
Disaat lawannya lengah, Qiao Li yang turun dari melompatnya menyempatkan dirinya untuk mengambil beberapa kerikil.
Dan dilemparkannya kerikil - kerikil itu ke arah lawannya dengan sekuat tenaganya.
"Takk...takk..takk...!'' kerikil - kerikil itu mengenai dahi tiap anggota laki - laki yang berjubah hitam itu.
"Aaaghh....!" suara kesakitan dari lawannya yang terkena kerasnya kerikil yang mengenai dahi mereka satu persatu.
"Kurang ajar..!" umpat ketua mereka dengan geram, karena dirinya telah kehilangan banyak anggota.
"Menyerahlah dan pergi dari sini, mumpung masih ada waktu!":seru Qiao Li yang berdiri tegak di tengah - tengah mereka dengan bersiap kerikil di setiap ruas jarinya.
"Tak ada kata menyerah, seraaaang!" seru ketua mereka yang mampu memberi semangat para anggotanya untuk kembali menyerang Qiao li, walaupun anggota mereka berkurang banyak.
"Hopp...hiaaat...!"
"Takk...takk...takk...!"
Kembali Qiao Li menghadapi para penyerangnya dengan kerikil - kerikil yang ada setiap ruas jadinya.
"Aaarghh..!"
Kembali beberapa laki - laki berjubah hitam itu terkapar tak berdaya, dan kembali berkuranglah anggota mereka.
"Bedebah!" seru ketua mereka yang maju diantara para anggotanya.
"Aku kan sudah bilang, menyerahlah dan kalian bisa pulang dan tidur di tempat tidur nyenyak. Dari pada kalian nekat menyerang yang akhirnya terkapar dan malah tertidur di tanah seperti ini! he..he .!" seru Qiao Li seraya terkekeh.
"Jangan senang dulu kau nona!" seru ketua laki - laki yang berjubah hitam itu dengan lantang.
Kemudian ketua itu mengeluarkan senjatanya, yaitu sebuah golok yang lumayan besar.
"Wah, lumayan juga senjata kamu!' seru Qiao Li yang mulai bersiap dengan kerikil - kerikilnya.
"Rasakan seranganku ini! Golok pemburu Naga!" seru ketua itu seraya menyerang Qiao Li secara membabi - buta.
"Hopp..!"
"Beet...beeet...beeett....!"
Qiao Li mengelak ke belakang ke samping untuk menghindari serangan dari si ketua laki - laki berjubah hitam itu.
"Hei jangan menghindar saja, serang aku kalau bisa!" seru Ketua itu yang menantang Qiao Li.
Gadis itu mundur beberapa langkah dan mulai dengan gerakannya memberi serangan balik pada lawannya.
"Baiklah, rasakan ini..!" seru Qiao Li yang melemparkan batu - batu kerikilnya yang semua ke arah ketua itu.
"Hopp hiaaaat...!" seru Qiao Li yang mulai melemparkan kerikil - kerikilnya .
__ADS_1
"Tang..tang..tang...!"
Kerikil - kerikil Qiao Li dapat dengan mudah ditangkis oleh ketua itu dan dia mampu membalikkan kerikil - kerikil itu pada Qiao Li.
Dan keadaan berbalik, kini Qiao Li menghindari kerikil - kerikil yang mengarah padanya.
"Oh, rupanya dia membuat kerikil - kerikil ku menjadi senjata makan tuan!" seru Qiao Li yang sedikit geram.
"Ha..ha..bagaimana? kau lihat kemampuanku bukan? seharusnya kaulah yang menyerah dan serahkanlah pedang Azuya itu padaku!" seru ketua laki - laki berjubah hitam itu, yang kemudian tertawa dengan girangnya.
"Kurang ajar! rasakan ini!" seru dalam hati Qiao Li yang menyerang kembali ketua itu dengan satu kerikil di ruas jarinya.
"Hopp hiaaaat...!"
Seru Qiao Li yang bersiap melempar satu kerikil di ruas jarinya, dan kerikil itu mengenai tepat di kerongkongan ketua jubah hitam itu.
"Blugh...!"
"Agh...!"
Dan seketika itu juga, ketua jubah hitam itu kehilangan suaranya.
