Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Pelajaran Dari Ibunda


__ADS_3

Kereta kuda yang dikemudikan Chiang Yi terus berjalan dan memasuki sebuah hutan yang sangat lebat.


"Hari menjelang malam, sebaiknya kita cari tempat yang aman di dalam hutan ini!" ucap Xin Xin yang di setujui semuanya.


Kuda itu terus melangkah, dan sampailah mereka di sebuah Padang rumput yang cukup luas.


"Malam ini kita tidur disini saja!" seru Chiang Yi yang memberhentikan kereta kudanya.


"Kalian buat api unggun ya, aku akan berburu sesuatu yang bisa kita makan malam ini!" ucap Chiang Yi yang kemudian dia turun dari kereta kuda dan di ikuti Qiao Li dan Xin Xin.


"Baik kak Yi!" ucap Xin Xin.


"Baik paman Yi" ucap Qiao Li.


Qiao Li mencari kayu bakar dan Xin Xin membuat perapian.


Sedangkan Chiang Yi mulai berburu binatang di sekitar tempat mereka berhenti.


Chiang Yi mengendap-endap saat dia melihat seekor rusa yang sedang merumput.


Chiang Yi mengeluarkan tali cahaya dari telapak tangan kanannya, dan diarahkan ke kaki rusa itu.


Seketika itu juga keempat kaki rusa itu juga terlilit oleh tali cahaya.


Rusa itu menggelepar-gelepar tak berdaya.


Chiang Yi menyembelih dan membersihkan rusa itu di sungai, Dan setelah itu membawanya ke tempat dimana Qiao Li dan Xin Xin berada.

__ADS_1


Sementara itu, Qiao Li dan Xin Xin telah usai membuat api unggun.


Xin Xin mengajari Qiao Li tehnik jurus dalam dari perguruan Darma putih


"Ibu akan mengajarimu secara teori terlebih dahulu" ucap Xin Xin yang mulai menerangkan cara untuk membela diri.


"Simak baik-baik ya Li'er ;


1.) perhatikan skenario pertarungan. Kewaspadaan terhadap situasi merupakan kunci untuk memenangkan pertarungan. Pikiran tidak hanya berfokus pada kesadaran bahwa kamu harus siap bertarung, tetapi juga memperhatikan lokasi di sekelilingmu dengan cepat dan memikirkan cara untuk mengubah lokasi pertempuran menjadi hal yang menguntungkan. Jika tidak siap, Anda bisa diserang sebelum sempat menarik pedang.


Percayalah dengan firasat kamu Apakah perasaan kamubtidak enak? Apakah kamu merasa diawasi? Apakah situasinya terlalu tenang, atau ada sesuatu yang tidak pada tempatnya, atau atau mendengar sesuatu yang tidak jelas? Perhatikan intuisi kamu karena mungkin itu bisa menyelamatkan hidupmu.


Waspadai ancaman. Jika tidak memperhatikan penyerang, kamu berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan di antaranya adalah perilaku yang aneh atau mencurigakan, situasi di sekitar kamu, dan bahkan "firasat" kamu sendiri.


Perhatikan situasi pertarungan. Bertarung melawan preman di gang yang gelap sangat berbeda dengan melakukan pertarungan di turnamen. Pertarungan di turnamen dikendalikan dan dilaksanakan berdasarkan peraturan atau kode etik. Ketika kamu diserang di jalanan (karena alasan tertentu), mungkin kamu akan bertarung untuk mempertahankan nyawa. kamu bisa melanggar peraturan dengan menerapkan taktik yang "tidak terhormat", misalnya dengan menendang, menyambitkan pasir ke mata lawan, atau melakukan tipuan.


Sinar matahari yang terang bisa membutakan mata jika berada di sudut yang tepat dengan tingkat ketajaman yang kuat. Paksa lawan kamu agar berada dalam posisi yang membuat matanya terkena sinar matahari sehingga kamu menjadi sulit dilihat.


Lingkungan yang gelap bisa membuat tubuh menjadi tidak kelihatan, baik kamu maupun lawan.


