
Hari-hari Qiao Li selalu di isi dengan perintah dan omelan dari Daiyu.
Pada suatu hari Qiao Li mencoba menyusuri semua ruangan di dalam bukit Piramida itu.
Gadis itu menemukan banyak tumpukan emas di salah satu ruangan.
"Inilah harta karunnya!":ucap Qiao Li lirih dan dia kembali menyusuri beberapa ruangan.
Qiao Li tiba di sebuah ruangan, dimana ruangan itu terdapat begitu banyak buku.
"Ah, tulisannya tidak aku mengerti semuanya!" gerutu Qiao Li sebal, karena tulisan yang terdapat dalam buku-buku tersebut semuanya beraksara Han.
Jelas saja Qiao Li tak mengerti maksudnya.
"Nenek sihir itu mau tidak ya mengajariku?" tanya dalam hati Qiao Li yang sedikit ragu.
Kemudian Qiao Li membawa sebuah buku, dan dia melangkahkan kaki menuju ke ruangan Daiyu.
"Nyonya, apa nyonya bisa mengajariku aksara Han seperti ini?" tanya Qiao Li yang sedikit ragu, namun dia sudah mempunyai tekat karena rasa keingin tahuannya.
"Apa gunanya kamu belajar beginian? toh... kita tak bisa keluar dari sini!" seru Daiyu yang acuh.
"Saya tahu, anggap saja seperti main sekolah-sekolahan saja nyonya. Biar tidak bosan, kita isi waktu kita untuk bermain." Qiao Li yang mencoba merayu Daiyu.
Daiyu mengernyitkan dahinya, pertanda dia memikirkan apa yang di katakan Qiao Li.
"Boleh juga, dari pada kita bosan di sini tak ada kegiatan sama sekali, kesinilah akan aku ajari kamu cara membaca dan menulis aksara Han." kata Daiyu yang sedikit semangat.
Peahan-lahan Daiyu mengajari Qiao Li aksara Mandarin itu.
日 (ri) \= matahari. Awalnya berupa gambar bulatan besar yang menggambarkan matahari, dan titik di tengah sebagai inti matahari.
月 (yue) \= bulan. Awalnya berupa gambar bulan sabit yang bertitik di tengahnya.
人 (ren) \= manusia. Karena manusia itu kakinya dua.
Dan seterusnya Daiyu mengajari Qiao Li.
Beberapa hari kemudian Qiao Li sudah lancar membaca dan menulis aksara Han itu.
Qiao Li dan Daiyu banyak menghabiskan waktu di ruang perpustakaan itu hingga berbulan-bulan lamanya.
Hingga suatu hari, Qiao Li tanpa sengaja menyenggol obor di perpustakaan itu.
Dan ternyata obor itu adalah sebuah tuas untuk menuju ke ruangan lainnya.
__ADS_1
"Greeeekk...!"
Dinding lemari yang terdapat banyak buku itu terbuka dengan sendirinya.
Dengan rasa takut tapi penasaran, Qiao Li perlahan-lahan masuk ke ruangan tersebut melalui pintu lemari itu.
"Greeeekk..!"
Pintu itu menutup sendiri.
Ruangan itu sangat gelap, namun kedua mata Qiao Li tertuju pada satu cahaya yang membuat gadis itu penasaran.
"Ini ruangan apa ya? dan itu cahaya apa?" tanya dalam hati Qiao Li yang melangkahkan kakinya perlahan-lahan.
"Cahaya itu ternyata sebuah bola yang ada bintangnya.!" batin Qiao Li yang mengingatkan dia akan sesuatu.
🕒Flashback On.
Kajadian saat di dalam pusaran angin beberapa waktu kemarin.
Pusaran angin itu makin lama makin tinggi dan tiba-tiba terdapat lubang hitam di atas pusaran angin itu.
Sedangkan Ratu Flower setelah memberi perlindungan kepada Rani berupa gelembung cahaya, dia keluar dari pusaran angin dan terbang mengiringi pusaran angin itu.
"Leon...Ekin, jaga diri kalian! Carilah tujuh bola Impian, agar kalian bisa kembali ke istana langit!!" seru Ratu Flower saat terbangnya mendekati Leon dan Ekin.
