Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Teman Masa Kecil Pangeran


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat sebuah pohon yang besar, tanpa daun berdiri kokoh diantara salju putih yang membentang luas bak karpet putih itu.


Akhirnya setelah beberapa menit kemudian mereka sudah tiba depan pohon besar itu.


"Dimanakah tempat kalian?" tanya Siluman Macan putih yang penasaran.


"Anda bisa saja lihat nanti apa yang kami lakukan!" seru salah satu anggota sekte salju abadi itu yang kemudian mengetuk pohon itu sebanyak tiga kali dan berseru.


"Tokk.... tokk...tok....!"


"Kami datang, bukalah!" seru salah satu sekte salju abadi itu.


Dan tiba-tiba di pohon itu membentuk sebuah pintu dan pintu itu terbuka.


"Kalian disini, saya akan menemui ketua terlebih dahulu!" seru salah satu anggota sekte salju abadi itu.


"Baiklah!" ucap Qiao Li dan anggota sekte salju abadi itu masuk ke dalam pohon besar melalui pintu yang terbuka.


Tak butuh waktu yang lama, anggota sekte salju abadi yang masuk ke dalam pintu tadi keluar bersama seorang perempuan yang sangat cantik jelita.


Namun ada raut kesedihan diri matanya.


"Kwee Hu!" Suara dari hati Qiao Li yang memanggil permpuan yang datang menghampiri Qiao Li dan siluman macan putih.


"Siapa? Kwee hu?"tanya dalam hati Qiao Li yang penasaran.


Ternyata suara dari dalam hati Qiao Li yang memanggil nama Kwee Hu tadi adalah suara dari roh pangeran Zhu you.


"Ketua, dia pendekar Li yang saya maksudkan!" ucap anggota sekte salju abadi itu pada perempuan berpakaian serba putih yang bersamanya.


"Oh, jadi kamu pendekar Li?" tanya ketua sekte salju abadi itu pada Qiao Li.


"Iya, saya Qiao Li!" jawab Qiao Li dengan memberi sikap hormat.


"Pendekar Hu, apa kabar!" panggil siluman macan putih pada ketua sekte salju abadi.


"Apa kau siluman macan putih teman pangeran You?" tanya ketua sekte salju abadi yang bernama Kwee Hu itu pada Siluman macan putih dengan lirih.


"Benar, bukankah Anda juga...!" ucap siluman macan putih yang belum selesai bicara, Kwee hu sudah memberi tanda untuk berhenti bicara.

__ADS_1


"Ssssst....!"


"Sebaiknya kita jangan bicara disini!" seru ketua sekte salju abadi itu yang kemudian mengarahkan tangan kanannya ke arah salju yang semakin menebal itu.


"Shoooot....!"


Terbukalah jalan lurus ke hamparan salju yang semakin menebal itu.


"Kita akan kemana?" tanya Qiao li yang penasaran.


"Kita tinggalkan tempat ini, ada yang ingin aku bicarakan dengan anda pendekar Li!" jawab ketua sekte salju abadi di yang menatap Qiao Li.


"Baiklah, aku setuju!" jawab Qiao Li seraya menganggukkan kepalanya.


"Biar lebih cepat sampai, bagaimana kalau kalian naik ke punggungku!" seru siluman harimau putih itu yang menawarkan diri.


"Oh, itu lebih baik dan sangat membantu sekali!" seru ketua sekte Salju Abadi itu seraya mengulas senyumnya.


Kemudian siluman macan putih menurunkan tubuhnya dan kedua perempuan itu yang kemudian naik dan berpegangan di atas punggung siluman macan putih itu.


"Kalian semua, jaga rumah kita dengan baik! Saya hanya pergi sebentar saja!" seru ketua sekte salju putih itu pada para anggotanya .


Setelah itu Siluman macan putih terus berlari menyusuri jalanan yang telah dibuat ketua sekte salju abadi.


Mereka terus menjauh dari pohon besar itu dan kini tiba di hamparan salju yang terus menebal.


Hawa dingin tidak mereka rasakan, karena perjalanan mereka yang cukup jauh.


"Kita berhenti disini saja macan putih!" seru Ketua sekte salju putih itu pada siluman macan putih.


