Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Membantu Rombongan dari Sekte Bambu kuning


__ADS_3

Setelah itu Qiao Li membersihkan ikan dan kemudian membakar ikan tangkapannya. Namun sebelumnya Qiao Li mencari kayu kering untuk membakar ikan tangkapannya tadi.


Gadis itu membuat perapian dan kemudian membakar ikan - ikan yang dia bersihkan tadi.


Di bolak - baliknya ikan agar tidak gosong dan matangnya dengan sempurnya.


Setelah itu dia memakan ikan - ikan tersebut satu - persatu dan akhirnya dia berhasil menghabiskannya.


"Hmm...akhirnya kenyang dan enak juga ya ikan ini!" gumam Qiao Li yang kemudian mencuci tangannya dan dia mencari air yang jernih untuk dia minum, serta dia mengisi kembali tempat air yang biasa dia bawa dengan air jernih itu.


Selesai dengan mengisi air, gadis itu mengambil pakaiannya yang tadi dia jemur, dan ternyata sudah kering.


"Bajunya sudah kering, aku angkat saja!" gumam Qiao Li yang kemudian mengangkat dan melipat pakaiannya, kemudian memasukkannya dalam buntalannya.


"Sekarang, kemana kaki ini akan melangkah?" gumam dalam hati Qiao Li, tiba - tiba dia ingat dengan kuda putih yang tadi bersamanya.


"Apa yang terjadi dengan kuda putih tersebut ya?" tanya Qiao Li.


Kemudian gadis itu melangkahkan kakinya meninggalkan sungai dan dia kembali ke tempat dimana tadi dia bertempur melawan para laki - laki yang berjubah hitam tadi.


Sesampainya di tampat kejadian, ternyata tempat itu sudah kosong. Qiao Li tak menemukan apa - apa lagi disana.


"Hei kemana mereka? bukankah tadi disini banyak mayat dan orang - orang yang terluka, dan si putih tadi bukannya terluka karena tombak mereka?" tanya Qiao Li dalam hatinya.


Kemudian gadis itu kembali melanjutkan perjalanannya.


"Aku tak mau ambil pusing dengan kejadian ini!" seru Qiao Li yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Melewati hutan, pesawahan dan juga perkampungan adalah rintangan perjalanan Qiao Li.


"Dimana kakak Long berada, apakah aku salah jalan ya?" gumam dalam hati Qiao Li pada dirinya sendiri seraya terus melangkahkan kakinya.


Pada akhirnya Qiao Li sampai di sebuah pedesaan, namun Qiao Li melihat ada yang aneh.


"Kenapa banyak yang memakai pakaian prajurit? hei sepertinya mereka mengepung beberapa orang ya?" tanya dalam hati Qiao Li yang penasaran.


Tiba -tiba pandangan gadis itu tertuju pada rombongan prajurit yang mengepung beberapa orang tersebut.


Qiao Li menghamburkan dirinya dengan penduduk yang meliha kejadian itu.


"Apakah yang sedang terjadi disana?" tanya Qiao Li pada salah satu penduduk yang melihat kerumunan prajurit itu.


"Prajurit sedang mengepung beberapa orang yang kata para prajurit itu penjahat, tapi bagi kami mereka adalah pahlawan seperti halnya sepasang pendekar bercadar." jawab penduduk itu dengan terus melihat kearah dimana para prajurit itu mengepung beberapa orang itu.


"Penasaran, siapa saja yang dikepung oleh para prajurit itu ya?" gumam dalam hati Qiao Li yang terus melihat ke arah kerumunan itu.


"Kenapa kalian menganggap yang dikepung pahlawan?" tanya Qiao Li dengan penasaran seraya mengarahkan pandangannya pada para penduduk yang melihat para prajurit yang mengepung beberapa orang itu.

__ADS_1


"Mereka membebaskan putri - putri kita yang di Taiwan para prajurit dengan alasan untuk membayar pajak. Putri - putri kami selamat, namun mereka yang ganti dikepung oleh para prajurit itu" ucap salah seorang penduduk.


"Oh, begitu ya? aku semakin penasaran, siapa para pendekar yang dikepung oleh para prajurit itu?" kata Qiao Li yang menajamkan penglihatannya guna mencari petunjuk yang bisa menjawab semua pertanyaan dalam dirinya.


