Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Cerita dari Daiyu


__ADS_3

"Sepertinya tadi aku melihat ada buah apel yang masak, lebih baik aku ambil itu saja" gumam Qiao Li yang mempercepat langkahnya walaupun terseok-seok.


Tak beberapa lama, dia sudah berada di kebun itu. Dan memang benar di sana ada sebuah pohon apel yang sedang berbuah dan sebagian ada yang sudah masak.


Dengan susah payah, Qiao Li melompat dan jatuh dan akhirnya dia memanjat dan mengambil apel-apel yang sudah masak itu.


Qiao Li membawa apel-apel yang sebelumnya di cuci di air pancuran itu dengan menggunakan bajunya, karena dia tak melihat satu pun wadah yang bisa di pakai untuk membawa apel-apel itu.


Dan Qiao Li pergi ke hadapan Daiyu dengan menggunakan bajunya sebagai kantung untuk membawa buah apel itu.


"Nyonya, adanya hanya buah apel!" kata Qiao Li saat sudah berada di hadapan Daiyu.


"Kau suruh aku makan dari baju motormu ini!" seru Daiyu yang kemudian menghempaskan baju Qiao Li yang sebagai wadah membawa apel-apel itu. Dan akhirnya apel-aple itu jatuh berserakan.


"Bregh...!"


"Nyonya, di sini kan memang tidak ada wadah atau semacam keranjang buat tempat Apel-apel itu!" ucap Qiao Li sedikit protes .


"Oiya, aku lupa kalau ada di tempat rahasia ini. Disini kan memang tidak ada wadah-wadah semacam itu?" gumam Daiyu dalam hati.


"Hei, cepat pungut dan cuci lagi. Setelah itu bawa kemari!" perintah Daiyu yang membuat Qiao Li dalam hati menggerutu.


Qiao Li kemudian memungut apel-apel itu dan membawanya kembali ke kebun untuk di cuci kembali.


"Dasar nenek sihir! main perintah seenaknya saja!" gerutu Qiao Li saat selesai mencuci Apel-apel itu dan membawanya kembali ke Daiyu.


"Cepat sedikit!' seru Daiyu yang kelaparan.


"Iya...!" jawab Qiao Li yang mempercepat langkahnya.


Dan Qiao Li sudah sampai di hadapan Daiyu.


"Letakkan apel-apel itu diatas batu itu!" perintah seraya menunjuk ke batu kecil di dekat dinding ruangan.


🗓️ Flashback off.


"Dan sejak itulah Li'er selalu mendapat Omelan dan cacian dari Daiyu. Hingga Li'er mempelajari ilmu memindah energi, dan Daiyu tak bisa berbuat apa-apa lagi padaku!" jelas Qiao Li.


"Jurus memindah energi?" tanya Chiang Yi dan Hai Jun bersamaan.


"Iya, jurus yang memindahkan energi lawan ke energi kita!" jawab Qiao Li dan mereka perlahan-lahan melangkahkan kaki menuju ke lorong ruang rahasia itu.


"Li'er, apa yang sedang kamu cari?" tanya Ayumi yang melihat Qiao Li seperti mencari sesuatu.


"AQ mencari bibi Daiyu!" jawab Qiao Li yang memeriksa tiap ruangan-ruangan di ruang rahasia itu.


"Aku bantu cari!" ucap Xin Xin dan yang lainnya ikut memeriksa tiap ruangan-ruangan di samping mereka.

__ADS_1


"Bibi Daiyu...! Bibi...!" panggil Qiao Li yang suaranya menggema di sekitar tempat rahasia itu.


"Siapa itu!" balasan dari panggilan Qiao Li.


"Ah, di kebun. Iya suaranya ada di kebun!" seru Qiao Li yang mempercepat langkahnya menuju ke kebun di dalam ruang rahasia itu.


Qiao Li dan yang lainnya menangkap sosok wanita setengah baya yang sedang memanen buah-buahan.


"Tidak masuk akal , ditempat seperti ini ada kebun yang subur!" ucap Ayumi yang kemudian berkeliling melihat-lihat suasana di kebun itu.


"Li'er kau kah itu?" tanya Wanita setengah baya itu yang tak lain adalah Daiyu.


"Iya, ini aku. Li'er!" jawab Li'er yang kemudian memeluk Daiyu.


Walaupun Daiyu pernah berbuat jahat padanya, namun Qiao Li sangat merindukannya.


"Kamu kemari bawa siapa saja?" tanya Daiyu yang terkejut karena di belakang Qiao Li.


"Perkenalkan ini Xin Xin ibu Li'er, Hei Jun dan Chiang Yi adalah paman Li'er dan yang itu Ayumi teman Li'er." jelas Qiao Li.