Dan Siluman macan putih itu berhenti, kemudian dia merendahkan tubuhnya agar kedua perempuan yang duduk diatas punggungnya untuk bisa turun.


"Pendekar Li, bisa kamu tunjukkan pada saya apa benar anda menguasai jurus pengendali air dan angin?" tanya Kwee Hu dengan penasaran.


"Oh, tapi jurus aku tidak seberapa." ucap Qiao Li.


"Saya hanya mau memastikannya saja!" seru Kwee hu yang menatap wajah Qiao li yang memakai cadar putih itu.


"Baiklah!" ucap Qiao Li yang kemudian menggerakkan tangannya dan dia menunjukkan jurus pengendalian air dan angin pada Kwee Hu.

__ADS_1


Ketua sekte salju putih itu memperhatikannya dengan seksama. Dan saat ini dia yakin kalau gadis di depannya memang gadis yang dia cari selama ini.


"Sudah pendekar Li, aku ingin bercerita pada kalian semua. Namaku Kwee hu, dan aku adalah teman sepermainan dan seperguruan pangeran You si pemilik pedang Azuya dan pewaris tahta kerajaan Ming." cerita Kwee hu.


Qiao Li dan siluman macan putih memperhatikannya dengan seksama.


"Waktu itu ada skandal di kerajaan Ming, dimana selir Wan yang tak menginginkan kelahiran dan kehadiran pangeran You. Beliau selalu membuat masalah dengan ibunda pangeran hingga ibunda pangeran You meninggal dunia. Dan tiba-tiba pangeran You menghilang. Saya terus mencari pangeran bersama siluman macan putih, dan kami berpisah." lanjut cerita Kwee Hu.


"Iya waktu itu aku ke arah timur dan kamu kemana pendekar Hu?" tanya siluman macan putih yang penasaran.


"Waktu itu saya ke arah barat dan saya mendengar kabar kalau pangeran ditahan oleh Bao Rong, yaitu si Ratu Salju. Karena itulah aku berusaha menjadi murid beliau dan aku beehasil menjadi murid favoritnya. Dan akhirnya saya berhasil menjadi muridnya dan bisa leluasa menyelidiki istana ratu salju." ucap Kwee Hu Yaang menjelaskan.


"Lalu apa benar pangeran you berada di istana ratu salju?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Iya, pangeran You ada di dalam istana. Dan ternyata tak bisa membebaskannya, karena pangeran terbungkus es yang berlapis-lapis. Sedangkan jurus yang saya pelajari pada guru Rong, hanya akan menambah ketebalan lapisan es yang membungkus tubuh pangeran You." ucap Kwee Hu yang nampak sekali raut kesedihannya.


"Lantas kenapa anda bisa berada di hutan salju abadi?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Waktu itu saya putus asa dalam usaha membebaskan pangeran You, akhirnya saya pergi dari istana salju yang terletak di gunung es itu. Saya terus berjalan, hingga saya dapat mengumpulkan tiga batu keramat yang menurut cerita dapat mengabulkan keinginan. Kemudian saya bertemu dengan kak Bing Wen. Dan kami menikah dengan perjanjian, akan mengumpulkan baru keramat secara bersamaan untuk membebaskan pangeran Yuo." jelas Kwee hu panjang lebar.


"Menikah? lantas dimana Bing Wen sekarang?" tanya siluman macan putih yang penasaran.


"Siapa sangka kak Wen mendaoatka pedang Naga api, yang entah dari mana dia mendapatkannya. Sejak saat itulah kak Wen menihmggalkan saya, dia punya tekat mau mengumpulkan batu keramat dengan usahanya sendiri, dan saat ini dia berada di blok barat. Kak Wen mendirikan sekte yang bernama sekte Sanca Kembang. Sejak saat itulah kami tak ada hubungan lagi." jawab Kwee Hu yang meneteskan air matanya.


"Pedang naga Api?" gumam Qiao Li yang memegan dagunya


"Iya, apa kamu tahu tentang pedang itu pendekar Li?" tanya Kwee hu yang penasaran.


"Kakak Hu, pedang itulah yang merubah sikap dan sifat suami kamu, karena kakak saya adalah pemilik pedang naga api tersebut!" seru Qiao li yang menatap Kwee hu dengan rasa cemas.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2