Qiao Li melihat ada sebuah bangunan bertingkat yang ada balkonnya.


"Sebaiknya aku melihat dari sana, siapa tahu ada petunjuk yang bisa menjawab dari semua pertanyaanku" gumam dalam hati Qiao Li yang dengan segera dia melompat ke arah balkon itu.


"Hopp hiaaaat..!"


Gadis itu melompat ke arah yang dia tuju. Dan dalam waktu singkat dia sudah berada diatas balkon tanpa membuat perhatian para penduduk dan prajurit sekitarnya.


Kemudian Qiao Li melihat ke arah orang - orang yang dikepung oleh para prajurit itu.


Betapa terkejutnya gadis itu, saat melihat siapa yang dikepung para prajurit itu.


"Kakak Tian, kakak Qiu! Mereka dari sekte bambu kuning!" seru dalam hati Qiao Li yang sangat mengenal mereka yang disebut pahlawan oleh para penduduk, yang tadi menjawab pertanyaan Qiao Li.


"Aku harus membantunya!" seru Qiao Li yang dalam hatinya bertekad akan menolong Hua Tian dan juga Yan Qiu.


Qiao Li kemudian turun dari balkon dan dia mencari tempat - tempat dimana ada kerikil.


Setelah dirasa cukup, Qiao Li kembali naik ke balkon dan melihat situasi yang memungkinkan dia menyerang para prajurit itu.


Gadis itu memakai cadar putih pemberian ibunya, dan bersiap menyerang para prajurit yang mengepung Hua Tian dan juga Yan Qiu.


"Para prajurit itu memakai baju besi dan juga topi besi, sebaiknya aku mengarahkan kerikil - kerikil ini ke leher mereka!" kata dalam hati Qiao Li yang masi melihat keadaan.


"Hopp hiaat...!"


"Takk...takk...takk...takk..!"


"Aaagrhh...!"


"Takk...takk...takk...takk..!"


"Aaagrhh...!"


Beberapa prajurit yang terkena kerikil tepat di titik totokkan, seketika itu juga mereka jatuh tak sadarkan diri.


Dan Qiao Li turun dari lompatannya tepat diantara Hua Tian dan juga Yan Qiu.


"Siapakah anda? apa anda mengenal kami, sehinggal anda membantu kami yang sedang dikepung ini?' tanya Yang Qiu dengan penasaran namun tetap waspada akan situasi yang ada dihadapannya.


"Tenang saja, saya dipihak kalian!" seru Qiao Li yang masih memakai cadar, karena itulah Yan Qiu dan Hua Tian tak mengenalnya.


"Ayo, kita serang mereka!" seru Qiao Li yang kembali bersiap menyerang dengan kerikilnya.

__ADS_1


"Hopp hiaat...!"


"Takk...takk...takk...takk..!"


"Aaagrhh...!"


"Takk...takk...takk...takk..!"


"Aaagrhh...!"


Kembali para prajurit yang belum mengerti cara menyerangnya Qiao Li, banyak diantara mereka yang terkapar karena kerikil yang di lempar lewat depan depan mengenai tenggorokan para prajurit itu.


"Jurus apa itu!" seru beberapa orang prajurit yang mundur beberapa langkah guna menghindari serangan dari Qiao Li.


Qiao Li yang tak gentar, semakin maju dan terus menyerang dengan menggunakan kerikil - kerikil yang ada di kantung kainnya, hingga kerikil itu habis seketika itu juga.


"Hopp hiaat...!"


"Takk...takk...takk...takk..!"


"Aaagrhh...!"


"Takk...takk...takk...takk..!"


"Aaagrhh...!"


Kembali Qiao Li menyerang para prajurit itu dan beberapa prajurit terkapar tak sadarkan diri.


Sementara Hua Tian dan juga Yan Qiu menghadapi para prajurit dengan jurus pedang mereka.


"Hop hiaaat..!"


"Trang...Trang...Trang...Trang...!"


"Sreeet...! sreeet..!"


"Aaagrh...! Aaaghhh..!"


Beberapa orang jatuh terkapar oleh jurus pedang Hua Tian dan juga Yan Qiu.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2