
Qiao Li membagi makanannya berasal macan putih. Dan mereka memakan ikan bakar itu dengan lahapnya.
"Selanjutnya kita akan kemana pendekar Li?" tanya Siluman macan putih itu pada Qiao Li pada saat selesai makan ikan bakar tersebut.
"Entahlah, yang jelas kemana kaki ini akan melangkah, itu saja." jawab Qiao li yang menatap siluman macan putih dan mengulaskan senyumnya.
"Tapi sepertinya saya tahu hal yang sebenarnya anda pikirkan pendekar Li!" seru siluman macan putih itu yang mengetahui isi hati dari Qiao Li dari tatapan mereka berdua.
"Apa maksud kamu?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Saya tahu yang ada dalam pikiran anda." jawab siluman macan putih.
"Hah!" seru Qiao Li yang setengah tak percaya.
"Anda ingin membuka segel pedang Azuya bukan?" tanya siluman macan putih itu pada Qiao Li yang masih terbengong karena ucapan siluman macan putih tadi.
"Dari mana kamu tahu, kalau aku ingin mmbuka segel dari pedang Azuya ini?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Dari raut wajah nona yang telah menggambarkannya. Saya akan bantu anda untuk membuka segel dari pedang Azuya, yaitu dengan mencari tujuh batu impian." jelas siluman macan putih itu.
"Hei, kamu tahu tentang batu impian?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Pedang anda yang bercerita pada saya pendekar Li." ucap siluman macan putih itu dengan mengulas senyumnya.
"Pedang Azuya? memangnya pedang Azuya bisa bicara?" tanya Qiao Li yang penasaran. Karena selama ini ibunya tidak pernah memberitahukan tentang pedang Azuya yang bisa bicara.
"Apakah dia sama sekali tidak bicara dengan anda pendekar Li?" tanya siluman macan putih itu yang merasa tak percaya.
"Iya, sama sekali tak bicara." jawab Qiao Li dengan yakin.
"Coba anda bisa panggilkan pedang Azuya ke hadapan anda pendekar!" seru Suman macan putih itu.
Karena penasaran, Qiao Li memanggil pedang Azuya-nya.
"Pedang Azuya!"
Keluarlah sebuah pedang yang berwarna hijau yang berada di tangan Qiao Li pada saat ini.
"Pangeran You, bersuara lah!" seru siluman macan putih itu yang menatap ke arah pedang Azuya.
"Pangeran You? siapa dia?" tanya Qiao Li yang penasaran.
__ADS_1
"Pangeran! apakah anda bisa menjelaskannya sendiri, apa perlu bantuan saya?" tanya siluman macan putih itu yang terus menatap ke arah pedang Azuya.
"Apa benar pedang Azuya bisa bicara?" gumam Qiao Li semakin penasaran.
"Macan putih, kenapa kamu bilang kalau pedang Azuya bisa bicara segala!" seru suara dari dalam pedang Azuya.
"Apa!" seru Qiao li yang tersentak kaget saat mendengar suara yang baru saja didengarnya.
Suara dari pedang Azuya adalah suara seorang laki-laki yang sangat berwibawa.
"Jadi benar pedang ini bisa bersuara?" tanya Qiao Li yang mengernyitkan kedua alisnya.
"Nona, aku adalah roh dari pangeran Zhu you yang dipisahkan oleh Selir Wan, karena dia tidak menginginkanku untuk hidup sejak aku lahir. Yang bisa membuka segel ini dan aku bisa kembali ke tubuhku, hanya bila ada orang yang mengucapkan permintaan pada naga putih yang akan muncul jika ke tujuh bola impian dijadikan satu." jelas suara yang mengaku roh pangeran Zhu you.
"Hm...! sejak kapan anda bisa bicara?" tanya Qiao Li yang memandang pedang Azuya dengan rasa penasaran.
"Sebenarnya sejak saya masuk dalam pedang ini!" jawab roh pangeran Zhu You.
"Kalau begitu, sejak pedang Azuya di pegang oleh ibuku?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Kenapa kamu tidak bicara pada ibu ku?" tanya Qiao Li yang penasaran.
"Itu karena ibu kamu sudah ada yang punya. He... he....!" jawab roh Pangeran Zhu You dengan terkekeh.
