
Suara itu semakin keras terdengar, dan tibalah mereka di depan pintu tempat latihan dimana Hua Tian dan Fang Chen sedang melatih beberapa orang penduduk yang akan di persiapkan ikut dalam pemberontakan nanti.
Qiao Li melihat Fang Chen yang sedang memberi materi dan strategi dalam berperang.
Gadis itu dengan setengah berlari melangkahkan kakinya menghampiri Fang Chen.
"Ayah!" panggil Qiao Li yang reflek begitu saja, dan membuat yang mendengarnya pun menoleh ke arahnya.
"Li'er!" panggil Fang Chen yang tak percaya dengan yang dilihatnya.
Demikian pula dengan Hua Tian yang saat itu bersama Fang chen, melatih para relawan yang berniat melakukan pemberontakan di kerajaan Ming.
Fang Chen dan Hua Tian dengan setengah berlari mendekati Qiao Li.
"Apa benar kamu itu Li'er?" tanya Fang chen yang tak percaya .
"Benar Ayah, saya Li'er, putri angkat bibi Feng." jawab Qiao Li yang langsung menubruk, memeluk Fang Chen.
."Li'er, kamu tetap saja memanggilku Ayah?" tanya Fang Chen yang sedikit merasa risih.
"Memang sebenarnya anda ayah saya!" jawab Qiao Li yang tetap dalam pendiriannya.
""Sudah-sudah, Li'er saat ini bibi Feng tidak ada di sini. Kemungkinan besok beliau akan kemari." ucap Hua Tian yang kemudian membubarkan acara latihan karena memang sudah selesai.
"Aku kemari karena ingin bertemu dengan ayahku." ucap Qiao Li uang sangat yakin kalau Fang Chen adalah ayahnya.
"Ayo sebaiknya kita ke aula pertemuan dan ceritakanlah kenapa kamu bisa selamat pada saat kebakaran di penginapan mawar gurun?" tanya Hua Tian yang penasaran sambil melangkahkan kaki menuju ke aula pertemuan dengan diikuti Fang Chen dan juga Qiao
"Baiklah paman, ayo aku juga ingin bertemu dengan bibi Qiu" ucap Qiao Li sembari mengulas senyumnya mengikuti Hua Tian dan Fang Chen.
Tak berapa lama mereka telah sampai di aula pertemuan, dimana di dalam aula telah berkumpul dua Patriak dan juga para pendiri sekte bambu kuning lainnya.
Patriak An, Patriak Jingmi, Yan Qiu,Chen kun dan yang lainnya.
Tak berapa lama mereka telah sampai di aula pertemuan.
"Patriak An, Patriak Jingmi kami memberi salam" ucap Hua Tian yang memberi salam saat sudah menghadap di aula pertemuan.
"Li'er!" panggil Yan Qiu saat melihat Li'er dan segera memeluk gadis itu.
__ADS_1
"Benarkah ini kamu Li'er?" tanya Yan Qiu yang masih belum percaya.
"Iya, ini Li'er, dan Li'er masih sehat tak kurang suatu apapun" ucap Qiao Li .
"Bagaimana kamu bisa selamat sampai disini Li'er?" tanya Yan Qiou yang penasaran.
"Ini semua berkat Daiyu Yaang membawaku ke ruang rahasia di bukit Piramida." Jawab Qiao Li yang sebenarnya.
"Oh masih ada di hatinya rupanya?" ucap Yan qiu yang belum percaya seratus persen dengan apa yang di katakan Qiao Li.
Kemudian mereka berbincang-bincang tentan setahun yang telah berlalu.
Hari sudah beranjak malam hari, setelah makan malam bersama, mereka istirahat di tempat peristirahatan masing.
Keesokan harinya setelah sarapan, para anggota sekte putih mulai berdatangan.
Termasuk juga dengan sekte walet putih, Patriak Qiao Feng, Ming mei, dan Chaihong juga hadir dalam pertemuan kali ini.
"A-apa itu putri angkatku Li'er?" tanya Qiao Feng saat melihat Qiao Li dengan terkejut.