"Bola impian adalah bola kristal yang di dalamnya ada bintang satu sampai tujuh. Jika semua itu terkumpul, maka kamu bisa minta satu permintaan yang nantinya dia akan mewujudkan permintaanmu itu. Dan kalian bisa minta kembali ke istana langit!" jelas Ratu Flower.
"Baik bunda, kami akan mengingat hal itu!" ucap Ekin yang juga mewakili Leon.
Ratu Flower kemudian mendekati Rani, dan mengatakan sesuatu pada ibu dua anak itu.
"Rani...! kamu pasti bisa membuka segel pedang Azuya, pedang itu akan menolongmu dari orang-orang yang mengganggumu!" kata Ratu Flower yang masih dalam keadaan terbang dan mengiringi pusaran angin itu.
"Membuka segel pedang Azuya?" tanya Ibunda Nisa yang penasaran.
"Iya, dan juga kamu harus mencari Bola Impian seperti Ekin dan Leon. Bahu-membahulah kalian dalam mencari Bola impian itu. Karena dengan bola impian itu, kamu bisa meminta satu permintaan. Yaitu, bisa berkumpul kembali dengan keluargamu." jelas Ratu Flower.
"Tujuh Bola impian? bentuknya seperti apa Ratu?" tanya Ibunda Nisa yang penasaran.
"Bola kristal yang di dalamnya ada bintangnya! ingat baik-baik ya Rani!" jawab Ratu Flower.
"Baik Ratu!" jawab ibunda Nisa yang terus memandang keluarganya satu persatu.
Ratu Flower kemudian mendekati ayah Nisa dan berpesan padanya.
__ADS_1
"Apapun yang akan terjadi nanti, ingatlah keluargamu yang sangat merindukan kebersamaan kalian" ucap ratu Flower.
"Tentu ratu, aku pasti akan merindukan mereka!" ucap ayah Nisa dan ratu Flower terbang sedikit menjauh.
"Jaga diri kalian baik-baik ya!" seru Ratu flower yang melambaikan tangannya untuk semuanya.
"Baik bunda!" balas Leon dan Ekin.
"Baik Ratu!" balas Ayah Nisa, ibunda Nisa, Leonisa dan juga Ragadewa.
Ratu Flower pun melesat ke langit yang cerah dan menghilang.
🕒Flashback off.
"Iya, ini bola impian itu!" ucap dalam hati Qiao Li yang begitu takjub melihat bola impian itu.
Qiao Li kemudian memandang sekitarnya, dan pandangannya tertuju pada sebuah buku tebal yang berdebu.
Qiao Li kemudian meniup debu itu dan "Hukk...Hukk...Hukk...!"
Gadis itu terbatuk-batuk karena tebalnya debu yang ada diatas buku tebal itu.
Setelah bersih, kemudian Qiao Li berusaha membaca dan mengartikan maksud buku tersebut.
"Nampaknya ini sebuah kitab beladiri!" batin Qiao Li yang semakin penasaran untuk membuka dan membacanya.
"Jurus pemindah energi? I...ini kan jurusnya si nenek sihir itu?" batin Qiao Li yang semakin penasaran, karena dari awal dia tahu tentang jurus itu dari Ibu angkatnya Qiao Feng.
Karena sudah belajar tentang aksara Han dari Daiyu, Qiao Li dengan mudah membaca dan memahami isi kitab itu.
"Aku akan mempajari jurus ini. Iya, siapa tahu aku bisa keluar dari tempat ini dan aku bisa mencari Ayah, ibu dan kak Raga." Batin Qiao Li yang sangat yakin bisa keluar dari bukit piramida itu.
"Aku tak tahu keadaan di luar sana, aku harus punya kemampuan agar aku bisa melawan orang-orang yang berniat jahat padaku!" lanjut batin Qiao Li mantap.
Gadis Itu memantapkan dirinya untuk mempelajari jurus pemindah energi tersebut.
Qiao Li kemudian membaca berulang-ulang kitab pemindah energi itu dan dia perlahan-lahan mempraktekan tiap tulisan dalam kitab tersebut.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...