
Gadis itu seketika ambruk diatas tempat tidur dengan posisi tengkurap.
Qiao Li larut dalam mimpinya, tanpa menyadari ada dua orang dengan jubah hitam masuk lewat Jendela dan menggeledah barang - barang serta tubuh Qiao Li.
Namun apa yang dia cari tak diketemukannya.
"Dimana gadis ini menyembunyikan pedang itu?" tanya salah satu orang yang berjubah hitam itu.
"Entahlah! tapi tadi jelas - jelas kalau dia membawa pedang itu dan membantai kita! kenapa hilang begitu saja?" jawab sekaligus tanya laki - laki berjubah itu.
Sebaiknya kita ikat, lalu kita bawa menghadap Patriak Yao!" seru laki - laki berjubah yang pertama.
"Iya, aku setuju!' seru laki -laki berjubah yang kedua.
Dan mereka mulai bersiap mengikat Qiao Li dengan tali. Namun belum sempat mereka mengikat tangan dan kaki Qiao Li, tubuh Qiao Li bergerak dengan hebat dan mengeluarkan cahaya hijau yang menyilaukan mata.
Tiba - tiba pedang Azuya keluar dengan sendirinya dan seolah melindungi tuannya, menyerang kedua orang yang mengganggu Qiao Li tersebut.
Kedua orang yang memakai jubah hitam itu, lari tunggang langgang karena serangan dari pedang Azuya tersebut.
Setelah kedua laki - laki tersebut meninggalkan kamar Qiao Li, pedang Azuya kembali masuk ke tubuh gadis yang sedang tertiDur pulas itu.
Beberapa jam kemudian, matahari telah muncul dari peraduannya dan menyembulkan sinarnya yang jingga keemasan.
Kicauan burung pun bersautan dan demikian pula dengan ayam yang berkokok dengan riuhnya.
Qiao Li bangun dari tidurnya yang nyenyak, dan dia menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Selesai membersihkan tubuhnya, Qiao Li mengganti pakaiannya dan tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu di luar kamarnya.
"Tok..tok..tok..!"
"Ya sebentar!"jawab Qiao Li yang melangkahkan kakinya menuju ke pintu.
"Ada apa ya?" tanya Qiao Li saat pintu kamar terbuka dan nampaklah seorang pelayan yang berada di depan pintu kamarnya.
"Ma'af sarapan ada di rumah makan kami. mohon untuk segera turun" pesan si pelayan tadi.
"Baik, terima kasih. Sebentar lagi saya akan turun sekalian akan keluar dari penginapan ' jelas Qiao Li.
"Terima kasih, permisi“ ucap si pelayan tadi.
"Iya, sama - sama" ucap Qiao Li yang kemudian membalikkan badannya untuk berkemas - kemas dan melangkahkan kakinya meninggalkan kamar yang semalam dia tidur di dalamnya.
Tak berapa lama Qiao Li sampai di rumah makan penginapan, nampak begitu banyak orang terutama yang memakai jubah hitam dan rata - rata dari memandang Qiao Li dengan penasaran.
Gadis itu merasakannya, namun tetap diam dan berusaha untuk tenang.
Dia tetap melangkahkan kakinya dengan tenang dan mencari tempat duduk yang nyaman untuknya.
__ADS_1
"Duduk disini saja!" gumam dalam hati Qiao Li, yang sebenarnya ingin cepat meninggalkan Penginapan itu.
Tak berapa lama datang seorang pelayan wanita yang memberikan daftar menu. Qiao Li membacanya dan kemudian memesan makanan seleranya.
"Saya pesan bebek goreng saja dan minumnya teh hijau manis." ucap Qiao Li yang memesan pada pelayan tadi.
"Baik akan segera kami buatkan" ucap pelayan tadi dengan menundukkan kepala dan membalikkan badannya, kemudian dia meninggalkan Qiao Li.
Gadis itu masih melihat orang - orang yang berjubah hitam itu tetap mengawasinya dengan penasaran.
"Apa yang mereka lihat dari diriku? apa mereka hendak berbuat jahat?" gumam dalam hati Qiao Li yang tetap diam di tempatnya.
Tak berapa lama, pelayan datang dengan membawa pesanan Qiao Li diatas nampannya.
