
Qiao Li melangkahkan kakinya menuju ke toko pakaian, dan dia mulai belanja beberapa pakaian yang nyaman dia pakai.
Setelah memilih dan mendapatkan pakaian yang diharapkannya, Qiao Li bergegas membayar dan keluar dari toko tersebut.
Kedua kaki gadis itu melangkah menuju ke penginapan yang tadi di tunjukkan oleh lelaki setengah baya tadi.
Qiao Li tiba di teras hotel dan dia membaca beberapa pengumuman yang tertempel di papan pengumuman penginapan itu.
Setelah tahu tata tertib dan fasilitas penginapan, Qiao Li masuk ke dalam penginapan dan segera menemui resepsionis penginapan.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis itu dengan sopan.
"Apa masih ada kamar untuk saya menginap semalam?" tanya Qiao Li.
"Oh masih ada nona, bisa anda tulis nama anda di buku daftar tamu ini nona?" pinta resepsionis itu dengan sopan.
"Iya" jawab Oiao Li yang kemudian menulis namanya di buku tamu yang disodorkan resepsionis itu.
"Biaya menginapnya satu keping emas untuk semalam nona!" ucap resepsionis itu pada Qiao Li.
"Oh, baiklah." ucap Qiao Li yang kemudian mengambil uangnya dari dalam Cincin bermata biru itu.
"Ini nona resepsionis!" ucap Qiao Li yang memberikan satu keping uang emas itu pada resepsionis.
"Terima kasih nona" ucap resepsionis itubyang kemudian menyimpan uang dari Qiao Li di laci yang kemudian di kunci oleh resepsionis itu.
"Bisakah kamu beritahu aku dimana letak kamar saya nona?" tanya Qiao Li yang menatap wajah resepsionis itu.
"Oh iya..! Mari saya antarkan!" ucap resepsionis itu setelah Qiao Li selesai mengisi buku tamu penginapan.
Resepsionis itu kemudian mengambil kunci kamar untuk Qiao Li dan kemudian dia melangkahkan kaki menuju ke kamar yang masih kosong.
"Apakah saya bisa pesan makanan di dalam kamar?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Ma'af kalau mau makan, sebaiknya anda pergi ke restoran kami di sebelah sana!" ucap resepsionis itu saat mereka berhenti tepat di depan pintu kamar.
"Ohw begitu ya? baiklah nanti saya akan kesana!" ucap Qiao Li.
Resepsionis itu membuka pintu kamar dan mempersilahkan Qiao Li masuk.
"Silahkan nona" ucap resepsionis itu dan Qiao Li segera masuk dan mengucapkan " terima kasih".
"Sama-sama Nona, permisi " ucap resepsionis itu dan dia pergi meninggalkan Qiao Li yang sudah berada di dalam kamarnya.
Setelah meletakkan buntalan pakaian yang tadi Qiao Li beli dari toko pakaian, kemudian keluar dari kamar dan menutup pintu kamar.
Qiao Li melangkahkan kakinya menuju ke rumah makan yang tadi ditunjukkan oleh resepsionis penginapan tadi.
__ADS_1
Kemudian Qiao Li mencari tempat duduk, dan dia mendapatkan tempat duduk yang paling sudut.
Gadis itu memanggil pelayan restoran.
"Pelayan!'
"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya Pelayan itu saat sudah berada di samping Qiao Li.
"Apa menu terenak di warung makan ini?" tanya Qiao Li yang bersemangat, karena cacing di perutnya yang minta di isi.
"Oh, ada bebek panggang dan gulai kambingnya nona!" jawab pelayan itu yang disambut antusias oleh Qiao Li.
"Aku mau bebek panggangnya dan teh hijaunya!' pesan Qiao Li.
"Baik nona, permisi!" ucap pelayan itu yang kemudian berlalu dari samping Qiao Li.
Qiao Li memandang ke sekitarnya terutama para pengunjungnya.
Diantara para pengunjung itu tiba-tiba ada seorang yang sedang memberikan berita pada orang-orang di dekatnya.
