
"Jejak roda? kemana lagi mereka membawa Xin'er?" gumam Ju long yang kemudian memeriksa jejak tersebut.
Setelah yakin, Ju long mengikuti jejak roda kereta yang dilihatnya itu.
...****...
Apa yang terjadi pada Qiao Li dan Fang Chen yang saat ini sibuk membangun kembali penginapan di tengah gurun pasir untuk menggantikan Penginapan Mawar Gurun.
Fang Chen menghampiri Qiao Li yang sedang mendekatkan dirinya di perapian.
"Li'er, ayo kita belajar jurus pedang!" ucap Fang Chen saat sudah ada di samping Qiao Li.
"Benarkah? ayo ayah Li'er sudah siap!" seru Qiao Li yang bersemangat.
"Kita cari tempat yang sesuai untuk latihan." ucap Fang Chen saat melangkahkan kaki beberapa langkah ke samping tenda mereka.
Kemudian mereka mulai berlatih jurus pedang, dan di mulai dari dasar-dasar jurus pedang.
"Li'er, lihat gerakanku lebih dahulu. Nanti kamu tirukan ya!" seru Fang Chen.
" Iya yah, Li'er mengerti!" balas Qiao li yang mengerti.
Dan keduanya berlatih jurus pedang di terangi cahaya perapian dan juga sinar bulan yang cukup terang di malam itu.
Latihan itu berlangsung hingga tengah malam.
Dan hari-hari mereka pada siang hari membangun penginapan dan malam harinya digunakan untuk berlatih jurus pedang.
Walaupun belum jadi sempurna, akhirnya penginapan itu jadi juga dan masih harus perbaikan disana dan sini.
"Li'er, akan kamu beri nama apa penginapan ini?" tanya Fang Chen pada saat semuanya selesai makan malam.
"Apa ya yang kira-kira pantas?''' tanya Qiao li seraya memandang semua yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
"Bagaimana kalau penginapan Pintu Naga?" ucap Qiao Feng yang juga ikut dalam acara bincang-bincang setelah makan malam bersama itu.
"Ah, bagus itu! Cocok dengan daun pintu yang terpasang, yang ada ukiran naganya!" seru Fang Chen dengan semangat.
"Bagus juga, apa semuanya setuju?" tanya Qiao Li seraya memandang semua yang ada dihadapannya itu.
"Iya kami setuju!"
"Kami setuju"
Jawab satu persatu yang ada di ruangan itu.
"Jadi sepakat ya kalau penginapan ini bernama Penginapan Pintu Naga!" seru Qiao Li seraya menebarkan pandangannya.
"Ya!" jawab semuanya serentak.
"Penginapan pintu naga? hm... mengingatkan aku pada film kesukaan Ibunda di jaman sebelum ke tempat ini?" gumam Qiao Li dalam hati yang mengingat kegemaran ibundanya yang menonton film-film Mandarin.
Sedikit demi sedikit Qiao Li mengingat perjalanan film yang selalu dia tonton bersama ibundanya.
...💭💭💭💭...
Yu Huatian dan para bawahannya mengejar hingga Penginapan Gerbang Naga, sementara Zhou Huai’an yang mengenali Ling Yanqiu sebagai wanita yang pernah terlibat hubungan romantis dengannya dimasa lalu ikut datang ke Penginapan Gerbang Naga. Dilain pihak, Penginapan Gerbang Naga dipenuhi para perampok dan orang-orang suku Tartar yang ingin merebut harta karun kerajaan Xia Barat yang terbenam dalam padang pasir. Salah seorang diantaranya adalah seorang tukang tipu licin bernama pisau angin (juga diperankan Chen Kun) yang memiliki wajah sangat mirip dengan Yu Huatian. Terjadilah perseteruan yang menyangkut banyak kepentingan sehingga terjadi perang siasat adu licin antara petugas Xi Chang, perampok, suku Tartar, penunggu penginapan, dan pihak Zhou Huai’an/ Ling Yanqiu.
"Akting para pemainnya sendiri termasuk standar untuk film wuxia. Jet Li seperti biasa bermain layaknya seorang jagoan pembela kebenaran, Zhou Xun justru tampil lebih menarik dengan karakter cewek jagoan. Tapi bintang sesungguhnya adalah Chen Kun dengan peran gandanya sebagai kasim licik Yu Huatian dan tukang tipu licin si pisau angin. Kehadirannya mampu mengubah suasana dari drama thriller beralih ke komedi dan juga sebaliknya." gumam Qiao Li dalam hati yang larut dalam lamunannya.
...💭💭💭💭...
"Li'er...Li'er! kamu tak apa-apa kan?" tanya Fang Chen sambil menggoyang-goyangkan tubuh Qiao Li yang memang duduknya dalam posisi berdekatan dengan Fang Chen.
"I..iya, a..ada a..apa ya?" ucap Qiao Li yang terkejut karena baru saja tersadar dari lamunannya.
"Kamu melamun ya?" tanya Patriak Feng yang menatap Qiao Li dengan rasa penasarannya.
__ADS_1
"Li'er hanya teringat ibu saja, bagaimana keadaan Ibunda Li'er saat ini ya?" jawab sekaligus pertanyaan dari Qiao Li yang mengalihkan suasana.
Kalaupun Qiao Li cerita yang sebenarnya, mereka juga tidak akan paham akan cerita Qiao Li.
Karena itulah dia pendam sendiri cerita dalam film itu di hati Qiao Li.
"Hmm, dari namanya saja sama. Ada Hua Tian dan juga Yan Qiu. Jadi saat ini aku masuk ke sejarah Kerajaan Ming, atau masuk ke film Flying Swords of Dragon Gate? Hua Tian dan Yan Qiu, mereka saat ini sama-sama melakukan misi pemberontakan sama seperti dalam film itu!" gumam dalam hati Qiao Li yang tanpa sadar Fang Chen memperhatikannya dengan seksama.
Fang Chen melangkahkan kaki dan menepuk pundak Qiao Li berkali-kali dan membuat Qiao Li kembali terkejut dan kali ini kembali semakin terkejut. karena kenangannya bersama sang ayah muncul kembali.
Qiao Li ingat betul jika ayahnya akan selalu menepuk pundaknya jika Qiao Li sedang merenung atau pun melamun.
"A..ayah!" seru Qiao Li yang seketika pada saat Fang Chen menepuk pundak Qiao Li dan dia Qiao Li sangat terkejut akan hal itu.
"Lagi-lagi kamu memanggilku Ayah Li'er!" seru Fang Chen seraya mengulas senyumnya.
"Ya, karena anda memang ayahku!" balas Qiao Li sembari mengulas senyumnya.
Fang Chen terus menatap Qiao Li dan berusaha mengingat sesuatu, namun hal itu malah membuat dirinya mengalami sakit kepala yang amat luar biasa.
"Aaaghhh...!"
Fang Chen mencengkeram kepalanya dengan kuat, ada rasa sakit yang amat sangat yang dia alami saat ini.
"A..ayah...!" seru Qiao Li
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...