Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Melawan dua orang berambut putih


__ADS_3

"Lebih baik aku bantu mereka!" gumam dalam hati. Kemudian Qiao Li membaur dengan para anggota yang mengepung dua orang yang melawan mereka.


Sedangkan dua orang yang melawan Qiao Li, telah melarikan diri meninggalkan penginapan.


Kemudian Qiao li berlari menghampiri para anggota sekte bambu kuning yang telah mengepung dua orang yang merupakan teman dari kedua orang yang telah melawan Qiao Li.


Gadis itu masuk ke barisan dan maju diantara barisan para anggota sekte bambu kuning.


"Apa tujuan kalian datang kemari? dan siapa ketua kalian?" tanya Qiao Li dengan menatap tajam kedua orang itu.


"Pantang bagi kami memberitahukannya pada kalian!" jawab salah satu diantara mereka.


"Apa kamu bilang!" seru salah satu anggota sekte bambu kuning yang geram dan hendak maju menyerang kedua orang itu, namu Qiao Li memberikan kode dengan tangannya aga anggota sekte bambu kuning itu menghentikan aksinya.


"Kenapa anda menghalangiku saudariku Lier?" tanya anggota sekte bambu kuning itu yang menatap Qiao Li dengan penasaran.


"Biar aku saja yang menghadapi kedua orang itu." jawab Qiao Li yang menghapus rasa penasaran salah satu anggota sekte bambu kuning yang sedang penasaran itu.


"Baiklah, silahkan saudariku!" balas anggota sekte bambu kuning itu.


"Hei, mengapa hanya kau bocah yang maju? apa yang lainnya itu orang-orang pengecu! hingga mengandalkan bocah untuk melawan kami berdua?" ejek kedua laki-laki itu yang setelah diperhatikan rambut mereka memutih, walaupun mereka terbilang masih muda.


"Apa kalian sudah puas bicaranya?" ucap Qiao Li yang bertanya pada kedua orang berambut panjang itu.


"Oh, besar juga nyali kamu anak manis!" seru salah satu laki-laki itu dengan seringai senyum sinisnya.


Tanpa banyak kata lagi, Qiao Li menggerkan kedua tangannya dan mengumpulkan udara sedikit demi sedikit, kemudian udara tersebut menjadi sebuah pusaran angin kecil dan Qiao Li mengarahkannya pada kedua orang yang berambut putih itu.


"Jurus apa ini!" seru salah satu orang berambut putih itu yang terkejut karena melihat jurus yang belum pernah dia lihat sebelumnya.


"Aku juga tidak tahu, jurus apa yang gadis itu gunakan!" balas laki-lakibyang berambut putih lainnya.


Kemudian isi Li mengarahkan pusaran angin kecilny pada kedua orang yang berambut putih itu. Dan pusaran angin itu membuat kedua orang itu berputar-putar mengikuti arang angin yang kadang membuat keduanya bertabrakan dan akhirnya mereka tak sadarkan diri.

__ADS_1


Qiao Li menghilangkan pusaran angin itu dan menghampiri kedua orang berambut putih itu yang telah terkapar tak berdaya itu.


"Kita apakan mereka saudariku, Li'er!" tanya salah satu anggota sekte bambu kuning itu yang juga menghampiri kedua laki-laki berambut putih itu.


"Sebaiknya kita bunuh sekalian saudari Li!" seru anggota sekte bambu kuning lainnya.


"Tunggu jangan dibunuh, aku akan memberikan pelajaran pada mereka!" seru Qiao Li yang menjawab seruan para anggota sekte bambu kuning lainya. Dan mereka memperhatikan apa yang akan dilakukan Qiao Li.


Gadis itu menempelkan telapak tangan mereka ke bahu laki-laki berambut kuning itu satu-satu. Dan tiba-tiba muncullah suara seperti bara yang dicelupkan dalam air.


"Cess...!"


"Aaaarghh...!" kedua orang berambut putih itu mengerang kesakitan.


Dari kedua telapak tangan Qiao Li, muncullah asap tipis berwarna putih mengepul dianntara tepi telapak tangan Qiao Li.


