga goresan cakar macan itu.


Setelah selesai, Qiao Li kembali bersiap dengan jurus tarian Dewi Cinta dengan menggabungkan jurus pedang Azuya.


"Hop hiaaat...!"


"Weeet...! weeet....! weeeet....!"


Qiao Li terus berkali-kali menyerang kedua binatang buas itu dan pedang Azuya mampu menggoreskan luka di tubuh kedua binatang itu.


"Sreet...! sreeet....!"


Kedua binatang itu jatuh dan terkapar tak berdaya.


"Ma'afkan aku, ini karena kalian yang memaksa menyerangku tadi. Sebetulnya aku tak berniat membunuh kalian!" seru Qiao Li yang kemudian menyimpan kembali pedang Azuya.

__ADS_1


Gadis itu kemudian melangkahkan kaki meninggalka arena perkelahian tadi.


Baru saja Qiao Li melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kedua binatang buas yang telah tak tak berdaya itu, tiba-tiba langkahnya dihadang uluhan serigala yang siap menerkam Qiao Li.


Gadis itu kembali mengeluarkan pedang Azuya dan kemudian bersiap siaga menyerang serigala-serigala itu.


"Hop hiaaat....!"


"Weeet....! weeet....!"


"Weeet....! weeet....!"


Satu dua serigala itu bersimbah darah karena tebasan pedang Azuya.


Melihat hal itu, sebagian dari serigala-srigala itu duduk berlutut, seolah meminta ampunan pada Qiao Li.


Dari sisi lain, ternyata sekelompok macan yang melihat Qiao Li yang membantai serigala-serigala itu, dan mereka juga duduk seperti berlutut untuk meminta ampun pada gadis pemilik pedang Azuya itu.


"Mereka berlutut padaku?" tanya Qiao Li uang tak percaya dengan apa yang telah terjadi.


"Sekarang kalian pergilah! aku akan melanjutkan perjalananku!" seru Qiao Li dengan memberikan aba-aba pada semua serigala dan juga macan-macan itu untuk pergi meninggalkannya.


Tinggalah seekor macan yang memiliki bulu berwarna putih dan yang paling besar diantara para macan. Dan macan itu menghampiri Qiao Li, dan hal itu membuat Qiao Li penasaran.


"Macan putih! kenapa kamu tidak pergi dari sini?" tanya Qiao Li yang tak berharap mendapat jawaban dari macan putih itu.


"Ka...kami bisa bicara?" tanya Qiao Li yang menatap macan putih itu dengan rasa penasarannya.


"Iya, pendekar! aku adalah siluman macan putih. Aku di takdirkan untuk mengawal pendekar yang membawa pedang Azuya. Karena aku yakin kalau nona bisa membawaku pada pemilik pedang Azuya sebelumnya." jelas Siluman macan putih itu pada Qiao Li.


"Jadi kamu peliharaan pemilik pedang Azuya yang sebelumnya?" tanya Qiao Li yang menyakinkan pendengarannya.


"Benar pendekar, jadi bolehkah aku ikut dengan Pendekar?" tanya siluman macan putih itu pada Qiao Li.


"Hm...! boleh, asal tidak merepotkan saja! he..he...!" jawab Qiao Li yang mengulas senyumnya.


"Terima kasih pendekar!" ucap siluman macan putih itu dengan duduk berlutut dan menundukkan kepalanya tanda memberi hormat pada Qiao Li.


"Namaku Qiao Li, dan sebaiknya kita cepat meninggalkan tempat ini." ucap Qiao Li yang memberi isyarat untuk bangkit dari duduknya.


"Terima kasih pendekar Li!" jawab Macan puti itu yang kemudian berdiri dan mengikuti Qiao Li yang melangkahkan kaki menjauhi tempat dimana banyak mayat binatang serigala yang terkapar karena bertemput dengan Qiao Li baru saja.


Namun sebelumnya Qiao Li menyembunyikan pedang Azuya-nya.


Setelah Qiao Li dan Siluman macan putih itu pergi meninggalkan bangkai-bangkai serigala dan seekor macan itu, satu persatu burung pemakan bangkai dan binatang lain yang juga pemakan bangkai di hutan belantara itu berdatangan.

__ADS_1


Seolah pesta besar mereka memakan bangkai -bangkai serigala dan seekor macan itu.


Sementara itu Qiao Li dan siluman macan putih terus melangkahkan kaki mereka menjauhi tempat itu, dan mereka tiba di sebuah danau kecil di dalam hutan tersebut.


"Kita istirahat di sini sebentar macan putih!" seru Qiao Li yang menebarkan pandangan kesekitarnya.


"Baiklah pendekar Li!" ucap siluman macan putih pada Qiao Li.


Kemudian mereka mencari tempat yang tangan untuk berteduh.


"Aku mau mencari ikan di danau ini, kamu tunggu di sini ya macan putih!" seru Qiao Li yang merasakan perutnya yang saat ini minta diisi.


"Iya pendekar, saya akan menunggu disini." ucap siluman macan puti yang kemudian memposisikan tubuhnya untuk berbaring.


Qiao Li melangkahkan kakinya menuju ke danau, dan ada keinginannya untu menyegarkan tubuhnya.


Gadis itu menceburkan dirinya ke dalam danau, dan merasakan kesegaran dalam air dingin air danau itu.


Setelah puas berenang, Qiao Li mencari ikan untuknya makan bersama siluman macan putih.


Lumayan banyak ikan yang didapatkan Qiao Li, dan gadis itu segera naik dan mengganti pakaiannya di balik batu yang mampu menutupi tubuhnya.


Selesai mengganti baju, Qiao Li membersihkan ikan-ikan yang dia dapatkan.


Setelah itu dia melangkahkan kakinya menghampiri Siluman macan putih sembari membawa ikan-ikan yang telah dia dapatkan.


"Wah, lumayan juga ikan yang anda dapat pendekar Li!" seru Siluman macan putih pada saat Qiao Li menghampirinya.


"Iya, dan sepertinya kita butuh kayu bakar juga!" seru Qiao li yang meletakkan ikan-ikan yang sudah dia bersihkan sebelumnya diatas batu.


Kemudian gadis itu mencari beberapa kayu bakar yang sudah kering di sekitar tempat mereka beristirahat.


Mulailah Qiao Li membuat perapian dan membakar ikan-ikan yang telah dia dapatkan.


Bau harum hasil bakaran ikan dengan perapian kayu bakar yang dibuat Qiao li , membuat perut siapa saja yang mencium aromanya akan mendadak bertambah keroncongan.


Qiao Li membagi makanannya berasal macan putih. Dan mereka memakan ikan bakar itu dengan lahapnya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2