Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Ayumi Gadis abad XXX


__ADS_3

Chiang Yi , Xin Xin dan Qiao Li melanjutkan perjalanan mereka bersama gadis dari masa depan itu yang sedang pingsan


Tak berapa lama gadis itu membuka kedua matanya secara perlahan.


Gadis itu melihat di sekitarnya.


"Koko wa Doko?" tanya gadis itu dalam bahasa Jepang.


(Aku dimana?)


"Apa kamu bersuara Li'er?" tanya Chiang Yi yang


"Gadis ini yang bicara bahasa Jepang." jelas Qiao Li.


"Berarti dia berasal dari negara Jepang?" tanya Xin Xin penasaran.


"Iya," jawab Qiao Li.


"Chugoku o-hanashimaso ka?" tanya Qiao Li, yang masih ingat sedikit pelajaran bahasa Jepang


(Apakah kamu bisa bicara bahasa China) tanya Qiao Li penasaran.


"Oh, bisa !" jawab gadis itu yang kemudian memposisikan dirinya untuk duduk.


"Kalau boLeh kami tahu, siapa kamu dan kenapa kamu sampai ke sini?" tanya Xin Xin yang penasaran.


"Nama saya Ayumi, saya tidak tahu kenapa saya berada di sini."ucap gadis yang bernama Ayumi itu.


"Kamu datang dari nergara Jepang. ya!" tanya Chiang Yi yang penasaran.


"Iya, saya dari negara Jepang. Saya ikut dalam kompetisi pembuatan mesin baru. Dan saya sedang mencoba mesin buatanku" jelas Ayumi yang merasakan sakit di tubuhnya.


Kemudian Ayumi mengeluarkan sesuatu dari dalam jam tangannya, yaitu berupa pil.


Dan Ayumi segera menelan pil tersebut yang dalam sekejap lukanya menghilang dan tak ada lagi rasa sakit di tubuhnya.


Ayumi kembali bercerita tentang dirinya yang seorang ilmuan perempuan di Jepang.


Dan dia selalu membuat gebrakan-gebrakan di setiap penemuannya.


"Oh jadi begitu ya ceritanya" ucap Qiao Li yang masih penasaran.


"Jadi ceritanya kamu itu sedang mencoba sendiri alat buatan alat buatan kamu ya?" tanya Xin Xin yang penasaran.


"Benar, aku sedang mencoba alat buatan saya, "Time Travel Machine" yaitu mesin lorong waktu yang akan memindahkan kita dari zaman kita ke zaman sebelumnya dalam waktu beberapa menit." jelas Ayumi.

__ADS_1


"Dan kamu berhasil Ayumi, kamu sekarang ada di Dinasti Ming tahun 1644." kata Xin Xin.


"Benarkah? Tapi penemuan aku masih ada kurangnya. Yaitu bagaimana caranya untuk kembali lagi ke jaman saya.!" ucap Ayumi yang sedikit kecewa.


"Oh begitu ya, kalau mau kembali ke jaman kamu, itu bisa saja. Kita kumpulkan batu impian dan minta satu permintaan. Maka batu itu bisa memenuhi permintaan kita" kata Qiao Li yang tahu maksud Ayumi.


"Aku tidak paham maksud dia?" ucap Chiang Yi yang sedari tadi diam namun memperhatikan, seraya mengendalikan laju kudanya.


"Oh, yang dibuat Ayumi ini adalah semacam pusaran angin dan waktu miliknya Victor. Bedanya kalau pusaran waktu milik Victor itu jurus, sedangkan yang dibuat dengan tehnologi mesin." jelas Qiao Li yang mencoba menjelaskannya pada Chiang Yi.


Kemudian mereka saling bercerita satu dengan yang lainnya tentang keadaan di masa depan.


Xin Xin dan Qiao Li menceritakan kehidupannya sebelum terlempar dari pusaran waktu.


Dimana dia adalah seorang wanita yang sudah bersuami seorang komisaris dan mempunyai dua orang putra-putrinya yang terpisah.


Sedangkan Chiang Yi juga menceritakan tentang dirinya yang juga sebelum terlempar oleh pusaran waktu.


Bahwa dirinya merupakan putra selir kerajaan langit, yang bertugas melindungi keluarga Qiao Li.


Suasana jadi riuh dan sekali-kali ada gelak tawa yang mengiringi mereka.


