
Hal itu membuat wajah Qiao Li, tiba-tiba memerah merona.
Ada desir rasa yang bergejolak di dada gadis itu.
"Kenapa roh ini membuatku seperti melawan ribuan orang? ada apa denganku ini? apa keistimewaan dia kenapa bisa membuatku seperti ini?" gumam dalam hati Qiao Li yang tak berkedip pandangannya melihat ke arah roh pangeran You.
"Pendekar Li!" panggil roh pangeran You seraya mengibaskan tangannya di hadapan Qiao Li.
"Oh, i...iya ma'af!" ucap Qiao Li sekali lagi.
"Sebaiknya sekarang juga kita berangkat menuju ke gunung es!" seru siluman macan putih yang menatap ke arah Qiao Li dan roh pangeran You.
"Baiklah ayo kita berangkat sekarang juga!" balas Qiao Li yang kemudian menghampiri siluman macan putih dan siluman macan putih itu merendahkan posisinya agar Qiao li bisa naik ke atas punggungnya.
Dan setelah Qiao Li naik ke atas punggung siluman macan putih itu, roh pangeran you pun ikut naik ke atas punggung siluman macan putih.
Kemudian siluman macan putih itu melesat dengan membawa Qiao Li dan roh pangeran You menuju ke gunung es, dimana tubuh pangeran You dibekukan oleh si pengendali es.
Mereka melaju melewati persawahan, hamparan Padang rumput, sampai ke perkampungan. Dan tak butuh waktu yang lama siluman macan putih tekad sampai di lereng gunung es.
Hawa dingin es sudah menusuk tulang, karena angin dari gunung es.
"Kita berhenti sebentar macan putih!" seru Qiao Li yang menatap hamparan salju yang ketebalannya melebihi salju di hutan salju abadi.
"Baiklah, apa yang akan anda lakukan pendekar Li?" tanya siluman macan putih yang penasaran.
"Aku akan membuat jalan buat kita, agar lebih mudah dan cepat sampai di atas gunung es itu!" jawab Qiao Li seraya menunjukkan ke arah atas gunung es.
"Oh, bagus pendekar Li! silahkan anda lakukan tujuan anda!" seru siluman macan putih itu seraya menyulas senyumnya.
Kemudian Qiao Li menggerakkan kedua tangannya dan dia menari, dan menggunakan jurus pengendalian angin yang ada unsur jurus pengendalian anginnya.
"Wuusss...!"
"Sreeet...!"
Seketika itu juga terbuatlah jalan yang menuju ke atas gunung es.
Kemudian Siluman macan putih yang masih membawa Qiao Li dan roh pangeran You di punggungnya.
Siluman macan putih itu melesat dengan kecepatan penuh menuju ke atas dan berhenti di sebuah goa yang diselimuti salju yang didepannya terbentuk seperti pilar-pilar pada istana es.
__ADS_1
"Apakah disini tempat si pengendali es itu tinggal?" tanya Qiao Li yang menebaknya.
"Iya memang disinilah tempatnya, aku merasakan energy tubuhku yang berada disini!" seru roh pangeran you.
Kemudian siluman macan putih itu merendahkan tubuhnya, lalu Qiao Li dan roh pangeran you turun dari punggung siluman macan putih itu.
Ketiganya kemudian melangkahkan kaki menuju ke dalam goa yang semakin lama semakin dingin menusuk ke tulang-tulang.
Qiao Li dan yang lainnya melangkah dengan hati-hati dan menebarkan pandangannya ke seluruh goa yang keseluruhannya terlapisi oleh es. Sehingga menambah hawa dingin yang semakin menusuk ke tulang.
"Dimanakah si pengendali es itu berada?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Nampaknya orang yang kamu cari ada di depan kita!" seru siluman macan putih yang menatap sesok wanita bergaun serba putih dengan rambut yang juga putih dan di kepang satu itu yang ada dihadapannya.
Qiao Li dan juga roh pangeran You itu terpaku melihat ke arah depannya.
"Dialah Han Shen si pengendali air yang menguasai es. Dan tubuhku ada di ruangan goa yang ada di belakang dia." ucap roh pangeran You.
"Oh,begitu ya!" seru Qiao Li uang menatap permpuan si pengendali es yang bernama Han Shen itu dengan tajam.
"Oh ada tamu yang tak diundang, siapa kalian? kenapa berani muncul di istanaku ini!" seru Han Shen dengan geram.
"Enak saja kau! apa mau kamu mati muda ya!" seru Han Shen dengan geram.
"Hah, coba kita lihat siapa yang akan mati duluan!" seru Qiao yang maju dua langkah dari siluman macan putih dan roh pangeran You.
"Para pengawalku, keluar dan seranglah mereka!" seru Han Shen yang seketika itu juga muncul pasukan prajurit dari bongkahan es yang keluar dari dinding-dinding goa.
"Oh, mau keroyokan dia rupanya! baiklah aku juga siap menghadapi mereka! seru siluman macan putih.
"Biar aku yang hadapi mereka macan putih, jurus pengendalian es akan aku lawan juga dengan jurus pengendalian air-ku!" seru Qiao Li yang sudah bersiap memanggil air yang sudah membeku itu dan setelah air-nya terkumpul dan membentuk gelombang air laut, Qiao Li mengarahkannya ke prajurit bongkahan es itu.
"Sruuut....!"
Prajurit bongkahan es itu terguyur air dari jurus pengendalian air yang Qiao Li pakai.
Dan seketika itu juga bonggakan es itu meleleh larut mencari air yang dingin. Goa itu menjadi banjir karenanya, dan siluman macan putih keluar dari goa.
"Kurang ajar! rupanya kamu punya jurus pengendalian air juga!" seru Han Shen dengan geram.
"Tentu saja!" jawab Qiao Li dan keduanya saling beradu dengan kekuatan dari jurus pengendalian air yang membuat goa menjadi banjir.
__ADS_1
Dan air itu masuk ke ruangan dimana pangeran You yang dibekukan. Dan perlahan-lahan bongkahan yang mengurung pangeran You meleleh dan terlihatlah tubuh pangeran you.
Sementara itu Qiao Li dan juga Gan Shen masih saling serang dengan jurus pengendalia air yang tentunya hasilnya selalu seri, karena sama-sama kuatnya.
"Pendekar Li, pergunakanlah pedang Azuya untuk menyudahi pertempuran ini!" seru roh pangeran You yang ikut greget dalam pertarungan itu.
"Baiklah!" seru Qiao Li yang kemudian dia memanggil pedang kesayangannya.
"Pedang Azuya!"
Dan keluarlah pedang yang berwarna hijau di tangan kanan Qiao Li.
"Pedang itu sudah tidak tersegel, jadi kekuatannya akan bertambah berlipat-lipat kali!" seru roh pangeran you yang mengingatkan.
"Oh, iya! baiklah akan aku coba melawan wanita es ini!" seru Qiao Li yang akhirnya jurus terakhir yang dia gunakan adalah jurus tarian Dewi cinta yang mengutamakan tarian pedang yang mematikan.
Qiao Li berputar-putar dan akhirnya dia meletakkan pedang Azuya di pelipis matanya dan tangan kirinya menyusuri tiap jengkal pedang Azuya.
"Sreeet...!" pedang Azuya memanjang dengan warna hijau dan menembus ulu hati Han Shen.
"Jlebb...!"
"Aaaghh...!"
Dan seketika itu juga Han Shen tak berdaya dan dia sudah tak benafas lagi.
"Syuuut...!"
Pedang Azuya kembali pada ukuran yang semula.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1