Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Usaha Xin Xin untuk Kembalikan Ingatan Fang Chen


__ADS_3

"Biasanya kamu bisa mengalahkan ku untuk jurus tangan kosong, aku yakin kamu bisa mengalahkan ku!'' seru Xin Xin untuk memancing emosi Fang Chen.


Fang Chen terus menyerang dan membuat Xin Xin tersudut dan Ibunda dari Qiao Li itu terdorong dan jatuh di atas pasir.


Tangan xin xin menyentuh kerikil-kerikil yang ada diantara pasir-pasir itu.


Dia pun mengambil dan menjentikkannya kerikil-kerikil itu di setiap titik totok di leher, pelipis mata dan dada Fang Chen.


"Tokk....tokk....tokk....!"


Walaupun tidak kuat dan mematikan, totokan dari kerikil-kerikil itu membuka jalan darah di tubuh Fang Chen terutama bagian kepalanya.


Karena Xin Xin mencoba membuat Fang Chen ingat kembali masa lalunya.


"Aaargh...!" Fang Chen mengerang kesakitan dan memegang kepalanya dan mencengkeram rambutnya dengan kuat.


"Aarghh...!" Fang Chen merasakan kesakitan yang luar biasa.


"Ibu, apa ayah baik-baik saja?" tanya Qiao Li yang khawatir.


"Entahlah, ibu juga belum tahu. Ibu hanya mencoba menggabungkannya.


"Aaargh...!" sekali lagi Fang Chen mengerang dan kali ini lebih kuat menahan sakitnya.


Dan akhirnya Fang Chen tak sadarkan diri.


"Ayah..!" panggil Qiao Li yang menghampiri Fang Chen.


Xin Xin juga segera mendekat, dan diperiksalah tubuh Fang Chen dengan teliti. Mulai dari hidung dan denyut nadinya.


"Dia hanya pingsan, sebaiknya kita bawa dia masuk ke penginapan." ucap Xin Xin yang menatap ke arah Qiao Li.


"Biar kedua paman itu yang membantu mengangkat dan memindahkan tubuh ayah, Bu" usul Qiao Li.


"Iya, kau benar!" ucap Xin Xin yang menyetujui usul Qiao Li.

__ADS_1


Kemudian Qiao Li menyuruh dua orang yang membersihkan kandang kuda dan memberi minum kuda para tamu penginapan, untuk mengangkat dan membawa tubuh Fang Chen masuk ke penginapan.


"Saudara Chen kenapa?" tanya Patriak Feng yang penasaran.


"Dua pingsan karena terkena totokan jurus dari ibuku!" jawab Qiao Li pada saat Qiao Feng menghampirinya.


Fang Chen kemudian dibawa ke kamarnya, dan dibaringkan di tempat tidurnya.


"Li,'er, ambilkan ibu air hangat dan juga handuk kecil. Ibu akan membersihkan tubuh ayah kamu sekalian ibu ingin menyakinkan diri ibu untuk tahu tanda lahir di tubuh laki-laki ini!" ucap Xin Xin yang disetujui oleh Qiao Li.


Walau bagaimanapun, yang tahu tentang tanda lahir di tubuh ayahnya itu hanyalah ibunya.


Qiao Li bergegas mengambil pesanan ibunya dan dalam sekejap Qiao Li sudah hadir kembali di samping Xin Xin.


Xin Xin menerima air dalam baskom berikut dengan handuk kecilnya, kemudian Xin Xin mulai membersihkan wajah Fang Chen yang tampan itu dari debu dan pasir yang menempelnya.


Lanjut Xin Xin mengusap ke leher dan membuka pakaian bagian atas Fang Chen.


Dan Xin Xin melihat detail tanda lahir di tubuh Fang Chen yang sama persis dengan tanda lahir di tubuh suaminya.


"Kak Saga!" ucap Xin Xin yang memanggil nama suaminya.


"Benar, dia ayah kamu. Suami ibu!' jawab Xin Xin yang sangat yakin.


"Kalau begitu tinggal usaha kita membuat ayah sadar kembali!" seru Qiao Li.


"Iya!" ucap Xin Xin yang melanjutkan membersihkan tubuh Fang Che di bagian kakinya.


"Ibu, ajari Li'er jurus menyentil kerikil tadi Bu!" pinta Qiao Li pada saat Xin Xin telah selesai membersihkan tubuh Fang Chen.