"Ohw jadi keluarga kamu emua ya!" seru Daiyu.


"Benar, kami mau istirahat untuk menghindari badai gurun pasir yang melanda gurun diatas." kata Qiao Li.


"Aku tahu, lihatlah diatas sana!" ucap Daiyu seraya menunjuk ke atas langit-langit kebun itu, nampak angin yang membawa pasir menari-nari walaupun kelihatan indah namun sangat berbahaya.


Sementara itu Ayumi yang yakin akan penyelidikannya menghampiri yang lainnya dan memberi penjelasan.


"Nampaknya yang disebut bukit Piramida ini adalah sebuah pesawat dari masa depan. Kapal ini jatuh dan terpendam oleh pasir dan tanah!" kata Ayumi yang masih terpukau dengan apa yang ada dihadapannya itu.


"AQ juga berpikiran seperti itu, tapi yang terpenting kapal atau ruang rahasia ini telah meyelamatkan kita dari badai gurun pasir!" jelas Qiao Li yang meyakinkan.


"Benar, dan alangkah baiknya kalau kita istirahat dan mengisi perut kita!" ucap Hei Jun .


"Oiya mari kita makan buah-buahan ini! maklum saja di sini tidak ada ayam maupun daging lainnya. Jadi makan yang seadanya saja!" ucap Daiyu.


Dan semuanya menerimanya, kini semuanya pun makan buah-buahan yang di panen Daiyu.


Saat di tengah keasyikan mereka makan buah, mereka saling bercerita.


"Paman Jun, apa paman tidak tahu dimana kembaranku berada?" tanya Qiao Li yang sedikit sendu karena sangat merindukan kembarannya.


"Aku sudah berusaha mencarinya, tapi aku tak juga menemukannya!' jawab Hei Jun yang menghentikan makan buahnya.


Kemudian Hei Jun bercerita tentang perjalanannya.


"Paman waktu itu terus mencari keberadaan kakakmu Raga dengan menelusuri arah jatuhnya gelembung cahaya yang melindungi kakakmu Raga." Cerita Hei Jun.

__ADS_1


"Paman, yang ada di buntalan paman itu apa?" tanya Qiao Li yang curiga.


"Oiya, ini ada dua bola Impian yang aku dapat dari sekte gagak Hitam tadi." jawab Hei Jun yang membuka buntalan kainnya dan tampak dua buah batu Impian yang terlihat memancar dengan indahnya.


"Jadi orang-orang tadi dari sekte Gagak Hitam ya?" tanya Xin Xin karena dia tahu, sekte Gagak Hitam adalah urutan ke delapan dari daftar sekte terkuat di Dinasti Ming.


"Iya, mereka adalah anggota dari sekte Gagak Hitam." jawab Hei Jun.


"Bu, kalau paman Hei Jun punya dua batu impian, berarti syarat terkumpulnya batu sudah lengkap ya Bu?" tanya Qiao Li yang mengingatkan.


"Ah, benar juga! kita bisa buat permintaan agar keluarga kita kembali berkumpul!" seru Xin Xin dengan riangnya.


"Tunggu adik Xin, Bagaimana kalau permintaan bola impian ini untuk kami?" tanya Hai Jun dengan tak enak hati.


"Terus kita bagaimana?" tanya Xin Xin yang memang begitu merindukan keluarganya.


"Ibunda Ratu memberi pesan dengan bertelepati, kalau saat ini keadaan di istana langit sedang kacau." jelas Hai Jun.


"Baiklah kita pikirkan itu nanti!"ucap Xin Xin seraya menatap wajah putrinya Qiao Li.


"Itu, Batu keramat ya?" tanya Daiyu saat melihat batu impian yang diperoleh Hai Jun.


"Bisa di bilang begitu!" ucap Chiang Yi yang mencoba mencocokkan tentang kisah tujuh batu sakti itu,


"Menurut kabar yang aku dengar, kalau batu keramat itu jika sudah terkumpul tujuh batu, maka batu itu akan mengabulkan satu permintaan. Bisa permintaan harta maupun kekuasaan. Kalau permintaan antar dimensi, biasanya tidak boleh lebih dari tiga orang. Karena batu keramat itu bisa-bisa tidak mau mengabulkannya" jelas Daiyu.


"Jadi seperti itu ya?" ucap Qiao Li yang sedikit paham.


Xin Xin kemudian menyimpan dua batu impian itu didalam cincin bermata birunya.


Dan seketika itu juga kedua baru impian itu menghilang dari hadapan mereka semua.


Kemudian mereka melanjutkan makan mereka sambil memikirkan apa yang akan mereka putuskan esok hari.


Setelah puas dengan makan dan minum, semuanya pun mencari tempat masing-masing untuk beristirahat dan tidur.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2