
Namun tiba-tiba "Woow...tunggu nona!" seru orang yang mau diserang Rani sambil mundur dua langkah.
"Inspektur...! Maaf saya kira kawan mereka." kata Rani menurunkan kedua tangannya yang mengepal.
"Nona sepertinya apa kita pernah ketemu sebelumnya? Ah iya,nona bersama seorang laki-laki yang memakai topeng juga, waktu saya dikejar dua pengendara sepeda motor kemarin ya?" Inspektur itu coba mengingat,
"Permisi Inspektur, urusan saya sudah selesai" kata Rani sambil tersenyum dan kemudian melompat diantara dahan pohon dan kemudian menghilang.
Inspektur Saga yang melihatnya sedikit tertegun. Dan kemudian Dia menelpon polisi yang sedang patroli dan ambulan.
Setelah semuanya beres, Inspektur Saga kembali ke motornya menghampiri Rani yang tadi disuruhnya menjaga motornya.
Setelah berjalan beberapa langkah,dia tidak mendapati gadis yang disuruhnya menunggu motornya itu. Dan gadis itu sudah tidak ada ditempat. Kemudian Inspektur Saga menebarkan pandangannya ke sekelilingnya.
"Inspektur Saga!" panggil seorang gadis yang muncul di balik motor Inspektur Saga sambil membenarkan kaca matanya.
"Oh rupanya di situ. Aku kira kamu diculik buat sandera juga..ha..ha.." kata Inspektur Saga sambil tertawa lega karena gadis itu tidak kenapa-kenapa
"Ahh..Inspektur, kan Inspektur yang nyuruh supaya aku jaga motor Inspektur kayak tukang parkir" kaya Rani sembari tersenyum.
"Glekk.. Senyum itu, pernah aku lihat!" batin Inspektur Saga.Dia pun membalas senyum Rani.
"Oh ya,tadi kamu menyebut namaku. Maaf apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Inspektur Saga sambil memasukan kunci motor dan memakai helmnya.
"Aduh tadi aku keceplosan...ah bilang apa ya? kok jadi gugup sih? senyumnya...bikin meleleh!" gumam Rani dalam hati.
"Kan Inspektur baik hati dan tidak sombong. Jadi banyak yang tahu Inspektur" jawab Rani sekenanya.
"Memang sampai segitunya? padahal prestasiku belum banyak?" timbul beberapa pertanyaan dalam benak Inspektur Saga.
"Kamu bohong ya?" tanya Inspektur Saga.
Rani pun menunjukan dua jarinya sambil senyum simpul.
"Sudahlah,ayo naik..!" seru Inspektur Saga menyuruh Rani naik motor yang sudah dinyalakannya. Rani pun segera naik di belakang Inspektur Saga.
"Boleh aku tahu siapa nama kamu?" tanya Inspektur Saga beberapa detik setelah motornya melaju.
"Rani" jawab Rani."Apa...kurang jelas!" seru Inspektur Saga.
"Rani...R..A...N...I Rani" jawab Rani sambil mendekatkan kepalanya pada kepala Inspektur yang memakai helm.
Tiba-tiba Inspektur menghentikan motornya secara mendadak, reflek Rani memeluk Inspektur Saga. "Sudah sampai..!" seru Inspektur Saga.
__ADS_1
Rasanya tak ingin melepaskannya,karena tercium aroma wangi di seragam Inspektur itu.
"Oh i..iya" Rani pun segera turun dari motor Inspektur Saga.Dan segera menghampiri sepeda kayuhnya.
"Sebentar... Aku akan mengantar kamu ke sekolah. Karena sepertinya kamu terlambat sekolah. Sepeda kamu biar dititipkan di pos polisi terdekat." Kata Inspektur Saga.
"Apa? berarti dibonceng Inspektur lagi dong? Aghh...mimpi apa aku semalam" batin Rani yang serasa melayang tapi dia tahan.
Setelah bicara dengan bawahannya, Inspektur Saga mengambil satu helm dari motor bawahannya. Dan memberikannya pada Rani.
Gadis itu menerima dan memakainya. Kemudian mereka segera naik motor dan melaju menuju sekolah Rani.
"Apa kamu satu kelas dengan Dio?" tanya Inspektur Saga tiba-tiba. "Inspektur tau tentang Dio?" Rani balik bertanya.
"Siapa sih yang nggak kenal anak ketua geng Kobra? ha..ha..Dio itu saudara sepupu saya." jawab Inspektur Saga sambil tertawa, dalam hatinya sebetulnya tidak mau punya saudara yang akan berurusan dengan polisi.
