Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Perlawanan Qiao Li


__ADS_3

"Saudari Li!" seru semua anggota sekte bambu kuning yang khawatir dengan keadaan Qiao Li.


Tangan Qiao Li memberi tanda kalau dirinya sedang baik-baik saja.


Gadis itu bangkit dan kembali dalam posisi siap siaga, tatapannya tajam mengarah ke lawannya.


"Kalian semua tetap diam di tempat dan jaga penginapan, siapa tahu ada yang main curang. Biar aku yang menghadapi mereka semuanya!" perintah Qiao Li tanpa menoleh ke belakang.


"Baik saudara Li!" seru para anggota sekte bambu kuning yang saat mematuhi perintah Qiao Li.


"Jika aku menggunakan pedang Azuya, maka akan terbongkarlah identitas pendekar bercadar. Hm...! lebih baik aku gunakan jurus mengendalikan angin. Iya, hanya jurus itu yang Siba melawan ratusan orang yang ada di depanku ini!" gumam dalam hati Qiao Li yang terus berpikir.


Kemudian gadis itu menggerakkan kedua tangannya untuk mengumpulkan udara disekitarnya.


Laki-laki yang kemarin menyerang Qiao li dalam kamar, membisikkan sesuatu pada ketua sekte rambut putih.


"Ketua, lihat gadis itu mulai menggunakan jurus aneh itu!"


"Jurus itu telah lama musnah! kenapa dia memilikinya?" gumam ketua sekte Rambut putih itu yang sedikit tahu dengan gerakan dari jurus yang digunakan Qiao Li.


Qiao Li berhasil membuat pusaran angin, dan dia mengarahkan pusaran anginnya ke para anggota sekte rambut putih yang ada di belakang ketua sekte rambut putih.


"Wuss ...!" pusaran angin itu berhasil memporak-porandakan barisan para anggota sekte rambut putih itu.


"Aaagrh...!"


Para anggota sekte Rambut putih itu kalang kabut karenanya.


"Ketua! tolong kami!" seru beberapa anggota sekte rambut putih yang terangkat oleh pusaran buatan angin Qiao Li.


"Kurang ajar! dapat dari mana kusut pengendalian angin itu, hai bocah!" seru ketua sekte rambut putih itu dengan geramnya.


"Ini bukan urusan kamu, aku belajar dari siapa tak akan aku beritahukan padamu!" seru Qiao Li yang kemudian mengentikan jurusnya, saat semua anggota sekte rambut putih itu terkapar tak berdaya. Dan kini hanya tinggal ketua sekte rambut putih saja yang masih berdiri di tempatnya.


"Sekarang giliran ku!" seru ketua sekte rambut putih itu, yang kemudian kedua telapak tangannya yang lurus ke bawah dan membuat gerakan seperti menarik semua pasir di bawahnya terangkat.


Qiao Li memperhatikannya dengan seksama.


"Lindungi mata kalian!" seru Qiao Li yang menebak sasaran jurus yang dilakukan ketua sekte rambut putih tersebut.


Dan benar saja, ketua sekte rambut putih itu menyerang Qiao Li dan para anggota sekte bambu kuning dengan menggunakan pasir yang seperti disedot oleh telapak tangan si ketua anggota sekte rambut putih itu, dan diarahkannya pada Qiao Li dan anggota sekte bambu kuning yang ada di belakang Qiao Li.


Gadis itu dan yang lainnya sibuk menutupi wajah termasuk kedua mata mereka masing-masing. Dan disaat itulah digunakan oleh ketua sekte rambut putih itu untuk menyerang Qiao Li dengan pasir yang telah membentuk sebuah tangan yang sedang mengepal itu.

__ADS_1


Menyadari akan ada serangan mendadak itu, Qiao Li dengan jurus pengendalian anginnya melompat setinggi-tingginya ke langit.


Namun tanpa disadari oleh Qiao Li, kepalan tangan dari pasir itu menghantam hampir semua anggota sekte bambu kuning yang sedang sibuk menutup kedua mata mereka masing-masing.


