
Kita lihat apa yang terjadi dengan Qiao Li yang di bawa oleh Daiyu ke kobaran api yang membakar ludes penginapan Mawar Gurun.
...💖💖HAPPY READING💖💖...
"Aaaghhh,...! panaaass...!" teriak Qiao Li yang kepanasan saat di tarik Daiyu masuk ke kobaran api.
Daiyu hanya diam karena amarah yang memuncak.
Mereka terus berjalan di antara bara api yang ada didinding penginapan yang masih tegak berdiri untuk sementara waktu itu.
"Mau kemana kita?" tanya Qiao Li diantara kesibukannya melindungi wajahnya dari kobaran api.
Daiyu tak juga menjawab.
Tiba-tiba Daiyu berhenti, dia mengorek-ngorek bara api yang menumpuk.
Dan ternyata terlihatlah sebuah pintu yang terbuat dari tembaga.
Daiyu mengetukkan kipasnya sebanyak tiga kali.
"Tugh.... tughh....tugh....!"
Pintu itu terbuka dengan sendirinya.
"Masuk..!"
Daiyu mendorong Qiao Li masuk melewati pintu yang terbuka itu.
"Brugh...! Aaargh...!"
Gadis cilik itu mengerang kesakitan.
Dan Daiyu juga masuk ke ruang rahasia itu.
Setelah masuk, kembali Daiyu mengetuk tepi pintu tembaga itu sebanyak tiga kali.
"Tugh... tugh.... tugh...!"
Pintu itu pun tertutup dengan rapatnya.
"Mulai sekarang kita tidak bisa keluar lagi, dan kau harus jadi pelayanku seumur hidupku di sini! he..he..!" seru Daiyu seraya terkekeh.
"Apa? seumur hidup?" tanya Qiao Li penasaran.
"Iya, karena aku telah kehilangan kunci pintu keluar dari ruang rahasia ini! jadi kita akan ada di sini selama-lamanya! he .he..!" jawab Daiyu yang kembali terkekeh.
"Tempat apa ini?" tanya Qiao Li seraya melihat ke setiap sudut ruangan itu.
"Ya inilah yang ada di dalam bukit piramida. Harta karun yang mereka cari itu ada di lorong sebelah sana" kata Daiyu seraya menunjuk ke arah yang di maksud.
__ADS_1
"Kenapa nyonya menunjukkan harta itu padaku? apa tidak takut kalau sewaktu-waktu aku mengambilnya?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Kalau mau ambil, ambil saja! Lagi pula kita tidak bisa keluar dari sini!" seru Daiyu dengan senyum sinisnya.
" Begitukah? Tak bisa keluar sama sekali?" pertanyaan dalam hati Qiao Li yang semakin penasaran.
"Kalau mau makan, ambil sayuran dari kebun di sana!" kata Daiyu seraya menunjuk ke arah yang sepertinya ada cahaya yang masuk di sana.
"Carilah sendiri kamar buat kamu tidur! aku mau istirahat. Ingat..! kalau aku panggil cepatlah datang, aku tidak suka orang yang lelet!" seru Daiyu dengan sedikit mengancam.
"Ba..baik nyonya!' ucap Qiao Li yang sedikit takut.
Daiyu menuju ke kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Qiao Li menuju ke tempat yang terdapat banyak cahayanya itu.
Qiao Li berjalan melewati lorong-lorong goa, dengan terseok-seok karena ada beberapa luka bakar di kakinya.
Gadis itu melihat setiap detail tempat itu, hingga tempat yang banyak cahayanya yang di sebut Daiyu tadi kebun.
Memang di situ banyak sekali tanaman dan sayuran. Karena ada cahaya matahari yang masuk dari segala penjuru.
"I...ini seperti rumah kaca?" kata dalam hati Qiao Li.
Qiao Li melihat begitu banyak tanaman tropis di depannya.
"Pengairan di sini dari air mancur dari sumber mata air di gurun pasir ini. Sistem pertanian yang modern!" kata dalam hati Qiao Li yang kemudian mengambil air di air mancur itu dengan kedua tangannya dan di basuhkanlah di wajahnya.
"Begitu segarnya!" seru Qiao Li saat selesai membasuh mukanya.
