
Mereka sudah bersiap menyambut kedatangan rombongan berkuda yang dalam jumlah yang tidak sedikit itu.
"Kira-kira siapa mereka ya?" tanya salah satu anggota sekte bambu kuning yang bersama Qiao Li melihat segerombolan orang yang datang.
"Kita lihat saja nanti, apa mau mereka!" seru anggota sekte bambu kuning yang lainnya.
"Nampaknya mereka sama seperti dua orang yang kita lawan tempo hari?" tebak Qiao Li yang terus melihat ke arah gerombolan itu.
"Benar, mereka semuanya berambut putih! Jangan-jangan mereka menuntut balas dengan dua anggota mereka?" jawab sekaligus tanya salah satu anggota sekte bambu Kuning yang ada disamping Qiao Li.
"Iya mereka semua berambut putih!" seru yang lainnya.
"Saudara Li, saya tahu mereka adalah para anggota sekte Rambut putih yang terkenal dengan jurus seratus pedangnya. Karena kecepatan mereka dalam memainkan pedangnya." kata anggota sekte bambu kuning yang dari barisan belakang, dia berusaha maju untuk memberitahu Qiao Li apa yang dia tahu.
"Oh, jadi begitu ya!" sahut Qiao Li yang menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang dimaksudkan anggota sekte bambu kuning itu.
"Baiklah, jika mereka berniat jahat nanti kita lawan mereka. Kalian melawan para anggota sekte rambut putih, biar aku yang melawan pimpinan gerombolan itu!" seru Qiao Li yang membagi tugas.
"Baiklah saudara Li!" jawab semua anggota sekte bambu kuning serentak dan kemudian mereka mempersiapkan diri mereka, dengan mengambil senjata yang diperkukan dalam menghadapi lawan mereka nantinya.
"Ingat! walaupun kita kalah jumlah, jangan takut apalagi mundur. Kita di pihak yang benar, karena kita mempertahankan diri kita. Jika kita mati, maka kita mati dengan ksatria!" seru salah satu anggota sekte bambu kuning yang memimpin anggota bambu kuning lainnya itu, sambil menebarkan pandangannya pada anggota sekte bambu kuning lainnya.
"Siap!" seru semua anggota sekte bambu kuning yang kemudian mengambil senjata mereka dan kembali masuk barisan untuk mempersiapkan diri mereka, melawan orang yang akan berniat jahat pada mereka nantinya.
Beberapa menit kemudian, gerombolan berkuda dengan rata-rata penunggang kudanya berambut putih it, tiba di hadapan Qiao Li dan anggota sekte bambu kuning lainnya.
"Berhenti!" seru salah satu orang berambut putih yang berada di urutan depan diantara yang lainya.
"Disinilah ketua, dan itu gadis yang kami ceritakan!" seru salah satu orang yang ternyata dia yang melawan Qiao Li dan melarikan diri dari penginapan pintu naga itu sambil menunjuk ke arah Qiao Li.
"Jadi gadis itu yang kamu sebut punya jurus yang aneh itu?" tanya orang berambut putih, yang di sebut ketua itu dengan penasaran.
"Iya ketua!" jawab laki-laki itu dan mereka menatap Qiao Li dengan tatapan kekesalan dan ada api dendam di mata mereka.
Sementara itu Qiao Li memberitahukan apa yang dia ketahui.
"Dua diantara mereka adalah kedua orang yang kabur tempo hari!" seru Qiao Li yang mengingat wajah penyerangnya.
"Oh, jadi mereka mengadu pada ketua mereka!" seru salah satu anggota sekte bambu kuning yang berada di belakang Qiao Li.
__ADS_1
"Semuanya! tingkatkan kewaspadaan kita!" seru Qiao Li yang terus memperhatikan gerak-gerik tamu tak diundangnya itu.
Qiao Li melihat semua orang yang dihadapannya turun dari kuda mereka, dan nampaklah seorang laki-laki bertubuh tegap dan berambut putih maju diantara barisan anggotanya.
"Siapa pemilik penginapan ini!" seru orang berambut putih yang maju itu, dan dia adalah ketua diantara gerombolan itu. Terlihat dari penampilannya yang mencolok dan dominan serba putih itu.
