Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Menjalankan Misi


__ADS_3

Terlihat Qiao Feng dan Ming mei sedang menunggu mereka.


"Li'er cepat kamu bersihkan diri, sebelum banyak antrian anggota sekte yang lainnya!" seru Qiao Feng saat Qiao Li dan Fang Chen menghampiri mereka.


"Baik ibu angkat!":balas Qiao Li yang kemudian diantarkan oleh Ming mei ke tempat dimana untuk mandi anggota sekte Bambu kuning.


Setelah membersihkan diri , semuanya beristirahat untuk menambah stamina mereka.


...****...


Keesokan harinya, semua orang sudah berkumpul di halaman aula pertemuan desa bambu kuning.


Dan mereka bersiap berkumpul dan berbagi tugas sesuai rencana kemarin.


Patriak An dan Ming mei bertugas akan memimpin pasukan dari sekte bambu kuning serta walet putih untuk menyerang para pejabat korup di blok Barat.


Sementara Patriak Lung bersama Chen kun, Hua Tian dan Yan Qiu pergi ke kerajaan Ming.


Dan Patriak Feng bertugas membantu Fang Chen, Qiao Li dan anggota sekte walet putih lainnya membangun kembali penginapan di gurun pasir.


Sedangkan Patriak jingmi, tetap berada di tempat untuk menjaga desa bambu kuning selama semua menjalankan misi mereka masing-masing.


Setelah semua perbekalan telah selesai di persiapkan, semuanya mulai berangkat bersama-sama, tetapi tetap di kelompok mereka masing-masing.


Ada diantara mereka yang membawa kereta kuda dan ada yang hanya naik kuda.


Dan perbekalan mereka ada di kereta kuda yang memang ada tiga sesuai misi mereka masing-maaing


Perjalanan pertama yang mereka tempuh adalah jalan menuju ke gurun pasir.


Tak ada kendala yang berarti, perjalanan mereka lalui dengan lancar.


Dua jam perjalanan mereka lalui, dan mereka tiba di perbatasan hutan dengan gurun pasir.


Mereka berhenti untuk istirahat dan mengistirahatkan kuda-kuda mereka di Padang rumput yang menghijau.


"Kita berhenti di sini dulu, dan biarkan kuda-kuda kita untuk istirahat sebentar" perintah Patriak An pada semua orang.


Dan semua menyetujuinya dan mencari posisi istirahat yang nyaman untuk mereka.


Qiao Li menghampiri Patriak Feng yang sedang berbicara dengan Fang Chen.


"Kalian serius sekali, kalian sedang membicarakan apa?" tanya Qiao Li yang kini sudah duduk diantara mereka.

__ADS_1


"Li'er, jika kita mau membangun penginapan di gurun pasir, tentunya akan butuh biaya dan tenaga." jawab Patriak Feng.


"Memang benar, lantas apa kita kesulitan dalam masalah keuangan dan tenaga?" tanya Qiao Li yang mulai berpikir tentang kedepannya.


"Untuk tenaga, aku rasa orang-orang kita sudah cukup. Yang kita butuhkan adalah bahan-bahan yang akan kita gunakan dan juga persediaan makan kita" jawab Patriak Feng yang menatap Qiao Li dan Fang Chen secara bergantian.


"Biar aku dan paman saja yang belanja bahan-bahannya!" ucap Qiao Li yang yakin bisa melaksanakan tugas itu.


"Apa kamu yakin Li'er?" tanya patriak Feng yang penasaran.


"Li'er sangatlah yakin ibu angkat!" ucap Qiao Li sembari mengulas senyumnya.


"Baiklah ini ada uang yang harus kalian gunakan untuk membeli semua material yang akan di gunakan nanti." ucap Patriak Feng yang menyerahkan satu peti yang berisi uang keping emas pada Fang Chen. Dan Fang Chen menerimanya.


"Sebaiknya kami membawa satu orang yang tahu tentang bangunan untuk mendapatkan bahan-bahan yang sesuai dengan yang kita inginkan" usul Fang Chen, Qiao Li dan Patriak Feng menyetujuinya.


