
"Kakak Yi, merasa ada yang aneh tidak?" tanya Xin Xin dengan berbisik.
"Iya, kenapa resepsionis tadi bilang kamarnya yang kosong hanya tinggal kamar ini? tapi ada tamu setelah kita kenapa diberikan kamar, tadi katanya kamarnya tinggal satu?" tanya Xin Xin yang penasaran.
"Harus kita selidiki!" seru Chiang Yi yang juga penasaran.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar.
"Tokk...tokk...tokk..!"
"Biar aku yang buka!' seru Chiang Yi seraya memberi kode waspada.
Xin Xin pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Siapa?" tanya Chiang Yi saat sudah sampai di depan pintu.
"Saya pelayan penginapan tuan!" jawab seorang yang tadi mengetuk pintu.
"ceklek..!"
"Oh, masuklah!" ucap Chiang Yi yang telah membukakan pintu kamarnya.
"Ma'af tuan, ini ada makanan sebagai tanda penyambutan dan rasa terima kasih kami atas kesediaan tuan dan nyonya menginap di sini." ucap pelayan itu yang membawa satu nampan yang diatasnya ada makanan dan juga minuman.
"Oh, iya silahkan di letakkan dia atas meja ya!' ucap Xin Xin seraya menunjuk ke arah meja.
Pelayan itu pun meletakkan makanan dan minuman itu diatas meja. Dan setelah itu dia mohon untuk undur diri.
"Ma'af nyonya dan Tuan, permisi!" ucap pelayan itu.
"Iya" jawab Xin Xin dan Chiang Yi yang bersamaan.
Chiang Yi menutup pintu kamarnya kembali, sedangkan Xin Xin menghampiri meja dan memeriksa makanan yang ada dihadapannya.
"Xin'er, jangan di sentuh!" seru Chiang Yi yang memperhatikan ada sesuatu di dalam makanan itu.
"Memangnya ada apa Kak Yi?" tanya Xin'er yang penasaran.
"Ada sesuatu yang mencurigakan di makanan itu!" jawab Chiang yi saat memeriksa makanan yang ada di depannya.
"Apa ada racunnya?" tanya Xin Xin yang curiga.
"Benar!" jawab Chiang Yi setelah memastikan bau dan warna makanan yang ada dihadapannya.
"Celaka, berati mereka menjebak pelanggan lainnya!" Xin Xin yang menebak.
"Bisa jadi" ucap Chiang Yi seraya memikirkan apa maksud dari pemilik penginapan dengan meracuni para pelanggannya.
"Kak Yi, kita jebak mereka!" ucap Xin Xin yang mulai bersemangat.
"Menjebak? bagaimana caranya?" tanya Chiang Yi yang penasaran.
Xin Xin kemudian mengambil satu piring kosong yang kemudian dia mengambil satu persatu makanan dan juga menuangkan sebagian minuman itu.
__ADS_1
Lalu piring yang berisi penuh makanan dan minuman itu ditaruh oleh Xin Xin di bawah ranjang tempat tidur.
"Lantas apa yang akan kita lakukan?" tanya Chiang Yi yang penasaran.
"Kita pura-pura terkena racunnya!" jawab Xin Xin yang merebahkan diri di lantai.
"Apa bisa begitu?" tanya Chiang Yi yang penasaran.
"Kita coba saja! apa yang akan mereka lakukan jika kita keracunan." jawab Xin Xin yang kemudian Chiang Yi mengikutinya.
Benar saja tak berapa lama pintu kamar ada yang membuka, dan masuklah empat orang yang memakai penutup wajah ke kamar dimana Chiang Yi dan Xin Xin sedang pura-pura tak sadarkan diri itu.
"Kerja bagus, semakin banyak pelanggan yang terkena racun, semakin banyak kesempatan kita untuk menjadi kaya!" seru salah satu dari mereka.
"Ayo kita geledah mereka!" seru yang lainnya.
Baru saja mereka melangkahkan kaki, Xin Xin dan Chiang Yi bangkit dari pura-pura keracunannya.
"Apa yang kalian katakan tadi?" tanya Xin Xin yang sudah berdiri tegak dihadapan keempat orang yang memakai penutup wajah itu.
"Kurang ajar! mereka pura-pura pingsan rupanya!" gerutu mereka yang kemudian mengambil posisi siaga.
