
"Cara apa lagi untuk menghancurkan pagar pasir itu!" seru Qiao Li dengan geram.
"Jedarr.... jedarr... jedarr....!"
Tiba-tiba kilatan petir menyambar-nyambar di sekitar gurun pasir.
"Gluduk... gluduk... gluduk...!"
Dan suara gemuruh dari langit yang tak kalah memekikkan telinga yang mendengarkannya.
"Wuss.... wusss.... wuss....!"
Angin pun berhembus kencang dan menderu-deru di sekitar penginapan pintu Naga.
"Blessh... blessh... blessh...!"
Dan beberapa menit kemudian, hujan pun turun dengan derasnya.
Sementara Qiao Li dan ketua sekte rambut putih masih tetap dalam posisinya, sedangkan para anggota sekte bambu kuning dengan tertatih melangkahkan kaki mereka menuju ke teras penginapan pintu Naga. Mereka berlindung dari derasnya hujan yang sedang turun seraya mengamati pertarungan antara Qiao Li dengan ketua sekte rambut putih.
"Hujan, air!" gumam dalam hati Qiao Li yang melihat tetesan air hujan yang mampu melarutkan pasir yang ada dihadapannya.
Saat ini pandangan kedua mata Qiao Li tertuju pada benteng pasir yang dibuat oleh ketua sekte rambut putih. Dimana benteng atau pagar yang dibuat dari pasir itu lama kelamaan terkikis oleh air hujan dan larut terbawa aliran air hujan.
"Ah, jurus pengendali Air! Iya, aku tahu jawabannya sekarang!" seru Qiao Li yang kemudian menggerak-gerakakan tangannya secara berputar-putar dan dia berusaha memanggil air yang ada di sekitarnya.
Perlahan-lahan terkumpullah air dan membentuk bola-bola air dari kecil hingga membesar.
"Apa yang gadis itu lakukan?" tanya dalam hati Ketua Rambut putih yang penasaran.
"Hei, itukan jurus pengendalian air? jadi dia juga mempunyai jurus itu?" lanjut tanya dalam hati Ketua rambut putih itu yang kemudian bersiap menyerang Qiao Li dengan pasir basah yang membentuk menjadi bongkahan-bongkahan berbentuk kotak.
"Blum... blum... blum...!"
Bongkahan pasir itu beradu dengan bola-bola air yang membuat bongkahan pasir itu hancur dan karir terbawa air, sementara hujan turun dengan derasnya.
"Blum... blum... blum...!"
"Blum... blum... blum...!"
Terus menerus ketua sekte rambut putih itu menyerang Qiao Li dan gadis itu terus mengimbanginya dengan bola-bola airnya.
Dan berkali-kali bongkahan pasir itu larut dalam air hujan.
"Hah! Kurang ajar!" umpat kesal ketua rambut putih itu, yang kemudian terus-menerus menyerang Qiao Li dengan bongkahan pasir. Dan dengan cepat pula bongkahan pasir itu larut dengan air hujan.
"Host...! host...!"
"Oh, gadis itu bisa menangkal seranganku!" gerutu ketua sekte rambut putih itu yang mulai kelelahan.
"Sudah belum pak tua?" tanya Qiao Li dengan mengulas senyumnya.
"Bedebah! Bisa-bisanya kamu memiliki jurus pengendali air!" umpat ketua sekte rambut putih itu dengan geram.
__ADS_1
"Ha... ha...! Iya, tentu saja aku memilikinya karena aku mempelajarinya. Dan tadi aku tak bisa menggunakannya karena tahu sendiri tak ada air di tempat ini. Dan sekarang dewi keberuntungan telah berpihak padaku! Mereka turunkan hujan tepat disaat tadi aku hampir putus asa menghadapimu!" balas seru Qiao Li yang tetap mgengulas senyumnya.
"Hah...! aku tak percaya jika Dewi keberuntungan berpihak padamu!" balas seru Ketua rambut putih dengan geram.
"Kalau tak percaya ya sudah! sekarang giliran ku menyerang!" seru Qiao Li yang bersiap kembali memanggil air di sekitarnya dan membuatnya menjadi bola-bola air dan mulailah dia menyerang benteng pertahanan Ketua sekte rambut putih.
