Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Membebaskan Xin xin


__ADS_3

Fang Chen mencengkeram kepalanya dengan kuat, ada rasa sakit yang amat sangat yang dia alami saat ini.


"A..ayah...!" seru Qiao Li yang merasa khawatir.


"A..aku hanya merasa pusing jika memaksa mengingat sesuatu!" ucap Fang Chen yang menutup matanya dan perlahan tertidur diatas gurun pasir itu.


Qiao Li yang awalnya bertahan untuk tetep terjaga, perlahan ikut juga menutup kedua matanya.


Dan mereka tertidur pulas diatas pasir tanpa menghiraukan dinginnya malam.


...****...


Beberapa hari kemudian, penginapan itu belum sepenuhnya jadi.


Namun ada beberapa orang yang kemalaman di gurun dan pada akhirnya menginap di penginapan yang masih perlu perbaikan itu.


Qiao Li dan Qiao Feng melayani para tamu yang menginap itu.


Tiba-tiba datang kereta kuda, dimana Xin Xin berada di dalamnya bersama dua orang gadis yang ketiganya di ikat oleh orang-orang yang membawa mereka.


Rombongan itu turun dari kereta kuda dan melangkahkan kaki masuk ke penginapan dan menemui Qiao Li yang sebagai resepsionis di penginapan yang baru berdiri itu.


"I..ibu!" batin Qiao Li mana kala melihat Xin Xin yang sedang diikat dan mulutnya disumpal dengan kain itu.


Xin Xin yang mengetahui yang dihadapannya itu putrinya, dia mengedipkan kedua matanya seolah memberi kode pada Qiao Li untuk membebaskannya.


Qiao Li mengerti maksud dari ibunya dan dia tetap dalam profesinya sebagai resepsionis dan memberikan menunjukkan kamar untuk para tamunya itu.


"Di sini kamar untuk istirahat Anda semuanya tuan" ucap Qiao Li yang telah membukakan pintu kamar untuk para tamunya.


Dan para tamu termasuk tahanan mereka yaitu Xin Xin dan dua gadis lainnya, di bawa masuk ke kamar.


"Ibu jadi tahanan mereka? biasanya ibu bisa mengalahkan lawannya, tumben ibu jadi tahanan?" gumam dalam hati Qiao Li.


Qiao Li kemudian menyusun rencananya tanpa diketahui yang lainnya, termasuk Fang Chen dan juga Qiao Feng.


Qiao Li melangkahkan kaki menuju ke dapur dan meminta makanan untu para tamunya tadi.


"Apa kamu sendiri yang akan membawanya Li'er?" tanya Fang Chen yang telah menyiapkan makanan pesanan Qiao Li.


"Iya, aku akan membawanya sendiri" ucap Qiao Li seraya mengulas senyumnya.


Dan tanpa sepengetahuan dari Patriak Feng, Qiao Li membubuhkan obat tidur pada makanan-makanan itu.


"Akan aku buat mereka tidur nyenyak sampai pagi hari!" gumam dalam hati Qiao Li yang membawa makanan yang dibawanya itu ke kamar tamunya tadi yang berjumlah empat orang laki-laki bertubuh tegap dan tiga perempuan termasuk Xin Xin yang jadi tahanan mereka.


"Tok..tok...tok...!" Qiao Li mengetuk pintu kamar tersebut.

__ADS_1


"Siapa?" tanya suara laki-laki dari dalam kamar.


"Saya pelayan penginapan!" balas Qiao Li.


Dan tak berapa lama, pintu dibuka dari dalam kamar dan muncullah seorang laki-laki yang bertubuh tegap.


"Ada apa?" tanya orang itu dengan lantang.


"Ma'af ini ada layanan ekstra dari kami, bagi pelanggan yang baru masuk mendapat makanan kecil dari kami!" ucap Qiao Li yang meyakinkan.


"Oh baik terima kasih!" ucap laki-laki itu seraya mengambil makanan yang dibawa Qiao Li.


Laki-laki itu segera masuk dan Qiao Li melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu.


Satu jam kemudian, Qiao li memakai cadar seperti yang dilakukan ibundanya Xin xin dan kemudian Qiao Li mengendap-endap menuju ke kamar yang terdapat ibundanya itu.