"Ibu kamu kan sejak mendapatkan pedang Azuya kan sudah menjadi milik ayah kamu. Jadi aku tak mau mengganggu hubungan mereka." jelas Roh pangeran Zhu you itu.
"Lantas kenapa kamu mau bicara denganku?" tanya Qiao Li yang tambah penasaran dengan keberadaan roh pangeran Zhu you di dalam pedang Azuya.
"Setelah selama bersama kamu, aku yakin kalau kamu belum ada yang memiliki. Jadi aku memberanikan diri untuk berbicara." jawab roh pangeran Zhu you yang membuat Qiao Li tersenyum kecut.
"Oh begitu ya! jangan dikira kalau akubtak laku ya, aku cuma belum memikirkan ke hal seperti itu." ucap Qiao Li yang sedikit kesal.
"Eh, kamu marah?" tanya Roh pangeran Zhu You.
"Iya, marah! habisnya secara tidak langsung kamu mengatakan kalau aku tidak laku. Iya kan!" seru Qiao Li yang sedikit kesal.
"Eh, bukan itu maksud aku!" sahut roh pangeran Zhu you yang cemas karena Qiao Li yang salah paham.
"Pendekar Li, bukan itu maksud pangeran!" seru siluman macan putih yang memperhatikan percakapan Qiao Li dengan Roh pangeran Zhu You.
"Ah, sudahlah! tetap saja aku belum mau punya kekasih. Aku masih punya kewajiban yang harus aku jalani, dan aku ingin kembali pulang ke jamanku." ucap Qiao Li yang kemudian memasukkan kembali pedang Azuya-nya.
__ADS_1
"Tapi sebelum balik ke jaman pendekar, apakah pendekar mau membebaskan roh pangeran You?" tanya Siluman macan putih yang penasaran.
"Tentu saja, karena aku dapat tugas untuk membuka segel pedang Azuya!" ucap Qiao Li yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan danau itu.
Siluman macan putih mengejar Qiao Li, karena tak mau ketinggalan dari pendekar Li itu.
"Pendekar Li, jadi kamu tidak punya keinginan punya kekasih?" tanya Siluman macan itu yang penasaran dan terus mengiringi langkah Qiao Li.
"Bukannya tidak punya keinginan, tapi aku masih belum ada selera ke sana. Aku masih menikmati kesendirianku ini." ucap Qiao Li yang sesekali menoleh ke arah siluman macan putih.
Siluman macan putih itu menghela nafasnya lega.
"Pendekar Li, kamu memang belum bertemu tubuh pangeran You. Tapi pangeran You tahu dan mengerti tentang kamu. Dan aku yakin kalau Pangeran You ada perasaan dengan pendekar Li." gumam dalam hati Siluman macan putih itu yang sesekali juga melihat ke arah Qiao Li.
Keduanya terus melangkah dan tiba-tiba mereka ada di sebuah hutan yang banyak salju diatasnya.
"Fenomena apa ini? kenapa ada salju di hutan sebelah sini?" tanya Qiao Li yang terkejut dengan apa yang dia lihat dan rasakan hawa yang dingin menusuk tulang-tulangnya.
"Iya tempat apa ini, saya juga baru tahu pendekar Li!" seru siluman macan putih itu yang menebarkan pandangannya ke sekitar posisi dirinya berdiri.
Mereka terus melangkahkan kaki, dan semakin lama salju semakin tebal dan mereka tak menemukan jalan keluar dari hutan bersalju itu.
"Macan putih, aku lelah sekali. Kita berhenti sebentar di sini ya?" ucap Qiao Li yang terlihat sangat pucat karena kelelahan dan juga kedinginan.
"Baiklah pendekar Li, sebaiknya pendekar tidur sebentar dengan bersandar di tubuh saya pendekar!" seru Siluman macan putih yang memposisikan dirinya untuk duduk.
"Baiklah dan tolong kamu jaga sebentar ya, aku mau istirahat sebentar." ucap Qiao Li yang sudah tak bisa mengontrol rasa lelah dan kantuknya lagi.
Gadis itu duduk dan bersandar di tubuh siluman macan putih itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...