Dengan terus mempertebal pagar pasirnya, ketua sekte rambut putih itu berusaha untuk terus bertahan dari gempuran bola-bola air yang terus mengarah padanya.
"Blum... blum... blum...!"
"Blum... blum... blum...!"
Namun dengan mudah pula pagar pasir itu larut bersama air hujan pada saat bola-bola air menyerang benteng pertahanan Ketua sekte rambut putih itu.
"Host...! host...!" ketua sekte Rambut putih itu yang terengah-engah, hampir kehabisan tenaga.
"Kurang ajar! gadis sialan!" umpat ketua sekte Rambut putih dengan geram.
"Hiaaat...!"
Bola air mengarah langsung ke tubuh Ketua sekte rambut putih itu.
"Blum...!"
"Ugh....!"
Ketua sekte Rambut putih itu terdorong kebelakang dan jatuh diatas pasir.
"Bugh...!"
"Dengan terpaksa aku akan melawannya dengan pedang Bumi!" gerutu ketua sekte rambut putih itu yang kemudian memanggil pedang kesayangannya.
"Pedang Bumi!" seru ketua sekte Rambut putih itu yang kemudian keluarlah sebuah pedang yang bersinar kecoklatan di tangan kanan ketua sekte rambut putih tersebut.
Mengetahui lawannya mengeluarkan pedang, Qiao Li kembali memanggil pedang kesayangannya.
"Pedang Azuya!"
Seru Qiao Li yang kemudian keluarlah pedang Azuya di tangan Qiao Li.
Dan Adu jurus pedang pun terjadi diantara mereka.
"Hopp hiaaat....!"
"Trang... Trang... Trang....!"
"Trang... Trang... Trang....!"
Bunyi pedang Azuya dan Pedang Bumi yang beradu itu terus berulang-ulang terjadi.
"Hopp hiaaat....!"
"Trang... Trang... Trang....!"
__ADS_1
"Trang... Trang... Trang....!"
"Trang... Trang... Trang....!"
"Trang... Trang... Trang....!"
Mulai dari atas pasir, hingga keduanya melayang dan belum diketahui siapa yang memenangkan pertaruang itu.
Hingga kemudian Qiao Li menggunakan strategi mundur beberapa langkah dan dia mengeluarkan jurus pengendalian air.
Gadis itu kemudian mengarahkan air itu ke tubuh ketua sekte rambut putih itu. Dan seketika laki-laki yang berambut putih itu terjungkal ke belakang dan dia terjatuh dalam posisi terduduk.
"Brugh...!"
"Aagrrh...!"
Ketua sekte rambut putih itu mengerang kesakitan dan dia berusaha untuk bangkit kembali.
Sementara itu Qiao Li bersalto melompat dan turun tepat di belakang ketua sekte rambut putih, tanpa sepengetahuan laki-laki berambut putih itu.
Dengan cepat Qiao Li meletakkan kedua telapak tangannya di punggung ketua sekte rambut putih itu. Asap tipis mengepul di antara telapak tangan dan punggung laki-laki berambut putih tersebut.
"Cesshh......!"
Terdengar bunyi seperti bara yang terkena percikan air.
"Aaaaghh...!"
Suara erangan kesakitan dari ketua sekte rambut putih itu yang saati ini Qiao Li telah menggunakan jurus pemusnah energy dari pengembangan jurus pemindah energy.
Beberapa menit kemudian Qiao Li telah menyelesaikan jurusnya dan ketua sekte rambut putih itu telah kehilangan semua jurus dan tenaga dalamnya.
Dengan terduduk lemas dan wajah sangat pucat, adalah kondisi ketua sekte rambut putih saat ini.
"Ju....rus a...pa yang kamu gunakan ini?'' tanya ketua sekte rambut putih itu yang belum sempat di jawab oleh Qiao Li, tubuhnya sudah ambrug jatuh di atas pasir.
"Brugh...!"
"Eh, belum juga dijawab sudah ambruk duluan! he...he...!" ucap Qiao Li sembari mengulas senyumnya.
Gadis itu kemudian melihat ke arah langit yang saat ini hujan telah reda dan muncullah pelangi di langit sebelah timur yang sangat indah.
"Pasti akan muncul pelangi yang indah setelah hujan badai melanda. Tetap akan ada cahaya setelah adanya kegelapan." ucap Qiao Li yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke penginapan pintu naga.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...