Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Menjaga Penginapan Pintu Naga


__ADS_3

"Iya, tak apa. Tugas kamu lebih berat karena menunggu dan menjaga penginapan pintu naga ini!" ucap Ming Mei yang mendekati Qiao Li dan kemudian menepuk bahu Qiao Li pelan-pelan dan berasa untuk Qiao Li.


"Kalau begitu selamat untuk kalian berdua dan titip selamat juga buat kak Hua Tian dan juga kak Yan Qiu juga." ucap Qiao Li yang melihat pada Ming mey dan juga Chen Kun.


"Masih lama Li'er!" seru Chen Kun yang mengulas senyumnya.


"Iya, tapi Li'er kan tidak bisa menghadiri pernikahan kalian!" balas seru Qiao Li seraya mengulas senyumnya.


"Ya sudah, doakan yang terbaik ya!' ucap Ming Mei.


"Sudah-sudah, ayo kita kerja lagi. Kalian tetap kerja di posisi masing ya!" seru Patriak Feng yang mengingatkan.


"Iya Patriak!" balas Qiao Li, Chen Kun dan Ming Mei yang bersamaan.


Mereka bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki ke tempat biasa mereka bertugas.


Beberapa hari berlalu, Patriak An, Patriak Feng, Chen Kun dan juga Ming Mei berpamitan pada Qiao Li dan juga semua anggota sekte bambu kuning yang membantu Qiao Li di penginapan pintu naga.


Semuanya berada di halaman penginapan, dan nampak Qiao Li memeluk Patriak Feng selanjutnya memeluk Ming Mei.


Selamat tinggal ya Li'er! jaga dirimu baik-baik!" ucap pamit Patriak Feng.


"Iya Patriak, tenang saja! Li'er akan baik-baik saja!" ucap Qiao Li saat melepas pelukannya dan mengulas senyumnya.


"Kamu tenang saja, setelah kami menikah nanti kami akan kemari menggantikan menjaga penginapan pintu naga ini." bisik Ming Mei yang tentu saja membuat Qiao Li menyunggingkan senyumnya.


"Iya, aku akan menunggu kalian!" balas bisik Qiao Li.


Patriak An, Patriak Feng, Chen Kun dan juga Ming Mei melangkahkan kaki mereka menuju ke kereta kuda yang telah mereka persiapkan sebelumnya.


"Daaa... Li'er!" seru Ming Mei dan Patriak Feng seraya melambaikan tangan mereka.


"Daa... semuanya!" balas Qiao Li yang juga melambaikan tangannya.


Setelah kereta kuda yang membawa Patriak An dan yang lainnya menghilang dari pandangan mata, Qiao Li bersama anggota sekte bambu kuning yang lainnya masuk ke penginapan dan kembali pada tugas masing-masing.


Masih dalam penginapan pintu naga, tetapi disudut yang lainnya. Nampak empat orang yang sedang duduk dan mengawasi keadaan di dalam penginapan.


"Nampaknya penginapan ini sudah ditinggalkan oleh pemiliknya!" bisik orang pertama.


"Iya, sepertinya hanya gadis itu dan beberapa orang saja yang nampaknya tak berilmu tinggi!" balas orang kedua yang meremehkan Qiao Li dan anggota sekte bambu kuning lainnya.


"Pastinya kita akan lebih mudah menguasai penginapan ini!" bisik orang ketiga setelah meminum minumanya.


"Benar, sebaiknya kita lancarkan aksinya malam hari. Dan kita bagi dua kelompok, dua orang menyerang para penjaganya dan dua orang menangkap gadis itu! kita tangkap dan kita jual pada Kasim Wu!" usul orang keempat yang juga berbisik dan menatap ketiga temanya itu.


"Aku setuju!" seru orang pertama.

__ADS_1


"Iya aku juga setuju!" seru orang kedua.


"Dan aku setuju sekali!" seru orang ketiga dengan menunjukkan jari jempolnya.


"Baiklah kita tunggu sampai malam nanti!" seru orang keempat pada teman-temannya.


Mereka melanjutkan makan dan minum, kemudian mereka masuk ke kamar yang telah mereka pesan. Dan sembari menunggu waktu malam hari, mereka menyempatkan diri untuk beristirahat.


Hari bergulir dengan cepatnya, hingga tak terasa malam pun tiba.


