Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Kisah Pedang Azuya


__ADS_3

Xin Xin kemudian memeluk erat putrinya seraya mengusap kepala putrinya dengan lembut.


"Kamu mungkin salah orang?" tanya Xin Xin yang sebenarnya juga penasaran dengan sesosok Pria yang bernama Fang Chen itu.


"Walaupun dia merubah semua penampilannya, tetap saja Qiao Li ingat wajah dan suara ayah.!" seru Qiao Li yang jelas mengingat suara sang Ayah.


"Ada kemungkinan ayah sedang mengalami amnesia, entah karena waktu jatuh atau faktor lainnya" kata Xin Xin dan Qiao Li mendongakkan kepalanya.


"Amnesia?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Iya, apa kamu bisa perkirakan ayah kamu sekarang ada di mana?" tanya Xin Xin yang penasaran.


"Li'er perkirakan kalau ayah tetap bersama Paman Tian dan bibi Qiu, karena mereka selalu bersama-sama." jawab Qiao Li dengan penuh keyakinan.


"Kalau begitu, besok kita lakukan perjalanan ke sungai lembah kuning!" ucap Chang Yi yang ikut masuk dalam perbincangan ibu dan anak itu.


"Tapi apa kamu tahu tentang sungai lembah kuning itu kakak Yi? " tanya Xin Xin yang penasaran.


"Yang aku dengar, lembah sungai kuning itu berada di blok Timur, jadi kita harus ke blok timur dengan melewati gurun pasir di mana ada bekas penginapan yang Li'er pernah berada di sana" jawab Chang Yi yang dia pernah mendengar kisah lembah sungai Kuning dari beberapa warga saat dalam pengembara mereka.


Mereka melanjutkan dengan pembicaraan yang ringan.


"Sudah larut malam, sebaiknya kita beristirahat. Karena kita besok melakukan perjalanan yang panjang" ucap Xin Xin saat malam semakin larut.


"Iya Li'er, kalau mengantuk sebaiknya kamu istirahat lebih dulu!" ucap Chang Yi yang kembali meminum minumanya.


"Iya Bu dan paman, tapi Li'er belum begitu mengantuk.Li'er di sini dulu" kata Qiao Li yang tetap dalam posisinya.


"Kalau begitu ibu masuk ke kamar lebih dulu ya" kaya Xin Xin


"Iya Bu" jawab Qiao Li yang tetap dalam posisinya.


"Sudah biar aku temani Li'er di sini dan kamu pergilah ke kamar." ucap Chang Yi .


"Baiklah, kakak Yi bbb jangan kamu goda putriku ya!" ucap Xin Xin sedikit memberi ancaman.


"Iya-iya! aku tahu batasannya kok!" ucap Chang Yi sembari menyeruput minumannya.


"Aku percaya padamu!" kata Xin Xin yang kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Xin Xin tidak langsung tidur, tapi dia mengeluarkan pedang Azuyanya.


Perempuan itu penasaran dengan perkataan Ratu Flower yang mengatakan kalau dia harus membuka segel pada pedang Azuya.


"Pedang Azuya"


Sebuah pedang berwarna hijau keluar dari tubuh Xin Xin.


Ibu dari Qiao Li memandangi terus pedangnya. Dia mengingat kembali saat pertama kali pedang Azuya ada di tangannya.


📆Flashback On

__ADS_1


Malam harinya, karena kelelahan Rani atau Xin xin tertidur pulas di kamarnya.


Tiba- tiba Rani mendengar suara petikan harpa mengalun merdu.


"Si..siapa kamu..?!" tanya Rani yang penasaran.


"Apa kabar Rani, Aku Leony!" jawab Leony yang berhenti memetik harpanya.


"Kabarku baik, Leony, kenapa wujudmu seperti ini?" tanya Rani penasaran.


"Peri mah bebas, aku bisa berubah sesuai keinginanku!" jawab Leony asal.


"Iya..iya deh yang Peri! " Sahut Rani yang juga asal.


"Saat aku melihat latihanmu tadi siang, aku ingin memberimu sesuatu." kata Leony yang kemudian di tangkupnya kedua tangannya dan dia berkomat-kamit seperti merapal mantera dengan menggosokkan telapak tangannya tersebut.