Kemudian mereka memilih satu orang yang mereka percaya, bisa diandalkan untuk memilih bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat sebuah penginapan.


Setelah mendapatkan orang yang dimaksud, mereka segera memisahkan diri dari rombongan.


Qiao Li, Fang Chen dan satu orang anggota sekte Bambu Kuning yang ditunjuk untuk membantu mencari bahan baku yang digunakan untuk membuat penginapan itu melangkah meninggalkan rombongan.


Qiao Li menyempatkan memasukkan Kepingan uang emas itu pada cincin bemata biru


Hal itu membuat Fang Chen dan seorang anggota sekte bambu kuning itu saling pandang dengan tanda tanya dipikiran mereka.


"Ohw, ini cincin bermata biru yang bisa menyimpan benda yang ingin kita simpan." jelas Qiao Li.


"Ohw begitu ya, hebat bisa meringankan kita!" seru Fang Chen.


Kemudian ketiga orang itu melangkah masuk ke hutan dan mereka menuju ke sebuah perkampungan.


"Nampaknya di depan itu ada perkampungan, ayo kita percepat langkah kita!" ucap Fang Chen saat dalam perjalanan mereka.


Tak berapa lama mereka telah sampai dan bertanya ke sana kemari tentang tempat yang menjual bahan bangunan.


Setelah mendapatkan semua bahan bangunan yang digunakan, Qiao mengeluarkan uang dalam peti yang tadi dimasukkan pada cincin bermata birunya.


Setelah membayar semua barang-barang bangunan itu, sebagian bahan bangunan di masukkan ke cincin bermata biru itu.


Dan bahan bangunan yang tidak masuk ke dalam cincin, mereka angkut dengan kereta kuda yang dibeli Qiao Li dengan menggunakan uang yang didapatnya dari tempat rahasia dibukit Piramida beberapa bulan yang lalu.


Kereta kuda yang dikendalikan oleh itu terus melangkah dengan kecepatan sedang menuju ke tempat dimana tadi mereka berpisah dengan rombongan mereka tadi..

__ADS_1


"Rupanya mereka telah berangkat mendahului kita, jg ygmereka menuju ke gurun pasir,!" seru Fang Chen


"Benar, sepertinya kita juga harus menyusul mereka." ucap Fang Chen yang pada saat pandangannya menebar di sekelilingnya.


Tak didapatinya seseorang di lokasi dihadapannya.


"Ayo sebaiknya kita berangkat sekarang juga!" seru Fang Chen.


"Iya benar, sebentar lagi hari sudah gelap.Kita harus cepat sampai di gurun pasir sekarang juga" ucap Qiao Li seraya memandang langit yang mulai mendung.


Dan ketiganya melanjutkan perjalanan mereka, dan tanpa mereka sadari ada yang membuntuti laju kereta mereka.


Ternyata mereka adalah kawanan perampok yang berkeliaran di sekitar daerah itu.


Kawanan perampok itu mengepung Qiao Li dan yang lainnya.


"Berhenti..!" seru pemimpin mereka.


"Li'er, apa kamu mau mengasah kemampuan kamu?" tanya Fang Chen saat menoleh ke arah Qiao Li.


"Boleh juga, ayo ayah kita hajar mereka!" seru Qiao Li dengan penuh semangat.


Keduanya pun turun dari kereta kuda itu, sementara anggota sekte bambu kuning yang ikut dengan Qiao Li tetap di dalam kereta kuda itu.


"Apa mau kalian!" seru Fang Chen yang menatap kawaan perampok dihadapannya satu persatu.


"Serahkan semua harta benda kalian, atau...!" seru perampok itu.


"Kami tak punya apa-apa, jadi biarkan kami melanjutkan perjalanan kami!" balas Feng Chen dengan sopan.


"Kalau begitu, serahkan anak gadismu itu! ha .ha..ha...!" seru salah satu diantara mereka.


"Langkahi dulu mayatku!" seru Fang Chen yang mulai membuat kuda-kuda.


"Kurang ajar! serang mereka!"seru salah satu mereka yang mampu menggerakkan kawanannya untuk menyerang Fang Che dan Qiao Li.


...~¥~...


...Mohon dukungan pars Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2