Keempat orang itu melancarkan aksinya, dua orang menyerang para penjaga dan dua orang menyelinap ke kamar Qiao Li.


Gadis itu yang baru saja terlelap dalam tidurnya, merasakan benda dingin yang menempel di lehernya.


"Apa yang menempel di leherku? kenapa dingin sekali?" tanya dalam hati Qiao Li yang kemudian membuka matanya dan melihat dua orang yang menghunuskan pedang mereka tepat dileher Qiao Li.


"Apa ini!" seru Qiao Li yang menatap tajam kedua kedua orang yang menodongkan pedang mereka di lehernya.


"Diam dan ikutlah dengan kami!" seru salah satu dari kedua orang itu.


"Apa ikut dengan kalian!" seru Qiao Li yang menatap kedua laki-laki tersebut.


"Hopp hiaaat....!" dengan menggunakan jurus pengendalian anginnya, Qiao Li mendorong kedua laki-laki tersebut ke belakang beberapa meter. Dan dua orang itu jatuh dengan posisi terduduk.


''Brukk...!"


"Gadis itu punya kesaktian rupanya!" bisik salah satu dari laki-laki itu yang kemudian mereka bangkit dari jatuh dalam posisi duduknya.


"Kamu boleh juga anak manis!" seru salah satu laki-laki itu dengan senyum sinisnya.


"Mau apa kalian di kamarku!" balas seru Qiao Li yang turun dari tempat tidurnya.


"Kami mau penginapan ini, karena kami rasa tak sepatutnya seorang gadis menjaga penginapan ini sendirian!" ucap laki-laki yang satunya.


"Apa urusan kalian? kalian bukan siapa-siapa kami. Kami yang susah payah mendirikan penginapan ini, kenapa seenaknya kamu bilang begitu! coba saja lawan aku kalau kalian bisa!" seru Qiao Li yang menantang kedua laki-laki itu.


"Berani juga nyali kamu bocah!" seru salah satu laki-laki itu dengan geramnya. Dan mereka berdua sudah bersiap melawan Qiao Li, demikian pula dengan Qiao Li yang sudah bersiap untuk melawan kedua lawannnya.


"Hopp hiaaaat....!"


"Bagh.... bugh.... bagh.... bugh...!'


Ketiganya saling serang dengan tangan kosong secara bergantian.


"Aaaargh...!" salah satu laki-laki yang melawan Qiao Li, terkena pukulan Qiao Li tepat di ulu hatinya.


"Brukk...!" laki-laki itu terjatuh kembali dengan posiai terduduk.

__ADS_1


"Kurang ajar!" umpat laki-laki yang lainnnya, dan dia juga siap kembali untuk menyerang Qiao li.


Gadis itu pun meladeni mereka tetap dengan tangan kosongnya.


"Hopp hiaaat...!"


"Bagh.... bugh.... bagh.... bugh...!''


"Bagh.... bugh.... bagh.... bugh...!''


Pukulan demi pukulan mereka layangkan.


"Bagh.... bugh.... bagh.... deshh..!"


Kali ini pukulan Qiao Li diakhiri dengan tendangan yang mengenai kepala laki-laki itu. Dan akhibatnya laki-laki itu terpental menubruk dinding kamar.


"Dogh...!"


"Aaagrh....!" laki-laki itu jatuh tersungkur, setelah tubuhnya menghantam dinding kamar.


"Gadis ini tak bisa diremehkan!" bisik laki-laki yang sebelumnya terjatuh dalam posisi terduduk pada temannya.


"Sebaiknya kita lari, sebelum nyawa kita melayang!" balas laki-laki yang terkena tendangan Qiao Li.


"Iya, ayo!" balas temannya dan mereka melangkah dengan kaki seribu meninggalkan Qiao Li yang masih di dalam kamar.


"Hei, jangan lari!" seru Qiao Li yang berusaha mengejar kedua orang tersebut.


Qiao Li berlari keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dan dia melihat banyak anggota sekte bambu kuning yang terluka.


Gadis itu kemudian melawan dua laki-laki yang melawan beberapa anggota sekte bambu kuning yang masih berdiri kokoh.


"Lebih baik aku bantu mereka!" gumam dalam hati. Kemudian Qiao Li membaur dengan para anggota yang mengepung dua orang yang melawan mereka.


Sedangkan dua orang yang melawan Qiao Li, telah melarikan diri meninggalkan penginapan.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2