
"Paman Chen...!" panggil Qiao Li yang kemudian menghampiri tubuh Fang Chen yang tergeletak tak berdaya.
"Paman Chen, anda tadi menyebut nama Rani, itu nama ibuku paman. Kamu benar ayahku!" racau Qiao Li yang langsung menubruk tubuh Fang Chen yang terbaring tidak sadarkan diri itu,
Yan Qiu kemudian mengambil beberapa daun mint dan daun kayu putih dari keranjang tanaman obatnya.
Kemudian Yan Qiu menghaluskannya di atas batu dan mengoleskannya pada hidung dan kening Fang Chen.
Dan tak berapa lama Fang Chen membuka kedua matanya.
"Kakak Chen..! kamu sudah sadar?" tanya Yan Qiu saat melihat Fang Chen yang membuka matanya.
"Qiu'er, aaghh..! kepalaku sakit sekali, a..aku tadi seperti melihat seseorang, tapi aku tak bisa melihat wajahnya." kata Fang Chen yang menatap ke arah Yan Qiu, Qiao Li dan yang lainnya satu persatu.
"Paman, nama yang paman sebut tadi adalah nama ibu Li'er. Dan kejadian yang ada dalam bayangan paman itu tempat perguruan dimana ibu Rani dibesarkan." jelas Qiao Li yang semakin bersemangat.
"Apa benar demikian?" tanya Fang Chen yang belum yakin akan kebenarannya.
"Iya, nama ayah saya Saga dan ibu saya bernama Rani. Sedangkan Li'er sendiri bernama Leonisa dan kembaran Leonisa bernama Ragadewa." jelas Qiao Li.
"Sudah Li'er dan Chen'er, kalian lanjutkan nanti masalah kalian. Sekarang ayo kita masuk ke aula pertemuan. Semuanya sudah berkumpul untuk membahas tentang pemberontakan yang akan kita lakukan.!" seru Patriak An dan semuanya setuju.
Semuanya mengantri untuk masuk ke ruang aula pertemuan di desa Bambu kuning.
Pertemuan itu di pimpin oleh Patriak An, Patriak Jingmi,yang dari sekte bambu kuning, Patriak Feng dari sekte walet putih dan Patriak Lung dari sekte pengemis.
"Selamat pagi semuanya" sapa Patriak An saat berdiri di atas panggung dan semuanya menyimak dan memperhatikan Patriak An dengan seksama.
"Pagi Patriak!" balas semua yang mendengar sapaan dari Patriak An.
"Tujuan dari kita berkumpul saat ini, walaupun semuanya tak bisa hadir, maka pertemuan dan pembahasan kita lakukan dengan seadanya kita pada saat ini.!" seru Patriak Jingmi.
"Dalam misi kita, aku mau dibagi tiga!" usul Patriak Feng yang didengar semuanya.
"Dibagi tiga? untuk apa saja Patriak Feng?' tanya Patriak Jingmi yang menjauhkan rasa cemburunya pada Patriak Feng yang merupakan mantan wanita yang disukai kakak seperguruannya Patriak An.
"Satu kelompok menyerang para pejabat di Blok Barat, satu kelompok menyerang ke kota dan satu lagi dari kita mendirikan kembali penginapan di gurun pasir." usul Qiao Feng.
__ADS_1
"Kami setuju dengan usul saudari Feng yang nomor satu dan nomor dua. Tapi kami masih bingung dengan usul anda yang nomor tiga! memangnya apa pentingnya kita membangun kembali penginapan di gurun pasir itu!" seru Patriak Lung yang penasaran.
"Dulu waktu saya menyamar menjadi tukang masak disana, saya melihat tempat itu sangat strategis. Kita bisa bangun kembali penginapan disana dan kita bisa dengan mudah mengetahui informasi-onformasi tentang kepemerintahan dan juga suasana di Blok barat!";jelas Patriak Feng.
"Benar, saya juga bersependapat, karena disanalah demikian" ucap Hua Tian yang menyetujui usul Patriak Feng.