"Oh itu tadi adalah tehnik totokan, di setiao tubuh manusia ada titik lemah pada tubuh yang bisa dimanfaatkan untuk mengalihkan perhatian pelaku kejahatan" ucap Xin Xin yang meletakkan tempat air itu di bawah tempat tidur.


"Bagian mana saja yang biasanya membuat lawan lemah?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Bagian yang harus kamu perhatikan untuk melemahkan lawan kamu, satu Ulu hati terletak di bawah dada tulang taju pedang tepat di tengah badan. Bagian ini biasa disebut juga dengan solar plexus. Yang membuat ulu hati menjadi area sensitif adalah karena disana terdiri atas banyak susunan saraf." ucap Xin Xin dengan menunjukkan bagian ulu hati tersebut.

__ADS_1


 "Selain itu di ulu hati juga terdapat diafragma yang membantu pernafasan. Ketika ulu hati terpukul, difragma akan menjadi kaku dan menjadikan seseorang sulit bernafas dan memberikan efek mual dan muntah. Pukulan dengan kepalan tangan atau tendangan efektif untuk membuat pelaku kejahatan kesakitan dan memberi kita waktu untuk ambil langkah seribu" jelas Xin Xin.


"Oh yang ini!" seru Xin Xin yang menunjukkan bagian ulu hatinya.


"Iya seperti itu. Lanjut yang kedua Hidung. Hidung bisa menjadi sasaran melemahkan lawan yang posisinya dekat dengan kita. Hidung merupakan susunan tulang rawan lunak yang mudah patah saat dipukul. Ketika hal itu terjadi, biasanya akan menimbulkan perdarahan dan rasa nyeri yang lumayan menyakitkan. Rasa sakit itu akan membuat pelaku lemah dan melepaskan cengkeramannya"


"Dan yang selanjutnya adalah ********. Sudah tidak asing lagi bahwa ******** merupakan area sensitif yang menjadi bagian terlemah manusia. Bagian tersebut terdiri atas banyak saraf yang apabila dipukul tidak hanya membuat pelaku kesakitan, bahkan juga bisa kehilangan kesadaran beberapa saat. Pukulan di bagian ******** bisa dilakukan dengan tendangan, atau dengkulan dari bagian bawah." jelas Xin Xin.


"Sejauh ini sedikit mengerti Bu!" ucap Xin Xin sembari mengulas senyumnya.


"Bagus, lanjut yang ke empat, Tepi leher. Bagian ini sudah ibu praktekan tadi terhadap ayah kamu. Bagian tepi leher merupakan area yang sensitif karena di area tersebut terdapat pembuluh darah leher dan arteri karotid."


" Menyerang bagian ini, membuat pelaku terkejut dan kesakitan karena aliran darah terganggu. Gunakan tepi tangan ketika ingin menyerang bagian ini. Tetapi tetap harus hati-hati, karena jika serangan berlebihan bisa menyebabkan akibat yang fatal"


"Yang kelima dagu. Ketika dipukul di dagu atau lebih tepatnya rahang bawah, kepala akan terasa berputar. Ada susunan saraf di dagu yang berkaitan langsung dengan otak."


"Beberapa detik saat kepala terasa berputar, otot dan cairan dalam kepala akan berusaha meredamnya. Ketika itu terjadi, pelaku akan kehilangan kesadaran sesaat dan merupakan saat yang tepat untuk lari." jelas Xin Xin.


"Sejauh ini apabkamu mengerti Li'er?" tanya Xin Xin seraya menatap putinya.


"Iya, sedikit mengerti" ucap Qiao li yang mengingat-ingat ucapan ibundanya.


"Lanjut yang ke enam Jakun. Jakun pada laki-laki atau ternggorok merupakan area yang tidak terlindungi oleh tulang. Menyerang bagian tersebut dapat menyebabkan sesak nafas. Bahkan dengan pukulan ringanpun, bagian ini akan menyebabkan sistem pernafasan seseorang terganggu beberapa detik. Waktu yang singkat tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyelamatkan diri."


"Yang ketujuh adakah Mata.


Sudah menjadi rahasia umum, mata merupakan bagian tubuh  yang lemah. Menyerang mata bisa mengunakan gerakan mencolok, meninju ataupun mencungkil. Selain memberikan efek sakit, menyerang mata juga bisa mengalihkan penglihatan pelaku dan memberi kita jeda waktu berharga." ucap lanjut Xin Xin yang menjelaskan.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2