"Sepertinya sudah tidak ada suara, apa mungkin mereka sudah tidur ya?" gumam dalam hati Qiao Li yang kemudian membuka pintu kamar tersebut dengan menggunakan kunci serep yang dia simpan.


Dan benar saja Qiao Li membuat ke empat laki-laki itu tidur nyenyak.


Gadis itu kemudian menghampiri ibundanya dan membebaskan ikatan yang mengikat Xin Xin.


"Kenapa lama sekali?" bisik Xin xin yang ikatannya telah lepas dan kemudian melepas dua tahanan lainnya.


"Ibu, Li'er kan perlu tak-tik juga!" balas Qiao Li yang selesai membebaskan dua tahan yang ada di depannya.


"Sebaiknya kalian ke kamar saya!" seru Qiao Li pada ketiga perempuan dihadapannya.


"Baiklah!" ucap Xin Xin dan diikuti anggukan oleh dua orang gadis yang di tahan bersama Xin Xin.


Kemudian Qiao Li mengajak ketiga orang itu ke kamarnya.


Sesampainya di depan kamar, Qiao Li membukakan pintu dan mereka kemudian masuk ke dalam dan Qiao Li menutup pintunya kembali.


Qiao Li memeluk Ibunya dengan erat, perasaan rindu dan haru berbaur menjadi satu.


"Ibu, kenapa ibu bisa ketangkap mereka?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Ceritanya panjang sekali, dan kamu tahu ibu bertemu siapa?" jawab sekaligus tanya Xin Xin pada putrinya.


"Siapa Bu?" tanya balik Qiao Li.


"Kembaran kamu!" jawab Xin Xin yang menatap wajah Putrinya dengan berseri-seri.


"Kembaran aku? maksud ibu Kak Raga dewa?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Iya!" jawab Xin Xin mantap.

__ADS_1


"Terus dimana dia Bu?" tanya Qiao Li yang penasaran dan bersemangat.


"Nanti ibu ceritakan, sekarang apa rencana kamu Li'er?" tanya Xin Xin yang penasaran.


"Merubah penampilan kalian!" jawab Qiao Li seraya tersenyum dan menatap ketiga perempuan dihadapannya.


"Merubah penampilan?" tanya salah satu dari dua gadis yang bersama Xin Xin.


"Iya, dan kalian berdua menjadi pelayan di sini, kebetulan kami kekurangan pelayan." jawab Qiao Li diasambut anggukan kepala oleh kedua gadis itu.


"Baiklah kami setuju." ucap kedua gadis itu secara bersamaan.


Qiao Li memberi pakaian baru pada kedua gadis itu dan juga Xin Xin.


Kemudian mereka merubah tatanan rambut dan cara berhias mereka.


"Bagaimana kalian berdua bisa ke tangkap mereka?" tanya Xin Xin pada dua gadis yang bersamanya dengan penasaran, saat mereka sibuk mengganti pakaian mereka.


"Mereka merampok keluarga kami, selain harta mereka juga mencari gadis-gadis dan wanita muda." jawab salah satu dari gadis itu.


"Untuk apa mereka mencari para gadis dan wanita muda?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Apakah akan dijual pada Kasim Wu?" tebak Xin Xin.


"Iya, mereka menjual para gadis dan wanita pada Kasim Wu ,selain untuk menambah pundi-pundi kekayaan mereka, juga ditukarkan dengan sumber daya dari kerajaan, yang tujuannya untuk kekuatan kelompoknya" jelas salah satu dari gadis itu.


"Rupanya kamu tahu banyak ya nona?" tanya Qiao Li yang penasaran.


"Karena kami murid dari Patriak Feng dari perguruan walet putih" jawab salah satu gadis itu.


"Oh, ternyata kalian saudara kami juga! saya putri angkat Patriak Feng, dan Patriak Feng ada disini" ucap Qiao Li yang bersemangat.


"Betulkah Patriak ada di sini?" tanya salah satu para gadis itu.


"Benar, dan nanti kita akan bertemu dengan beliau" ucap Qiao Li dengan mengulas senyumnya.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2