"Bisa kamu jelaskan kenapa kamu bersependapat dengan usul Patriak Feng?":tanya Patriak Lung yang penasaran.
"Aku juga pernah bekerja disana dan mengamati situasi disana. Penginapan itu terletak di gurun pasir, dimana diantara blok barat dan blok Timur dan juga arah terdekat menuju ke kerajaan Ming. Tempat itu tempat persinggahan para musafir yang melakukan perjalanan. Jadi pantaslah tempat itu disebut sebagai tempat strategis." jelas Hua Tian.
"Baiklah aku setuju dengan pendapat kalian, bagaimana dengan yang lainnya?" tanya patriak Lung yang pada akhirnya menyetujui usul Patriak Feng.
"Kalau begitu ayo kita bagi tugas, aku Patriak An dan Ming mei bertugas akan memimpin pasukan dari sekte bambu kuning serta walet putih untuk menyerang para pejabat korup di blok Barat" ucap Patriak An yang mewakili sekte bambu kuning dan juga walet putih .
"Sementara Patriak Lung bersama Chen kun, Hua Tian dan Yan Qiu pergi ke kerajaan Ming." lanjut Patriak An.
"Lantas bagai dengan Patriak Feng? " tanya patriak Lung yang penasaran.
"Patriak Feng nanti akan bertugas membantu Fang Chen, Qiao Li dan anggota sekte walet putih lainnya membangun kembali penginapan di gurun pasir itu." jelas Patriak An.
"Dan Patriak jingmi, saya tugaskan menjaga desa bambu kuning selama kami menjalankan misi kita." ucap Patriak An.
"Kita mulai besok pagi, kita mulai bergerak. Sekarang kita istirahat dan persiapkan bekal kita untuk misi besok!" seru Patriak An dan semuanya setuju.
Kemudian mereka makan bersama. Sementara ltu, Yan Qiu, Ming mei dan Hua Tian menyiapkan kamar untuk anggota sekte Pengemis.
Sementara Qiao Li melihat Fang Chen yang sedang berlatih di halaman yang agak menjauh dari keramaian.
"Jurus itu! jurus tarian Dewa jurus dari perguruan Kakek!" ucap Qiao Li yang semangat, karena dugaannya tidak salah selama ini.
"Paman Chen, Li'er yakin kalau anda adalah ayah Li'er!" gumam Li'er yang kemudian menghampiri Fang Chen yang sedang berlatih itu.
"Hopp hiaaat ...!"
Qiao Li berusaha menyerang Fang Chen, dan Fang Chen berusaha mengimbanginya.
"Bagh... bugh... bagh... bugh..!"
__ADS_1
"Bagh... bugh... bagh... bugh..!"
"Bagh... bugh... bagh... bugh..!"
"Aaaghh...!"
Qiao Li terpukul mundur, karena jurus yang dikuasainya memang belum sesempurna jurus yang di kuasai Fang Chen.
"Jurus yang kamu kuasai sama dengan jurus yang aku kuasai!"'seru Fang Chen.
"Paman, sudah Li'er katakan kalau paman adalah ayah Li'er!" ucap Qiao li
yang masih menggerak-gerakan tangannya seperti kuda-kuda untuk jurus Tarian Dewa.
Fang Chen terus memperhatikan cara Qiao Li berlatih.
"Apa benar Li'er ini adalah putriku?" ucap dalam hati Fang Chen yang mulai membuka hati untuk mengetahui secara lebih lanjut.
Tak terasa hari sudah beranjak sore.Qiao Li menyudahi latihannya.
Keduanya melangkahkan kaki menuju ke area tempat peristirahatan mereka.
Terlihat Qiao Feng dan Ming mei sedang menunggu mereka.
"Li'er cepat kamu bersihkan diri, sebelum banyak antrian anggota sekte yang lainnya!" seru Qiao Feng saat Qiao Li dan Fang Chen menghampiri mereka.
"Baik ibu angkat!":balas Qiao Li yang kemudian diantarkan oleh Ming mei ke tempat dimana untuk mandi anggota sekte Bambu kuning.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...