Tak berapa lama waktu makan siang pun tiba dan mereka masih berada di dalam hutan.


"Kita cari makan siang dulu ya!" seru Chiang Yi sesaat setelah memberhentikan kereta kudanya.


"Dan aku akan cari air minum, karena persediaan air kita telah habis." ucap Xin Xin yang segera turun dari kereta kudanya.


"Iya Bu,hati-hati!" ucap Qiao Li.


Kini Xin Xin dan Chiang Yi meninggalkan kereta kuda yang ada dua orang gadis cantik didalamnya.


"Ayumi, sebaiknya kamu ganti pakaian kamu itu ya, agar kalau sampai di perkotaan tidak akan memancing reaksi para peduduk" jelas Qiao Li dan Ayumi menyadari akan hal itu.


"Aku ada alat untuk mengganti pakaianku." ucap Ayumi yang kemudian mengambi sesuatu dari dalam tasnya.


Setelah menemukan alat yang dimaksudkannya, Ayumi menggunakan alat yang berupa botol spray yang kemudian dia semprotkan ke tubuhnya dan dalam sekejap bajunya pun berubah dari baju modern menjadi baju Hanfu yang berwarna putih.


"Wah hebat sekali, tanpa kita mencari tempat mengganti baju, baju kita sudah bisa kita ganti." ucap Qiao Li yang terkagum-kagum akan alat yang digunakan Ayumi.


"Bisakah kamu membantuku merias wajah dan rambutku."pinta Ayumi dan Qiao Li mengerti apa maksud Ayumi.


Qiao Li kemudian merias wajah dan rambut Qiao Li.


"Wah, luar biasa, aku bisa pangling! penampilan kamu sekarang lain dari yang sebelumnya" ucap Qiao Li yang memang sekarang sangatlah berbeda

__ADS_1


Tak berapa lama, Xin Xin yang membawa bambu panjang datang bersama Chiang Yi.


Kali ini hasil buruan Chiang Yi adalah satu ekor kalkun yang sudah dibersihkan sebelumnya.


"Lier., Ayumi..!" panggil Xin Xin yang datang dengan langkah setengah berlari mendekati kereta kuda dimana Qiao Li dan Ayumi.


"Aku mendapatkan ayam kalkun, ayo kita bakar untuk makan siang kita!" seru Chiang yi


"Baik,ayo kita buat perapiannannya!" ucap Qiao Li yang bergegas mencari kayu bakar dan Xin Xin membuat perapiannya.


Dan Ayumi memperhatikannya semuanya yang sibuk dengan urusan masing.


"Luna..!"


Panggil Chiang Yi saat melihat ke arah Ayumi yang saat ini benar-benar sangat cantik seperti kekasihnya Luna.


"Saya Ayumi kakak..!" balas Ayumi sembari tersenyum.


"Oh, Ma'af Ayumi, kamu sangatlah mirip dengan calon istriku yang telah lama meninggal!" ucap Chiang Yi yang terpesona dan seakan kembali mengenang kekasihnya Luna yang telah tiada.


"Begitukah? ma'af bila saya membangkitkan kenangan anda tuan. Tapi wajah dan tubuh saya adalah karunia sang Pencipta" ucap Ayumi gadis yang kurang lebih berusia dua puluh tahun.


Dan jauh lebih matang dari Qiao Li yang baru menginjak empat belas tahun.


Chiang Yi dan Ayumi saling bercengkrama, bercanda dan berbagi cerita.


Tawa suka cita mereka mengembang, dan hal itu di lihat Qiao Li yang datang dengan membawa kayu bakar.


Di jatuhkannya kayu bakar it dengan kasarnya. Dan hal itu di sadari oleh ibunya Xin Xin.


Xin Xin menepuk pundak Qiao Li dua kali, memberi isyarat pada Qiao Li untuk bersabar.


"Apa kamu menyukai kakak Yi?" bisik Xin Xin pada putrinya.


"Ibu, apa aku tak boleh menyukainya?" tanya Qiao li yang juga berbisik .


"Sebaiknya, kamu fokus mengumpulan keluarga kita lebih dulu. Jangan memikirkan yang lainnya. Ingat masih ada ayah dan Raga yang harus kita cari putriku!" pesan Xin Xin yang menyadarkan Qiao Li akan tujuannya semula.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2