Kemudian di tengadahkannya kedua tangannya dan muncul cahaya biru yang panjang membentuk sebuah pedang.


"Pedang! cantik sekali!" seru Rani


"Semoga pedang ini berjodoh padamu. Ambillah, jika kamu menyebut namanya dia akan muncul maupun menghilang sesuai permintaanmu." kata Leony sambil menyerahkan pedang tersebut.


"Apa nama pedang ini?'" tanya Rani sambil menerima pedang tersebut.


"Pedang Azuya..!" jawab Leony putri Ratu flower yang sudah meninggal.


Rani pun mencoba menyebut nama pedang yang ada di tangannya kembali.


"Pedang Azuya..!" dan pedang itu pun menghilang dari pandangannya.


"Pedang Azuya..!" maka pedang itu muncul kembali.


Kemudian Rani menggunakan Pedang Azuya itu untuk latihan, berbagai jurus pedang pun dia tunjukan.


"Hop ...! Hiaaat..!!"


"Beeeeet...! beeeeet...! beeeeet.,!!"


"Bagaimana Rani, kamu suka?'" tanya Leony yang kagum akan gerakan jurus-jurus Rani.


"Aku suka sekali, terima kasih Leony!" seru Rani yang memeluk Leony.


Seketika itu juga, Rani terbangun dari mimpinya.


"Apa ini, aku hanya mimpi?" tanya Rani dalam hati.


Dia pun penasaran, dan mencoba menyebut nama pedang itu.


"Pedang Azuya..!!"


Seketika itu juga muncul pedang Azuya di telapak tangannya.

__ADS_1


"Ah betul tidak mimpi!" seru Rani sambil memeluk pedang Azuya itu.


"Kini aku punya senjata!"


"Pedang Azuya, bantu aku, kita tumpas kejahatan di muka bumi ini" kata Rani dengan mantap.


📆Flashback off.


"Aku ingat, kata ratu flower ada semacam kunci untuk membuka segel pedang Azuya ya?" tanya dalam hati Xin Xin yang teringat apa yang dikatakan Ratu Flower saat berada di pusaran angin.


"Bagaimana cara aku membuka segel pedang ini ya?" pertanyaan demi pertanyaan terus berkecamuk di dalam hati Xin Xin.


Kemudian Xin Xin duduk bersila dengan pedang Azuya di letakkan depannya.


Tiba-tiba terdengar suara yang begitu dekat di telinganya. Suara itu adalah suara suara roh penunggu pedang Azuya.


"Kalau kamu mau membuka segelku, kamu harus mengumpulan tujuh batu impian, dan dua diantara batu impian itu, kini berada di tangan putrimu!" jelas roh penunggu pedang Azuya.


"Batu impian? putriku sudah memilikinya?" tanya Xin Xin yang tak percaya, karena yang dia tahu kalau Qiao Li ilmunya tak sehebat kakaknya.


"Jadi aku harus mengumpulkan batu impian, agar bisa membuka segel pedang Azuya." ucap Xin Xin lirih.


Sementara itu Qiao Li dan Chang Yi saling bercerita.


"Oiya Paman Chang yi, apa paman sudah punya Istri?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Apa maksud kamu?" tanya Chang Yi yang penasaran.


"Paman kan tampan dan gagah! masak selama ini tak punya pasangan?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Kau kira pamanmu ini tak laku begitu?" balas Chang Yi dengan pertanyaan juga.


"He .he...! bisa jadi" goda Qiao Li dengan mengulas senyumnya.


"Dulu paman sangat penasaran dengan ibu kamu."Ucap Chang Yi yang mengingat masa-masa dia berada di kerajaan langit.


"Penasaran dengan Ibu, memangnya ibu kenapa?" tanya Qiao Li yang ikut penasaran.


"Tapi setelah tahu kalau ibu kamu itu sudah mempunyai tunangan, maka paman tak lagi mau tahu lebih jauh.


"Memangnya paman penasarannya masalah apa?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Ibu dan ayah kamu itu manusia yang bisa mengalahkan putra dewa angin yaitu Simon si dewa Badai." jawab Chiang Yi seraya menghela nafasnya.


...~¥~...


.


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....

__ADS_1


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


__ADS_2