"Apa uang saudara Li lakukan itu?' tanya salah satu anggota sekte bambu kuning itu yang penasaran.


"Entahlah nampaknya setelah dari pengembaraannya, saudari Li ini mendapatkan jurus-jurus yang langka!" jawab anggota sekte bambu kuning lainnya.


Rupanya Qiao Li menggunakan jurus pemindah energi yang dia kembangkan sendiri menjadi jurus peguras energi dengan menggunakan kedua orang berambut putih itu sebagai kelinci percobaannya.


Dan jurus yangvdia kembangkan itu berhasil, kedua orang berambut putih itu kini tak memiliki energi tenaga dalam dari jurus apapun selain energy murni manusia pada umumnya.


"Aku sudah menghilangkan tenaga dalam kedua laki-laki ini. Sekarang terserah kalian, mau diapakan kedua laki-laki ini!" seru Qiao Li yang menatap para anggota sekte bambu kuning yang masih belum percaya dengan yang dilakukan Qiao Li.


"Sebaiknya kita buang ke gurun saja!" seru salah satu diantara anggota sekte bambu kuning yang ada di deretan di belakang Qiao Li.


"Ah, kita bunuh saja! Bereskan!" seru yang lainya.


"Begini saja! Kita obati mereka dan pekerjakan mereka di bagian kandang kuda. Apa kalian setuju!" usul Qiao Li yang membuat para anggota bambu kuning itu saling pandang.


"Ah, bagus juga usul saudari Li ini! Kita pekerjakan mereka khusus dibagian kotoran kuda! setuju tidak!" seru salah satu anggota sekte bambu kuning yang di balas anggukan anggota sekte bambu kuning lainnya.

__ADS_1


"Setuju!" seru para anggota sekte bambu kuning yang lainnya.


"Baiklah sebagian bawa mereka kebelakang dan sebagian bantu saya membereskan tempat ini yang telah porak poranda akibat pertarungan singkat tadi!" perintah Qiao Li dan para anggota sekte bambu kuning itu terbagi menjadi dua bagian.


Satu bagian membawa kedua orang berambut putih itu ke belakang, untuk mereka obati. Dan sebagian lagi menata ulang letak perabotan di ruang utama penginapan.


Beberapa hari kemudian keadaan di penginapan pintu naga, kembali seperti biasanya tenang dan masih melayani para tamu yang menginap dan keluar dari penginapan.


Kedua orang yang berambut putih itu telah sembuh dari luka-lukanya, dan para anggota sekte bambu kuning memberi mereka pekerjaan. Yaitu mengurus kotoran kuda-kuda yang ada di kandangnya, dan anggota sekte bambu kuning yang biasa bekerja dibagian kotoran kuda sekarang bekerja di bagian pencari rumput untuk makanan kuda.


Hari Demi hari berjalan dengan lancar, dan para tamu silih berganti datang dan pergi, ada kalanya Qiao Li membantu membuat hidangan makanan yang dipesan para tamu.


Mereka bergotong-royong menjaga dan melayani para tamu yang menginap maupun sekedar mampir untuk makan.


Hingga suatu hati, terlihat dari jauh rombongan berkuda dalam jumlah yang banyak menuju ke penginapan pintu Naga.


"Lihat itu! mereka mau menginap atau mau menyerang penginapan kita?" tanya salah satu penjaga pintu gerbang penginapan pintu naga.


"Kita harus tetap hati-hati! beritahukan yang lainnya!" seru salah satu penjaga itu pada temannya.


"Baiklah!" balas penjaga kedua yang kemudian bergegas berlari untuk memberitahu yang lainnya untuk waspada.


Dan berita itu sampai ditelinga Qiao Li, dan gadis itu kemudian melangkahkan kaki bersama para anggota sekte bambu kuning yang lainnya menuju ke halaman penginapan pintu naga.


Mereka sudah bersiap menyambut kedatangan rombongan berkuda yang dalam jumlah yang tidak sedikit itu.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2