"Perlu apa kamu dengan pemilik penginapan ini! dan siapa kalian?" balas Qiao Li yang bertanya dan terus menatap orang yang ada dihadapannya itu.
"Kami sekte Rambut putih, dan saya ketua dari sekte Rambut putih!" jawab laki-laki yang ada dihadapan Qiao Li saat ini menatap Qiao Li dengan tajam dan sesekali menentukan pandangannya pada anggota sekte bambu kuning yang jumlahnya sepertiga dari jumlah anggota yang dia bawa.
"Aku yang bertanggung jawab di penginapan ini! Jadi apa tujuan kalian datang kemari!" seru Qiao Li yang tak terlihat rona takut sedikitpun saat menghadapi ketua rambut putih itu.
"Kau seorang bocah, dan masih gadis pula, heh...! aku tak percaya!" seru ketua sekte rambut putih itu yang menggelengkan kepalanya karena tak percaya dengan apa yang diucapkan Qiao Li.
"Terserah mau percaya atau tidak! yang jelas jika niat kalian ke sini baik-baik akan kami layani baik-baik pula. Demikian sebaliknya jika niat kalia kesini tidak baik, maka kamu tak segan-segan mengusir kalian semuanya!" seru Qiao Li yang disambut tawa sinis anggota sekte rambut putih lainnya.
"Ha.... ha....! mengusir kita katanya!"
"Mereka kalah jumlah tetap saja sombong!"
"Kita lihat apa mereka sanggup menghadapi ketua kita!"
Seru para anggota sekte rambut putih yang saling bersautan, yang sedikit membuat para anggota sekte bambu kuning bergidik.
Namun hal itu tak menggoyahkan pendirian Qiao Li, yang bertekat melawan orang-orang yang mengusik ketenangan penginapan Pintu Naga.
"Ma'af tuan-tuan sekalian, saya memang bukan pemilik penginapan ini. Tapi saya telah diberi wewenang oleh pemilik penginapan ini untuk menjaga dan menjalankan bisnis penginapan ini. Jadi sayalah yang bertanggung jawab selama pemilik penginapan ini meninggalkan penginapan ini." jelas Qiao Li.
"Siapapun dirimu, kami tak perduli! yang jelas penginapan ini akan menjadi milik kami!" seru ketua sekte rambut putih itu
"Oh, kalau begitu kalian akan berhadapan denganku! karena aku tak akan membiarkan orang mengacau penginapan yang telah susah payah kami mendirikannya kembali!" seru Qiao Li yang sudah dalam posisi siap siaga.
"Besar juga nyali kamu bocah!" seru ketua sekte rambut putih itu yang geram dengan sikap Qiao Li.
Ketua sekte rambut putih itu bersiap menyerang Qiao Li dengan tangan kosong.
"Bersiaplah menghadapi seranganku!" seru ketua sekte rambut putih itu yang sudah dalam posisi mengambil kuda-kuda.
"Baiklah akan aku layani!" balas seru Qiao Li yang tetap memperhatikan jurus lawannya itu.
__ADS_1
Perkelahian dengan adu jurus tangan kosong tak terhindarkan lagi.
"Hopp hiaaaat...!"
"Bagh...! bugh...!"
"Bagh....! bugh...!"
"Bagh...! bugh...!"
"Bagh....! bugh...!"
Pukulan demi pukulan telah mereka lewati, dan hasilnya masih seimbang. Qiao Li mampu mengimbangi lawannya.
"Hopp hiaaaat...!"
"Bagh...! bugh...!"
"Bagh....! bugh...!"
"Bagh...! bugh...!"
"Bagh....! bugh...! desh...!"
Ketua sekte rambut putih itu mampu membuat Qiao Li mundur beberapa langkah dengan tendangannya diantara pukulan yang dia gunakan.
"Aaaghh..!" erangan Qiao Li yang memegang perutnya karena terkena tendangan dari ketua sekte rambut putih itu.
"Saudari Li!" seru semua anggota sekte bambu kuning yang khawatir dengan keadaan Qiao Li.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...