Hutan memiliki banyak ruang untuk bersembunyi. Pepohonan bisa menyulitkan para petarung untuk membentuk pertahanan massal seperti "dinding dari perisai", atau melancarkan serangan dengan formasi seperti dalam medan perang.


Rintangan alami seperti tebing, laut, atau dinding bisa menghambat pergerakan dan menghalangi upaya untuk melarikan diri.


Petarung berpedang (terutama yang mengenakan zirah atau baju besi) biasanya tidak bisa menampilkan kemampuan terbaik di area lumpur, rawa, es, atau di salju yang tebal dan lunak.


Bertarung di medan perang harus dilakukan sebagai tim, bukan menonjolkan keterampilan individu. kamu akan bergantung pada orang di sekitar untuk bertahan hidup. Bertindak sendiri secara gegabah bisa berakibat fatal pada diri sendiri dan teman kamu.

__ADS_1


Lingkungan di perkotaan biasanya berupa tempat yang tertutup, misalnya ruangan atau jalan.


3.) Cabutlah pedang sebelum kamu mulai bertarung. Ayunan pedang dari orang yang terlatih hanya memerlukan waktu sepersekian detik. Jadi, jika kamu sudah menghunus pedang, waktu kamu tidak akan terbuang. Selain itu, pedang juga tidak akan berguna jika hanya tergantung di sarungnya.


Di sisi lain, apabila pedang kamu dirancang agar mudah dicabut dari sarungnya dengan cepat (dan kamu telah melatihnya), ini bisa menjadi serangan kejutan yang hebat. Tindakan ini juga dapat mengintimidasi lawan dengan menunjukkan bahwa kamu merupakan petarung yang sangat terlatih.


Ini sangat cocok untuk pedang Jepang yang bisa digunakan untuk menyerang sambil dicabut dari sarungnya. Gaya ini dinamakan iaido dan batto-jutsu.


4.) Bersikaplah santai! Panik merupakan reaksi alami ketika seseorang bertarung menggunakan pedang. Akan tetapi, jikakamu tegang, pikiran akan lemah sehingga kam tidak bisa bertindak dengan cepat, penuh kendali, atau dengan mental yang jernih. Ini bisa fatal. Dengan berlatih, kamu bisa belajar untuk berkonsentrasi dalam situasi yang berbahaya. Pikiran kamu akan belajar untuk berfokus pada apa yang sedang dihadapi.


5.) Jagalah agar tubuh tetap seimbang sehingga bisa menyerang dan menangkis tanpa terpukul. Selalu posisikan kaki selebar bahu, dan ketika bergerak, jagalah agar kaki tetap terentang. Jangan pernah memosisikan kedua kaki secara berdekatan. Gunakan genggaman pedang yang memudahkan Anda untuk menggerakkannya. Awasi gerakan lawan dan pelajari caranya bergerak ketika menyerang dan melancarkan serangan pembuka. Anda harus cepat. Ketika menangkis, jagalah agar pedang berada di dekat tubuh sehingga Anda tidak perlu merentangkan tangan untuk menangkis serangan. Cobalah untuk selalu melakukan serangan balik. Pergerakan dan penempatan kaki adalah kunci keseimbangan. Semakin sering telapak kaki menyentuh tanah, keseimbangan menjadi semakin baik sehingga kekuatan yang kamu salurkan dalam serangan menjadi lebih besar. Untuk menjaga keseimbangan, usahakan untuk bergerak dengan menggeser kaki, bukan mengangkat dan melangkahkannya. Memiringkan tubuh ke depan akan mengangkat tumit sehingga mengurangi keseimbangan di tanah.


Berhati-hatilah dengan penempatan dan penggunaan kaki di setiap serangan karena ini bisa memberi peluang bagi lawan untuk menghantam kamu.


Jagalah agar tubuh tetap lurus dengan dada dan tubuh mengarah ke depan sehingga keseimbangan akan tetap terjaga ketika kamu mengayunkan pedang. Ini juga memudahkan kamu untuk menghindari serangan lawan dengan gerakan tubuh yang sederhana. Jika tubuh menghadap ke samping, kami akan terkunci karena hanya bisa menghindari serangan dalam satu arah.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


.


__ADS_2