"Oh Dio teman sekelas saya Inspektur. Mohon maaf Dio dan temannya Bella sering membulli saya, tapi saya selalu dibantu teman sekelas saya juga,Dito namanya" cerita Rani.
"Jadi Dito juga sekolah di sekolah yang sama?" tanya Inspektur Saga.
"Anda kenal dengan Dito Inspektur?" tanya Rani.Inspektur Saga tidak segera menjawab, karena mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah
"Sudah sampai, tampaknya kita terlambat. Pintu gerbang sudah ditutup. Kamu disini sebentar, Saya akan bicara dengan Satpam sekolah" kata Inspektur Saga saat turun dari motornya.
Kemudian Inspektur Saga dan Rani masuk ke dalam halaman sekolah dan mereka menuju tempat parkir.
"Rani,antarkan saya ke wali kelas kamu." pinta Inspektur Saga. "Hari ini jadwal pelajaran wali kelas saya Inspektur.." kata Rani. "Ok kalau begitu, antarkan ke kelasmu" kata Inspektur Saga
"Baik Inspektur,Mari lewat sini" ajak Rani,dan mereka melewati ruangan demi ruangan. Dan akhirnya mereka sampai juga.
"Disini Inspektur.." kata Rani. "Biar aku yang mengetuk pintu" kata Inspektur Saga dan langsung mengetuk pintu ruang kelas Rani.
Tak selang berapa lama, ada seorang guru wanita setengah baya melihat ke arah pintu dan mendekatinya.. "Ada apa ya? ada yang bisa saya bantu?" tanya Ibu guru setengah baya yang tak lain wali kelas Rani.
Kemudian Inspektur Saga menjelaskan semua kejadian tadi pagi pada Guru wali kelas Rani.
Guru Wali kelas Rani pun mengerti dan menyilahkan Rani masuk ke kelas.
Ketika Rani hendak melangkah masuk ke kelas, "Sebentar, ini kartu nama saya. Hubungi saya jika sudah pulang sekolah. Saya akan menjemputmu" kata Inspektur Saga.
"I..iya Inspektur. Terima kasih" kata Rani." Hm..berarti aku punya dua kartu nama" batin Rani, gadis itu pun segera masuk ke dalam kelas.
Terdengar suara klakson motor, membuat Rani kaget."Inspektur! bikin kaget aja!" seru Rani.
__ADS_1
"Ayo naik!" pinta Inspektur sambil menyodorkan helm pada Rani.
"Dasar...motor sama orangnya sama.Bikin jantungan!" gerutu Rani dalam hati sambil memakai helm dan naik ke motor sport yang ditumpangi Inspektur Saga.
"Inspektur.. bersediakah anda antar saya lihat keadaan Dio?" tanya Rani saat motor telah melaju. Mendengar pertanyaan Rani, Inspektur Saga tiba-tiba menghentikan motornya.
Secara otomatis Rani memeluk Inspektur dan hidungnya terbentur punggung Inspektur Saga.
"Inspektur, kalau mau berhenti bilang. Sakit ni hidung saya.."gumam Rani.
Inspektur Saga pun tertawa saat menoleh ke wajah Rani yang sudah turun dari motornya.
"Malah ketawa!" seru Rani sebel.
"Habis hidung kamu merah kayak badut Ancol ha..ha.." 'kata Inspektur Saga dan terus tertawa.
Rani pun buru-buru melihat wajahnya di kaca spion motor Inspektur Saga.
"Ahh... iya, pokok inspektur harus tanggung jawab nih.Sakit tahu.."kata Rani sambil mencubit lengan inspektur Saga.
"Auw..i..iya iya..Aku traktir makan siang" kata inspektur Saga pura-pura sakit.
"Tapi aku mau tanya, kenapa kamu mau jenguk Dio.Padahal kan dia sering bully kamu?" tanya Inspektur Saga.
"Biar Dia yang jahat, tapi saya jangan, ayo jalan lagi" jawab Rani sambil tersenyum, dan Inspektur Saga pun membalas dengan senyuman.
"Rani..!":panggil Inspektur Saga lirih.
...💭💭💭💭...
"Ra...Rani...!" igau Fang Chen yang masih berada di atas tempat tidurnya dan masih memejamkan kedua matanya.
"Kau dengar Li'er! kakak Chen panggil siapa?" tanya Xin Xin yang mendekat ke wajah Fang Chen dan mencoba memastikan Pendengarannya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...