"Ini makanannya nona" ucap pelayan itu seraya meletakkan pesanan Qiao Li.
"Terima kasih" ucap Qiao Li yang kemudian siap untuk menyantapnya.
Tak berapa lama Qioa Li gelas selesai sarapan, kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke meja resepsionis dan membayar jasa penginapan serta makannya.
"Berapa uang yang harus saya bayar untuk semalam ini?" tanya Qiao Li saat berada dihadapan resepsionis tersebut.
" Dua keping uang emas nona!" jawab Resepsionis tersebut seraya menyodorkan nota yang dia buat pada Qiao Li.
"Ini terimalah!" Ucap Qiao Li sembari menyerahkan dua keping emas yang dia ambil dari cincin bermata birunya.
"Terima kasih" ucap resepsionis itu sembari menganggukkan kepalanya.
Penjaga kuda mengantarkan kuda putih milik Qiao Li ke hadapan Qiao Li. Gadis itu menunggangi kudanya dan memacunya keluar dari kawasan penginapan.
"Hopp hia...hia...hia...!"
"Drap...drap...drapp...!"
"Hia...hia...hia...!"
"Drap...drap...drapp...!"
Laju kuda putih terus melaju ke arah barat, ada rombongan berkuda yang ditunggangi laki - laki berjubah hitam mengejar Qiao Li tanpa sepengetahuan gadis itu.
Dan di saat yang tak diduga, gerombolan berjubah hitam itu melemparkan tombak ke arah kuda putih.
"Sreeet...jleb!" Tombak itu mengenai tubuh kuda putih.
Kuda itu pun meringkik kesakitan dan seketika ambruk dan. Qiao Li pun ikut terjatuh menghantam tanah.
"Brugh...!"
"Aargh..!" Qiao Li mengerang kesakitan.
__ADS_1
"Putih...!" panggil Qiao Li yang menyadari apa yang terjadi pada kuda putih itu.
"Kurang ajar!" umpat Qiao Li yang tertatih berupaya berdiri dari posisi terjatuhnya.
"Kau gadis yang membawa pedang Azuya! serahkan pedang itu pada kami!" seru salah satu dari gerombolan laki - laki berjubah hitam itu.
"A..apa pedang Azuya? aku tidak membawanya!" seru Qiao Li yang mencoba berbohong.
"Oh, cari mati kau rupanya!" seru laki - laki berjubah yang sepertinya dia pemimpin dari gerombolan laki -laki berjubah hitam itu.
Mereka bersiap mengepung dan bersiap dengan menggunakan senjata mereka untuk menyerang Qiao Li.
Tak ada kesempatan gadis itu untuk mengambil kerikil.
"Sial! AQ dikepung, dan tak sempat mengambil kerikil. Dengan terpaksa aku akan mengeluarkan pedang Azuya!" gumam dalam hati Qiao Li yang kemudian dia bersiap memanggil pedang Azuya.
"Pedang Azuya!"
"Akhirnya kau mengeluarkan pedang Azuya juga!" seru ketua dari gerombolan laki - laki berjubah hitam itu.
" Tak peduli dia wanita, serang..!" seru laki - laki berjubah hitam di sisi lain dari kepungan itu.
"Hopp hiaat...!"
"Trang...Trang...Trang...!"
Pertempuran yang tak bisa dihindari oleh Qiao Li.
Laki - laki berjubah hitam itu beramai - ramai mengeroyok Qiao Li, gadis itu menghentakkan kakinya dan melompat ke atas dengan berputar.
"Pedang Azuya!''
Qiao Li memanggil pedang Azuya untuk menyimpannya, karena situasi yang tak memungkinkan tangannya memegang pedang Azuya untuk saat ini.
Beberapa laki - laki berjubah hitam itu melempar tombak ke arah Qiao Li, dengan cepat gadis itu menangkap tombak - tombak itu dan dengan sekejap dikembalikan pada pemiliknya sebelum dirinya menginjakkan kakinya ke tanah.
"Jleb...jleb...jleb...!"
Tombak - tombak itu mengenai sasarannya, dan berkuranglah lawan. yang di hadapi Qiao Li.
Disaat lawannya lengah, Qiao Li yang turun dari melompatnya menyempatkan dirinya untuk mengambil beberapa kerikil.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...