Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Bunga Tidur


__ADS_3

"Paman Fang Chen sudah sadar dari amnesianya, dan sekarang sudah bersama dengan ibu kandungku yang bernama Xin Xin" jelas Qiao Li yang menatap Hua Tian dan Yan Qiu satu persatu.


"Kakak Chen? jadi benar kakak Chen itu ayah kamu Qiao Li?" tanya Yan Qiu yang penasaran.


"Iya, beliau sudah sadar dari amnesianya dan sudah mengetahui jadi tirinya. Dan ibu sekarang ini menemani ayah di penginapan pintu naga itu" jawab Qiao Li yang menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu, besok kita akan pergi ke penginapan pintu naga. Untuk menemui Patriak Feng dan saudara Fang Chen, serta yang lainnya" ucap Hua Tian yang mengambilkan makanan dan juga minuman untuk mereka bertiga.


"Sebaiknya kalian, karena saya masih ada tugas dari ibu untuk mencari saudaraku yang bernama Ju Long" ucap Qiao Li yang mengingat tujuannya yang semula .


"Oh baiklah kalau nanti bertemu dengan para Patriak aliran putih, tolong beritahukan pada mereka untuk berkumpul di penginapan pintu naga" pesan Hua Tian pada Qiao Li.


"Baik Li'er akan ingat hal itu." balas Qiao Li dengan menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka saling bercerita dan makan bersama sampai larut malam.


"Oiya, perlu kalian ketahui, kalau gubuk ini sebelumnya pernah ditinggali oleh ibuku dan juga paman Chiang Yi" ucap Qiao Li seraya menebarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan di dalam gubuk itu.


"Benarkah?" tanya Yan Qiu yang penasaran.


Qiao Li kemudian menceritakan tentang dirinya yang awal bertemu dengan ibunya dan juga Chiang Yi. Sampai - sampai menceritakan siapa sebenarnya Chiang Yi itu.


"Jadi Chiang Yi itu putra dewa, dan sekarang menjadi seorang dewa di kerajaan langit?" tanya Hua Tian yang penasaran dan tertarik dengan cerita Qiao Li.


"Iya begitulah!'' jawab Qiao Li sembari tersenyum.


"Keluaga kamu hebat ya, bisa berkenalan dengan para dewa!" ucap Yan Qiu yang sebenarnya dirinya sangat penasaran.


"Ini karena ibuku pernah bertemu dengan kucing penjaga pusaka kerajaan langit" kata Qiao Li yang sedikit mengingat cerita masa remaja ibunya yang dipercaya menyatukan kembali pusaka - pusaka kerajaan langit.


"Sudah larut malam, sebaiknya kita istirahat. Besok kita akan kembali melakukan perjalanan yang lumayan panjang!" seru Yan Qiu yang merasakan kepalanya sudah berat.


"Iya, ayo kita istirahat. Kalian berdua di kamar sebelah kanan, dan biar aku dikamar sebelah kiri!" seru Hua Tian seraya menunjuk ke masing - masing kamar.


"Baiklah, ayo Li'er kita istirahat!" seru Yan Qiu yang bangkit dari duduknya dan diikuti oleh Qiao Li dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar tidur masing - masing.


Ketiga anak manusia itu, terlelap dalam peraduan dan mimpi indah mereka.


Dan dalam mimpi Qiao Li, muncul bayangan kisah lamanya. Dimana dirinya sempat menyukai Chiang Yi, yang usianya sepadan dengan usia ayahnya yang lima tahun usianya lebih tua dari usia ibunya.


...💭💭💭💭💭...


Matahari muncul dari ufuk timur dengan cahaya yang masih malu-malu dengan diiringi nyanyian burung pemakan biji-bijian, menambah semaraknya suasana pagi dengan embun yang perlahan - lahan mulai menipis.


Setelah bangun dari tidurnya, Qiao Li membantu Xin Xin membuat sarapan untuk mereka bertiga.

__ADS_1


"Pasti ibu akan merindukan rumah ini!" ucap Xin Xin yang selesai memasak dan membawa nampan yang diatasnya terdapat makanan yang baru saja di masaknya.


"Iya Bu, di sini adem suasananya" ucap Qiao Li yang membawa minuman untuk mereka.


"Panggil Paman Yi, bilang kalau sarapannya sudah siap." ucap Xin Xin pada putrinya.