"Sepertinya disini lebih nyaman, dan sedikit jauh dari si nenek sihir itu!" gumam Qiao Li seraya melihat tiap sudut ruangan itu yang terdapat sebuah batu lempeng yang bisa buat dia tidur.
Qiao Li kemudian merebahkan dirinya di atas batu itu, dan dalam sekejap dia sudah terlelap dalam tidurnya.
Beberapa jam kemudian, terdengar seseorang yang sedang memanggIl,
"Pelayan penipu...! dimana kamu..!
Pelayan penipu...!"
Seru Daiyu untuk julukan Qiao Li yang baru.
"Aist, dapat julukan lagi! kemarin pelayan bisu, sekarang pelayan penipu! Nasib..!" gerutu Qiao Li yang kemudian bangkit dari tidurnya dan melangkahkan kaki ke sumber suara.
"I..iya Nyonya!" sahut Qiao Li saat sudah dekat dengan kamar Daiyu.
Dan gadis itu terus melangkahkan kakinya menghampiri suara orang yang memanggilnya.
"I..iya nyonya!" seru Qiao Li saat sudah berada di hadapan Daiyu.
"Sudah aku bilang kalau aku tidak suka dengan orang lelet! Dari mana saja kamu!" hardik Daiyu yang membuat Qiao Li mundur beberapa langkah.
__ADS_1
"Ya .tadi kan di suruh istirahat!" ucap Qiao Li yang membela dirinya.
"Alasan! Cepat cari makanan! aku lapar!" seru Daiyu yang kemudian duduk diatas batu seraya menggerakkan kipasnya ke arah tubuhnya.
"Ba..baik nyonya!" jawab Qiao Li yang bergegas menuju ke kebun yang tadi di lihatnya.
"Sepertinya tadi aku melihat ada buah apel yang masak, lebih baik aku ambil itu saja" gumam Qiao Li yang mempercepat langkahnya walaupun terseok-seok.
Tak beberapa lama, dia sudah berada di kebun itu. Dan memang benar di sana ada sebuah pohon apel yang sedang berbuah dan sebagian ada yang sudah masak.
Dengan susah payah, Qiao Li melompat dan jatuh dan akhirnya dia memanjat dan mengambil apel-apel yang sudah masak itu.
Qiao Li membawa apel-apel yang sebelumnya di cuci di air pancuran itu dengan menggunakan bajunya, karena dia tak melihat satu pun wadah yang bisa di pakai untuk membawa apel-apel itu.
Dan Qiao Li pergi ke hadapan Daiyu dengan menggunakan bajunya sebagai kantung untuk membawa buah apel itu.
"Nyonya, adanya hanya buah apel!" kata Qiao Li saat sudah berada di hadapan Daiyu.
"Kau suruh aku makan dari baju motormu ini!" seru Daiyu yang kemudian menghempaskan baju Qiao Li yang sebagai wadah membawa apel-apel itu. Dan akhirnya apel-aple itu jatuh berserakan.
"Bregh...!"
"Nyonya, di sini kan memang tidak ada wadah atau semacam keranjang buat tempat Apel-apel itu!" ucap Qiao Li sedikit protes .
"Oiya, aku lupa kalau ada di tempat rahasia ini. Disini kan memang tidak ada wadah-wadah semacam itu?" gumam Daiyu dalam hati.
"Hei, cepat pungut dan cuci lagi. Setelah itu bawa kemari!" perintah Daiyu yang membuat Qiao Li dalam hati menggerutu.
Qiao Li kemudian memungut apel-apel itu dan membawanya kembali ke kebun untuk di cuci kembali.
"Dasar nenek sihir! main perintah seenaknya saja!" gerutu Qiao Li saat selesai mencuci Apel-apel itu dan membawanya kembali ke Daiyu.
"Cepat sedikit!' seru Daiyu yang kelaparan.
"Iya...!" jawab Qiao Li yang mempercepat langkahnya.
Dan Qiao Li sudah sampai di hadapan Daiyu.
"Letakkan apel-apel itu diatas batu itu!" perintah seraya menunjuk ke batu kecil di dekat dinding ruangan.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...