"Kalau tidak begini, kami tidak akan tahu niat busuk kalian!":seru Chiang Yi yang sudah bersiap dengan jurus tangan kosongnya.
"Kita serang mereka ramai-ramai!" seru salah satu dari mereka yang lainnya.
Dua orang menyerang Xin Xin dan dua orang lagi menyerang Chiang Yi.
Dan adu jurus pun terjadi di kamar penginapan itu.
"Hop hiaaat..!" teriak Xin Xin yang memulai serangan.
"Aaghh..!" erangan lawannya yang terkena pukulan tepat di rahang kiri dan dia terpelanting jatuh ke lantai kamar.
"Kurang ajar!" seru lawan Xin Xin yang satunya lagi
Xin Xin kembali melakukan serangan pada satu orang itu.
"Hop hiaaat..!" teriak Xin Xin yang memulai serangan.
"Bagh.. bugh...!" suara pukulan Xin Xin yang beradu jurus dengan lawannya itu.
"Aaghh..!" erangan lawannya ketika terkena pukulan Xin xin tepat di ulu hatinya.
Dan seketika itu juga, orang itu ambrug dengan terduduk di lantai kamar.
Sementara Chiang Yi yang sudah siap menyerang kedua lawan yang ada di hadapannya itu.
"Mampus kau!" seru salah satu dari lawan Chiang Yi.
"Hiaaaaat...!" terikan Chiang Yi yang memulai adu jurusnya.
"Bagh... bugh...bagh... bugh...!'' suara pukulan bertubi-tubi dari Chiang Yi yang membuat kedua lawannya kewalahan.
__ADS_1
"Aaargh....!" salah satu lawannya mulai mengerang kesakitan.
"Ugh...!" suara erangan lawan Chiang Yi satunya yang terkena pukulan di ulu hatinya.
Chiang Yi tak memberi mereka kesempatan melawan, dia terus meluncurkan serangannya.
Dan kedua lawannya itu kewalahan dan terkapar dengan begitu banyak luka lebam di sejumlah wajah dan tubuhnya.
Mereka akhirnya terkulai dan tak bisa bergerak lagi.
"Kak Yi! sebaiknya kita pakai cadar kita dan keluar untuk mencari tahu apa maksud mereka!" seru Xin Xin yang segera mengeluarkan cadarnya.
"Kau benar!" balas Chiang Yi yang kemudian mengeluarkan cadarnya juga dan mereka bergegas keluar dari kamar.
"Kak, aku akan langsung turun kebawah. Aku penasaran dengan resepsionis itu" ucap Xin xin.
"Baiklah dan aku akan mendobrak tiap kamar, jangan sampai para pelanggan penginapan ini makan makanan yang dihidangkan pelayan penginapan, seperti yang terjadi pada kita!" ucap Chiang Yi.
Xin Xin pun mengangguk dan mereka berpencar sesuai misi mereka.
Chiang Yi melangkahkan kaki menuju ke sebuah kamar yang berada tepat disampingnya.
"Brakk...!" suara pintu kamar yang terbuka secara paksa.
"Siapa kau!" seru salah satu dari dua orang memakai penutup kepala yang berada di dalam kamar tersebut.
"Aku yang akan memberimu pelajaran!" seru Chiang Yi yang sudah bersiap dengan jurus-jurus tangan kosongnya.
"Bedebah! rasakan ini..!" seru orang yang ada dihadapan Chiang Yi.
"Hop hiaaat..!" teriak Chiang Yi yang memulai serangan.
"Bagh.. bugh...!" suara pukulan Chiang Yi yang beradu jurus dengan lawannya itu.
"Aaghh..!" erangan lawannya ketika terkena pukulan Chiang Yi yang tepat mengenai ulu hati lawannya.
Dan kembali Chiang Yi melawan satu orang lawannya yang tersisa yang saat ini ada dihadapannya.
"Hop hiaaat..!" teriak Chiang Yi yang memulai serangan.
"Bagh.. bugh...!" suara pukulan Chang Yi yang beradu jurus dengan salah satu lawannya.
"Aaghh..!" erangan lawannya yang terkena pukulan tepat di rahang kiri dan dia terpelanting jatuh ke lantai kamar.
Chiang Yi kemudian masuk ke dalam kamar, nampak empat orang yang tadi memesan kamar sesudah dirinya dan Xin xin, tergeletak dengan mulut berbusa.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...