"Bibi feng!" panggil Qiao Li uang berlari menghampiri Qiao Feng.
"Kau ternyata masih hidup Li'er!" seru Qiao Feng yang begitu bahagianya.
"Iya Bu, Li'er masih hidup!' ucap Qiau Li saat melepas pelukan mereka.
"Bagaimana kamu bisa masih hidup putriku dan sampai disini?" tanya Qiao Feng yang mengajak Qiao Li untuk duduk di bangku yang paling dekat dengan mereka.
"Walau pun Bibi Daiyu kelihatannya bengis dan jahat, tapi dia secara tak langsung menyelamatkan Li'er" jelas Li'er seraya menatap orang-orangbyang ada dihadapannya yang ikut menyimak apa yang di ceritakan Qiao Li.
Qiao Li kemudian menceritakan dimana dirinya bersama Daiyu dalam kesehariannya di dalam ruang rahasi di bawah bukit Piramida.
Namun gadis itu tak menceritakan tentang dirinya yang menemukan dan mempelajari jurus memindah energi pada semua orang yang ada di ruang pertemuan itu.
"Jadi begitu ya, hebat kamu bisa keluar dari ruang rahasia itu" ucap Yan Qiu yang juga ikut duduk di samping Qiao Li.
"Tidak juga, aku masih di bantu sama Daiyu" kata Qiao Li kepada semua yang ada dihadapannya.
Kemudian Qiao Li menceritakan pertemuannya dengan ibu kandungnya. Hingga kembali ke dalam ruang rahasia di bawah bukit Piramida.
__ADS_1
"Terus dimana sekarang ibu kandung kamu Li'er?" tanya Qiao Feng yang penasaran.
"Kami berpisah untuk mencari ayah dan kakak Li'er." jawab Qiao Li.
"Jadi begitu, kenapa kalian tidak bersama, kan lebih bisa saling menjaga?" tanya Yan Qiu yang penasaran.
"Kami tidak bisa melakukannya, itu semua karena kami mendapat informasi kalau kakak dan ayah saya jatuhnya berlainan tempat dan berseberangan" jawab Qiao Li yang sengaja tak mengikut sertakan kisah batu impian.
"Sungguh tragis kisah kamu ya Li'er?" tanya Hua Tian yang ikut dalam pembicaraan itu.
"Kalau boleh ibu Feng tahu, kamu bilang kalian jatuhnya tak bersamaan. memangnya kalian jatuh dari mana?" tanya Qiao Feng yang masih penasaran.
"Kami dahulu adalah keluarga kecil dari masa depan, terdiri dari ayah ibu dan dua anak kembar laki-laki dan perempuan. Dan yang perempuan itu adalah aku. Kami terjebak dalam pusaran angin yang membawa kami pada pusaran waktu. Kami semua terombang-ambing dalam pusaran angin itu." jelas Qiao Li dan semua memperhatikan dengan seksama.
"Ibu kandung Li'er mengatakan kalau ayah jatuh setelah aku, dan ayah tak memakai pelindung pada waktu itu" lanjut Qiao Li yang membuat Hua Tian dan Yan Qiu saling pandang dan keduanya memandang kearah Fang Chen.
"Hei, kenapa kalian berdua memandangku seperti itu?" tanya Fang Chen yang bingung sendiri
"Sebetulnya apa yang kalian berdua sembunyikan? katakan pada kami?" tanya Ming Mei yang sedari tadi diam namun mengikuti arah
pembicaraan mereka.
"Kami hanya mengingat pada waktu pertama kali menemukan Fang Chen, dan sepertinya kami membuat kesimpulan kalau Fang Chen benar ayah kamu Li'er!" ucap Hua Tian seraya menatap Fang Chen yang masih dengan rasa bingungnya.
Yan Qiu membalikkan tubuhnya membelakangi semuanya dan melangkahkan kaki sedikit menjauhi mereka yang sedang berkumpul.
Terdengar suara Isak tangis gadis itu, kemudian Qiao Li menghampiri Yan Qiu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1