"Baik Bu!' balas Qiao Li yang kemudian melangkah menuju ke kamar Chiang Yi .


"Tokk..tokk..tokk..!"


"Paman, paman Yi..!" panggil Qiao Li saat berada di depan kamar Chiang Yi.


Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka, dan Qiao Li mencoba mengintip ke dalam kamar.


Gadis itu tak menemukan sosok yang dia cari.


"Paman.. Paman Yi!" panggil Qioa Li sekali lagi.


Setelah Yakin tak mendapati orang yang dicarinya, Qiao Li bergegas keluar kamar dan menghampiri ibunya.


"Bu, Paman Yi tidak ada di kamarnya. Biasanya paman kemana ya?" tanya Qiao Li saat menghampiri ibunya, Xin Xin.


"Kakak Yi? oh, coba kamu cari di danau. Biasanya Paman Yi suka mandi di danau!" jawab Xin Xin seraya meletakkan piring diatas meja.


"Danau, baik Bu saya akan ke sana mencari Paman Yi" ucap Qiao Li yang bergegas melangkahkan kakinya menuju ke pintu keluar gubuk.


Dari kejauhan, sayup-sayup terdengar seperti benda berat yang jatuh ke danau.


"Byuuurr..!"


"Apa itu suara paman Yi yang ada di danau?" Qiao Li yang membatin.


Gadis itu segera mempercepat langkahnya menuju ke arah danau.


Dan ketika sampai di danau, dia melihat seorang laki-laki yang bertelanjang dada menyembul dari dalam danau.


Laki-laki itu mengibaskan rambutnya, dan tombullah percikan air di setiap gerakan kepala Chiang Yi.


"Paman, Paman Yi!' panggil Qiao Li yang membuat Laki-laki yang merasa namanya di panggil ltu mencari sumber suara.


"Li'er, kau kah itu?' tanya Chiang Yi setelah yakin kalau suara itu benar-benar Qiao Li.


"Iya paman ini Li'er, sarapannya sudah siap, paman." ucap Qiao LI yang tak mau berlama-lama meski sebetulnya dia sangat menikmati pemandangan yang baru saja di lihatnya itu.


"Baiklah paman akan ke gubuk, dan kamu kembalilah" ucap Chiang Yi.

__ADS_1


"Iya paman" balas Qiao Li yang kemudian melangkahkan kakinya kembali menuju ke gubuk.


Sementara itu Chiang Yi bergegas mendekati pakaian atasanny yang diletakkan di sebuah batu besar yang ada di depannya saat ini.


Setelah menepi, Chiang Yi segera meraih baju atasannya dan segera memakainya.


Saat selesai memakai pakaiannya, Chiang Yi bergegas melangkahkan kaki menuju ke gubuk dimana selama ini dia tinggal.


Tak berapa lama, .Chiang Yi sudah, berada di depan gubuknya dan dia melangkah masuk ke gubuknya.


"Sudah siap ya sarapannya?" tanya Chiang Yi saat masuk dan menghampiri Qiao Li dan Xin Xin.


"Iya sudah siap dari tadi!" jawab Xin Xin.


"Aku mau ganti pakaian dulu ya!" seru Chiang Yi yang merasa pakaiannya saat ini dalam keadaan basah.


"Iya paman! " balas Qiao Li yang duduk di samping ibunya.


Chiang Yi kemudian melangkahkan kakinya menuju kekamarnya dan segera mengganti pakaiannya.


Setelah beberapa menit kemudian, Chiang Yi keluar dari kamarnya dan menghampiri bangku meja makan.


Qiao Li kembali terpesona melihat wajah tampan Chiang Yi yang memakai pakaian Hanfu.


"Ayo kita sarapan dan setelah sarapan, kita mulai perjalanan kita! " seru Xin Xin seraya mengambil lauk pauk yang ada di depannya.


Demikian pula dengan Chiang Yi dan Qiao Li dan mereka pun mengambil makanan dan minuman untuk sarapan mereka bersama-sama.


"Paman Yi...! Paman Yi..! Paman Yi..!"


...💭💭💭💭💭...


"Paman Yi...! Paman Yi..! Paman Yi..!"


Qiao Li terbangun dari mimpinya, dan dia membuka matanya kemudian mengusap wajahnya dengan kasar.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambing...


__ADS_2