"Boum...!" suara kepalan tangan dari pasir yang sedang menghantam para anggota sekte Bambu kuning


"Aaagrh....!" seru para anggota sekte bambu kuning yang terhempas dan jatuh ke belakang akibat terkena pukulan dari kepalan yang pasir buatan ketua sekte rambut putih tersebut.


"Astaga! aku melupakan mereka!" seru Qiao Li dari atas yang melihat secara langsung teman-temannya yang dihantam dengan kepalan tangan dari pasir itu.


Gadis itu kemudian turun dan saat ini dalam posisi saling berhadaoan dengan ketua sekte rambut putih itu.


"Bedebah! tega-teganya kau melukai mereka!" seru Qiao Li dengan kesal dan geram.


''Ha.... ha.... ha...!"


Ketua sekte rambut putih itu tertawa dengan lepas.


"Sekarang kita impas bocah ingusan!" lanjut seru ketua sekte rambut putih tersebut dengan riangnya.


"Sialan! rasakan ini!" seru Qiao Li yang terus menyerang dengan jurus pengendaliang anginnya, dia menciptakan angin yang berusaha mendorong ketua sekte rambut putih tersebut.


Ketua sekte rambut putih itu menghadapi Qiao Li dengan tenang. Tangan ketua sekte rambut putih itu membuat gerakan dengan tangannya, dimana didepannya tiba-tiba berdiri pagar yang terbuat dari pasir gurun yang mereka injak.


"Wuzz ...! wuzzz......!"


"Host.... host...!"


Qiao Li terengah-engah menandakan tenaganya yang sudah berkurang banyak untuk menghadapi ketua sekte rambut putih tersebut.


"Kalau begini terus, tenagaku bisa habis!" gumam gadis itu.


"Apakah jurus yang digunakan ketua sekte rambut putih ini adalah jurus pengendalian Bumi?" tanya dalam hati Qiao Li yang terus berpikir bagaimana melawan jurus tersebut.


"Ha.... ha.... ha...! Apakah hanya begitu saja jurus yang kamu punya hai bocah! menyerah sajalah kamu!" seru ketua sekte rambut putih itu dengan keyakinannya akan memenangkan pertempuran ini.


"Hah..! tidak semudah itu aku akan menyerah!" balas seru Qiao Li.


"Hopp hiaaat...!"


Gadis itu menghentakkan kakinya dan dia melesat keatas, kemudian Qiao Li bersalto turun tepat di belakang ketua sekte rambut putih.


Kemudian gadis itu menyerang di bagian yang tidak ada pagar pasir yang membentengi ketua sekte rambut putih itu.

__ADS_1


"Wuss...!" angin berhembus.


"Brakk...!" ternyata ketua sekte rambut putih itu mengetahui rencana Qiao Li, dan dia membuat pagar dari pasir yang mengelilingi dirinya. Dan itu sebagai benteng dirinya dalam menghadapi serangan jurus pengendali angin Qiao Li.


"Kurang ajar! dia tahu rencanaku!" gerutu Qiao Li dengan masih terengah-engah.


"Pedang Azuya!"


Dengan terpaksa gadis itu memanggil pedang kesayangannya.


Sebuah pedang yang berwarna hijau, sudah berada di tangannya.


"Pedang Azuya, bantu aku dalam menghadapi pria berambut putih itu!" bisik Qiao Li pada pedangnya.


Gadis itu kemudian membuat gerakan kuda-kuda jurus pedangnya, dan kemudian menyerang pagar pasir yang ada dihadapannya.


Qiao Li berharap dengan jurus pedangnya, bisa menghancurkan pagar pasir yang berdiri kokoh seperti sebuah benteng.


"Haopp hiaaat...!"


"Weeeeet.... weeeeet....!"


"Weeeeet.... weeeeet....!"


"Weeeeet.... weeeeet....!"


Qiao Li terus melancarkan serangannya, tapi hal itu sia-sia belaka.


Pada awalnya pagar pasir itu bisa runtuh karena sabetan pedang Azuya dengan cepatnya.


Namun dengan cepat pula, pagar pasir itu berdiri kembali.


"Host... host... host...!" nafas Qiao Li mulai tak beraturan.


"Cara apa lagi untuk menghancurkan pagar pasir itu!" seru Qiao Li dengan geram.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2