Ketua itu terus memegangi lehernya dan ada seorang anggota jubah hitam itu memukul tengkuk leher ketuanya dengan keras. Kerikil keluar dari tenggorokan dengan berwarna merah darah.
Dan muncullah darah dari mulut ketua jubah hitam yang kini tak bisa menggunakan suaranya.
"Aduh, ma'af ya!' ucap Qiao Li yang sedikit bergidik saat melihat darah yang terus keluar dari mulut ketua jubah hitam itu.
Namun sang ketua semakin berang melihat tingkah para anggotanya, dia kembali dalam posisi siaga hendak menyerang Qiao Li.
"Pedang Azuya!"
Gadis itu memanggil pedang pemberian ibunya.
Ketua laki -laki berjubah hitam itu, menyerang Qiao Li dan akhirnya dua senjata saling beradu dan mengeluarkan bunyi suara yang khas.
"Trang....Trang....Trang....Trang...!"
"Trang....Trang....Trang....Trang...!"
Dan sejauh ini belum ada kalah maupun mengalahkan.
"Trang....Trang....Trang....Trang...!"
"Trang....Trang....Trang....Trang...!"
"Trang....Trang....Trang....Trang...!"
"Trang....Trang....Trang....Trang...!"
__ADS_1
Tiba - tiba saja serangan dari ketua laki - laki berjubah hitam itu melemah, itu dikarenakan banyak nya darah yang keluar dari mulut ketua itu.
Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Qiao Li, dengan cepat dia menguasai keadaan dan mempercepat jurusnya untuk mengalahkan lawannya.
Qiao Li berhasil membuat pedang Ketua jubah hitam itu terlepas dari tuannya.
"Hopp hiaaat..!"
"Sreet...! jleb....!" pedang Azuya menyayat lalu menghunus ke tubuh lawannya.
"Aaaghh....! brukk....!" seketika itu juga lawannya ambruk tak bernyawa lagi.
Sementara yang lainnya, tunggang langgang melarikan diri meninggalkan tempat kejadian.
"Hei, hanya begitu saja ya? jika ketuanya kalah, mereka pergi begitu saja, padahal ketua mereka ini berkorban demi mereka." gerutu dalam hati Qiao Li.
Pedang Azuya yang bisa membersihkan dirinya sendiri dari noda darah, dan dengan ceoat Qiao Li menghilangkan kembali pedang tersebut dari pandangan mata.
"Pedang Azuya!"
Seru Qiao Li dan pedang Azuya hilang dari pandangan matanya.
Gadis itu kemudian melanjutkan langkahnya menyusuri jalan setapak, dan kali ini tujuan dia adalah mencari sungai. Untuk membersihkan dirinya dari noda pertempuran sekaligus mencari makanan yang dia butuhkan saat ini, karena perutnya yang sedang kosong terlebih sehabis bertempur melawan para laki - laki berjubah hitam tadi.
Qiao li terus berjalan dan tibalah dirinya di tempat yang dia inginkan.
Di depan Qiao Li saat ini membentang sebuah sungai, walaupun tidak besar dan deras arusnya.
"Ada sungai, akhirnya aku bisa mandi juga! seru Qiao Li yang bergegas mencari batu besar yang bisa menutupinya pada saat dia m see lepaskan pakaian kotornya dan dia membersihkan dirinya di sungai tersebut.
Tak berapa lama, akhirnya Qiao Li menemukan batu yang dimaksudkannya. Gadis itu melepaskan pakaiannya dan dia segera menceburkan dirinya masih ke dalam sungai.
Tidak lama Qiao Li membersihkan dirinya, karena dia merasakan ketidak nyamannya.
Qiao Li memakai pakaian gantinya yang bersih, dan kemudian dia mencuci pakaiannya yang kotor dan setelah itu pakaian yang dia cuci dijemur diatas batu besar yang dibuatnya sebagai penutup dirinya pada saat dirinya mandi tadi.
Kemudian Qiao Li mencari beberapa ikan untuk makan siangnya, dan akhirnya setelah menyusuri sungai itu dia berhasil menangkap beberapa ikan.
Setelah itu Qiao Li membersihkan ikan dan kemudian membakar ikan tangkapannya. Namun sebelumnya Qiao Li mencari kayu kering untuk membakar ikan tangkapannya tadi.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...