"Ada kabar dari para sekte golongan putih!" seru orang itu pada yang lainnya.
"Memangnya ada apa?" tanya salah satu orang yang duduk di samping orang itu.
"Mereka akan mengadakan pertemuan dan membicarakan pemberontakan pada kerajaan!" seru orang itu yang menggebu.
"Benar,kamu tahu sendiri kan raja yang sekarang ini semena-mena sekali." Jawab orang yang tadi memberikan berita
"Benar, dengan seenaknya mereka merebut istri dan anak perempun kita!" seru orang yang ketiga diantara mereka.
"Terus akan diadakan dimana?" tanya Orang yang kedua.
"Pertemuan itu di adakan lusa di desa Bambu kuning!" jawab orang yang membawa berita tadi.
"Pertemuan di desa Bambu kuning?" Qiao Li yang membatin.
"Aku semakin ingin cepat sampai di desa Bambu kuning!" kembali kata dalam hati Qiao Li.
Tak berapa lama pesanan yang di pesan Qiao Li telah datang dan di hidangkan oleh pelayan warung makan itu.
Qiao Li menerima dan kemudian memakannya dengan lahap.
Beberapa saat kemudian Qiao Li sudah menghabiskan makanannya.
Setelah membayar makanannya, gadis itu segera melangkahkan kaki menuju ke penginapan.
"Akhirnya sampai di sini lagi, aku mau bersihkan badan aku dan istirahat. Agar besok bisa melanjutkan perjalananku menuju ke desa Bambu kuning!" kata dalam hati Qiao Li saat sudah berada si dalam kamar penginapannya.
__ADS_1
Selesai menutup pintu dan menguncinya, Qiao Li mengambil pakaian gantinya dan dia melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi.
Segera dia membersihkan badannya dan kemudian mengganti pakaiannya.
Qiao Li kemudian keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kakinya menuju ke tempat tidurnya.
"Kenapa aku masih memikirkan apa yang di bicarakan orang-orang tadi di warung makan tadi ya?" kata dalam hati Qiao Li yang kemudian memposisikan dirinya duduk ditepi ranjang dan dia mengambil kitab jurus memindah energi.
Walaupun dirinya sudah hafal di luar kepala, gadis itu mencoba membaca ulang dan mempelajari kembali kitab jurus pemindah energi.
"Daripada aku memikirkan yang tidak-tidak, aku lebih baik aku menyibukkan diri melatih kembali jurus Pemindah Energi ku." ucap lirih Qiao Li yang kemudian bersiap mengatur nafas dan gerakan dasar jurus pemindah energi.
Selain mengulang kembali jurus pemindah energi, Qiao Li juga mempelajari jurus-jurus yang masuk kedalam tubuhnya melalui jurus pemindah energi yang digunakan pada saat mengerang lawan-lawannya.
"Syukurlah jurus yang aku serap bisa menyatu dalam tubuhku, aku bisa menggunakannya. Walaupun aku tahu jurus ini tingkatannya di bawah perguruan atau sekte lainnya." ucap Qiao Li yang sudah menghentikan latihannya dan kembali mengatur nafasnya.
"Huahaaheeem...!"
Gadis itu sudah merasakan kantuk yang luar biasa.
Setelah memasukkan kembali kitab pemindah Energi kedalam cincin bermata birunya, Qiao Li merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan kedua matanya.
Dan kini Qiao Li sudah menuju ke alam mimpinya.
...****...
Keesokan harinya, setelah bangun tidur dan membersihkan dirinya, Qiao Li mengemasi barang-barangnya dan dia keluar dari kamarnya.
Langkahnya terhenti di depan meja resepsionis semalam.
Dimana resepsionis itu masih berjaga di mejanya, walaupun wajahnya saat ini terlihat sangat pucat karena menahan rasa kantuknya.
"A..ada apa ya?" tanya resepsionis itu pada Qiao Li.
"Terima kasih atas pelayanannya, ini ada sedikit Tips untuk kamu!" ucap Qiao Li yang memberikan tips
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1