
"Baiklah dan tolong kamu jaga sebentar ya, aku mau istirahat sebentar." ucap Qiao Li yang sudah tak bisa mengontrol rasa lelah dan kantuknya lagi.
Gadis itu duduk dan bersandar di tubuh siluman macan putih itu.
Dan siluman macan putih itu duduk memposisikan dirinya yang tetap siaga.
Beberapa jam kemudian,
"Weeet....! weeeet....! weeeet....!"
"Weeet....! weeeet....! weeeet....!"
Tiba-tiba banyak anak panah yang menyerang ke arah siluman macan putih dan juga Qiao Li.
"Ada serangan tiba-tiba!" seru siluman macan putih yang mengeluarkan sebuah gelembung bercahaya putih, yang melindungi mereka.
Qiao Li terbangun dan mendapati dirinya di dalam gelembung bersama Siluman macan putih.
"Siapa mereka?' tanya Qiao Li yang langsung berdiri dan melihat keadaan di sekitarnya. Kemudian gadis itu mengeluarkan dan memakai cadar putih yang selalu dia simpan.
"Nampaknya mereka dari sekte salju abadi!" jawab Siluman macan putih yang terus mengawasi keadaan.
"Sekte Salju abadi? aku baru mendengarnya, apakah mereka dari aliran putih?" tanya Qiao li yang terus melihat anak panah yang berjatuhan disekitar Qiao Li dan Siluman macan putih, karena mengenai gelembung yang berfungsi sebagai tameng itu.
"Mereka sebelumnya gabung dengan aliran putih, tapi karena sering bergejolak antara aliran putih dan aliran hitam mereka memilih tak memihak aliran manapun." jelas siluman macan putih.
"Oh, jadi seperti itu ya!" seru Qiao Li yang terus melihat pergerakan anak panah dari yang terus mengarah padanya dan pada siluman macan putih.
"Pendekar Li, yang saya dengar mereka mempunyai dua buah batu keramat yang melindungi mereka. Saya curiga kalau itu batu impian!" seru Siluman macan putih pada Qiao Li.
"Batu keramat?" tanya Qiao Li yang memastikan pendengarannya.
"Iya pendekar, batu keramat yang katanya betul itu sedang mencari lima saudaranya! karena itulah mereka tidak ikut aliran manapun sebab mereka akan mencari lima saudara dari batu keramat itu!" jelas siluman macan putih.
"Aku penasaran dengan cerita mereka itu, sepertinya memang benar mengarah pada batu impian!" bisik Qiao Li.
"Saya juga bersependapat." ucap siluman macan putih itu pada Qiao Li.
"Berhenti!" seru Qiao Li dengan lantang.
Para pasukan yang memanah Qiao Li dan siluman macan putih, menghentikan serangan mereka. Karena mendengarkan seruan Qiao Li, dan juga karena merasakan serangan mereka yang tak ada hasilnya itu.
Ketika merasa sudah yakin kalau aman, Qiao Li menyuruh Siluman macan putih untuk menghilangkan gelembung cahaya yang melindungi mereka.
__ADS_1
"Macan putih biar aku hadapi mereka!" seru Qiao Li yang melangkahkan kakinya dengan tegak lurus menebarkan pandangannya ke sekitarnya.
"Baik pendekar Li!" balas siluman macan putih yang tetap waspada dan mengikuti Qiao Li di belakangnya.
"Weeet....! weeeet....! weeeet....!"
"Weeet....! weeeet....! weeeet....!"
Tiba-tiba kembali anak panah menyerang Qiao Li dan siluman macan putih, tapi dengan gerakan cepat Qiao Li mengatasi semuanya dengan menggunakan jurus pengendalian Anginnya.
"Wusss.....!"
Angin telah menggulung anak panah yang beterbangan itu.
"Kenapa kalian menyerang kami?" tanya qiao Li dengan lantang.
"Kalian telah masuk ke wilayah kami tanpa ijin, karena itulah kami harus mengusir kalian!" seru salah satu anggota sekte salju abadi.
"Apa boleh kami bertemu dengan ketua kalian!" seru Qiao Li pada anggota yang berseru padanya tadi.
"Hadapi kami dulu, baru kamu bisa menghadap ketua kami!" seru anggota sekte salju putih itu yang menatap Qiao Li dengan tajam dan dalam posisi bersiap siaga.
"Oh, jadi itu mau kalian!" seru Qiao Li yang berdiri dengan tegap.
"Kalau begitu mau kalian, baiklah! Jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu pada kalian!" seru Qiao Li yang sudah bersiap diri dengan jurus pengendali air yang dia gunakan, mengingat banyak salju di sekelilingnya.
Qiao Li melambaikan tangannya lalu membuat dan perlahan-lahan air datang dan membentuk gelombang air, seperti ombak lautan.
"Apa yang dia lakukan!" seru para anggota sekte salju abadi itu yang penasaran.
"Entahlah!" jawab yang lainnya.
"Apapun yang dia lakukan, serang saja!" seru salah satu anggota sekte salju abadi itu.
Dan mereka menyerang Qiao Li dengan anak panah mereka.
"Seraaaang!"
Dengan tenang Qiao Li melambaikan tangannya dan membuat gerakan pada gelombang air yang menggulung anak panah yang beterbangan ke arah Qiao Li.
Anak panah-anak panah itu hanyut tersapu air, dan selanjutnya Qiao Li mengubah gelombang air itu, dan menghempaskannya pada seluruh anggota sekte salju abadi.
Tergulunglah anggota sekte salju abadi itu karena ombak buatan Qiao Li.
__ADS_1
"Aaaaa.....!" suara dari para anggota sekte salju abadi yang tergulung ombak dan banyak dari mereka yang membentur pohon-pohon penghuni hutan bersalju itu.
"Bagaimana! apakah perlawanan saya masih kurang?" tanya Qiao Li dengan lantang dan menebarkan pandangannya ke sekitarnya.
Terlihat banyak dari anggota sekte salju abadi yang terkapar dan basah kuyup karena gulungan ombak buatan Qiao Li.
"Ti...tidak pendekar! kami menyerah, dan akan kami pertemukan anda dengan ketua kami!" jawab salah satu anggota sekte salju abadi.
"Nah, kenapa tidak dari tadi saja! kalian kan tidak akan terluka dan basah-basahan begitu! he...he...!" celetuk siluman macan kumbang yang tertawa terkekeh.
Sementara Qiao Li hanya sedikit mengulas senyumnya.
"Itu sudah menjadi tugas kami, menghalangi dan menguji siapa yang akan menemui ketua kami. Jadi mohon dimaklumi!" ucap salah satu anggota sekte salju abadi pada Qiao Li dan Siluman macan putih.
"Kalau begitu, tunggu apa lagi! ayo antarkan kami ke hadapan ketua kalian!" seru siluman macan putih dengan geram.
"Ba..baiklah, mari ikutlah dengan kami!" seru anggota sekte salju abadi itu yang membalikkan arah tu uhnya dan melangkahkan kakinya.
Qiao Li dan Siluman macan putih saling pandang dan mereka kemudian melangkahkan kaki mengikuti para anggota sekte salju putih itu.
Dengan berjalan kaki mereka menyusuri jalan yang dimana salju-salju disingkirkan dan membentuk jalan yang bisa di lalui dua orang saja.
Dari kejauhan, mereka seperti semut yang berbaris rapi diantara hamparan putihnya salju dan sesekali melewati pohon-pohon yang tak berdaun.
"Apakah masih jauh?" tanya Qiao Li yang menaruh kecurigaan pada anggota sekte salju abadi itu.
"Lumayan pendekar. Dan pendekar jangan khawatir, kami tidak akan membuat kalian tersesat." jawab salah satu anggota sekte salju abadi yan ada di hadapan Qiao Li.
Qiao Li hanya menghela nafasnya dan dan terus berjalan mengikuti rombongan yang ada di depannya.
Dari kejauhan terlihat sebuah pohon yang besar, tanpa daun berdiri kokoh diantara salju putih yang membentang luas bak karpet putih itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1