Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Perjalanan Qiao Li


__ADS_3

"Iya, cerita itu benar adanya!" jawab Qiao Li yang menatap semua yang ada dihadapannya itu satu persatu.


"Apa yang kalian lakukan berdua di dalam kamar malam-malam begitu?" tanya Patriak Feng yang penasaran.


"Kalian jangan salah paham, kami tidak melakukan sesuatu yang hal yang tidak senonoh. Aku masih punya aturan dan itu yang diajarkan oleh kedua orang tua Li'er!" jelas Qiao Li yang sudah paham arah pertanyaan dari ibu angkatnya itu.


"Lantas apa yang kalian lakukan?" tanya Patriak An yang ikut penasaran.


"Perlu kalian ketahui bahwa ternyata ketua sekte Rambut putih itu bernama Guan Lin. Dan dia adalah suami dari Daiyu, pemilik penginapan ini sebelumnya." jelas Qiao li yang tentu saja membuat yang lainnya tersentak kaget karenanya.


"Apa! ketua sekte rambut putih itu suami Daiyu? saya kira kalau Daiyu itu perawan tua!" seru Patriak Feng yang masih belum percaya.


"Ternyata dia sudah bersuami! ha...ha....!" seru Patriak An yang sebenarnya juga terkejut.


"Mereka terpisah lama karena pernikahan mereka tak disetujui oleh kedua orang tua bibi Daiyu." jelas Qiao Li.


"Sebentar suami istri yang lama terpisah? pantas saja ketua sekte rambut putih dan para anggotanya semuanya memiliki rambut putih!" celetuk Hua Tian yang sedari tadi diam dan memperhatikan.


"Apa maksud kamu saudara Tian?" tanya salah satu anggota sekte bambu kuning yang ikut dalam perbincangan mereka.


"Kan sudah jelas, kalau memiliki rambut putih itu karena cinta mereka yang tak tersampaikan. Jadian mereka merana karena cinta! ha... ha... !" celetuk Hua Tian sembari tertawa


"Ha...ha....! benar juga!" seru anggota sekte bambu kuning lainnya uang juga ikut tertawa karena ucapan dari Hua Tian.


"Sudah-sudah jangan membincangkan orang lain lagi. Sekarang kita diskusikan apa yang akan kita lakukan setelah ini!" seru Patriak Feng yang mengalihkan pembicaraan mereka.


"Oiya, Jadi Daiyu masih hidup, dan ka.u pertemukan dia dimana?" tanya Patriak Feng yang penasaran.


"Ma'af Patriak, kalau masalah itu saya tidak mau memberitahukan. Karena bibi Daiyu dan paman Guan Lin ingin menikmati kebersamaan mereka berdua." ucap Qiao Li yang sedikit berbohong.


"Oh jadi begitu ya? ya sudahlah, itu memang hak mereka. Setelah bertahun-tahun tentunya mereka ingin merajut kembali cinta mereka." ucap Patriak An dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka lerlahan-lahan.


"Patriak, besok pagi Li'er mau mulai mengembara lagi. Jadi malam ini malam terakhir Li'er menginap di penginapan Pintu naga ini!" ucap Qiao Li sembari menatap satu persatu beberapa orang yang ada dihadapannya.


"Mengembara lagi? sebenarnya apa yang kamu cari dari pengembaraan kamu itu?" tanya Patriak Feng yang penasaran.


"Qiao Li hanya ingin mencari pengalaman dan juga menumpas kejahatan di muka bumi ini. Itu saja." jelas Qiao Li sembari mengulas senyumnya.


"Kalau begitu, terserah kamu saja. Yang jelas kamu hati-hati." pesan Patriak An.


"Baik patriak!" balsa Qiao Li seraya menganggukan kepalanya.


"Baiklah, sudah larut malam. Ayo kita lekas istirahat, agar esok lebih segar dan kuat menghadapi persoalan dunia! he... he...!" ucap Patriak Feng yang terkekeh-kekeh sembari bangkit dari duduknya.


"Iya selamat malam semuanya!" seru Qiao Li.


"Selamat malam juga saudari Li!" ucap Yan Qiu yang sedari tadi diam dan memperhatikan.

__ADS_1


"Selamat malam!" balas Patriak An dan Feng bersamaan.


Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Dan sebagian masih berjaga-jaga di posisi sebelumnya.


...****...


Malam pun berganti pagi dan setelah sarapan, Qiao Li berpamitan pada semua pengurus penginapan yang sudah seperti keluarganya sendiri itu.


"Li'er, jaga diri baik-baik ya!" pesan Patriak Feng.


"Pasti Patriak!" balas Qiao Li.


"Saudari Li, jika ada masalah selama pengembaraan kamu bisa datang ke penginapan pintu naga ini kembali. Dan kami siap membant kapanpun kamu mau!" seru Hua Tian yang mewakili suara para anggota sekte bambu kuning lainnya.


"Terima kasih semuanya, Li'er pasti akan selalu merindukan kalian semuanya!" seru Qiao Li yang melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.


"Selamat jalan Li'er!" balas yang lainnya uang juga melambaikan tangan mereka.


Kemudian Qiao Li dengan menggerakkan tangannya, dia membuat gerakan jurus pengendalian angin.


Gadis itu membuat pusaran angin kecil yang kemudian dia merentangkan tangannya .


Qiao Li terbang meninggalkan penginapan pintu naga, dimana para penghuninya terkagum-kagum dengan jurus yang digunakan oleh Qiao Li.


Sementara itu Qiao Li menuju ke arah timur, karena selama ini yang dia jelajahi selalu blok barat. Maka dia ingin menjelajahi kehidupan di blok Timur.


Gadis itu kemudian turun dari aktifitas terbangnya, dia turun dan melangkahkan kaki masuk ke hutan.


"Hopp hiaaat...!"


"Hopp... hopp....!"


Qiao Li melompat dari satu dahan ke dahan lainnya Sampai di tengah hutan.


Tiba-tiba banyak perkelahian antar binatang di tanah lapang di dalam hutang itu.


"Grr....!"


"Haaaooo....!"


Macan dan serigala sedang merebutkan buruan mereka, dan hal itu membuat suasana hutan yang menjadi riuh.


Qiao Li memperhatikannya dari atas pohon dengan seksama.


Dan saling tarik menarik mangsa itu pun berlangsung sengit.


Merasa perlu menengahi mereka, Qiao Li memanggil pedang Azuyanya.

__ADS_1


"Pedang Azuya!"


Pedang yang mengeluarkan sinar hijau itu muncul dengan tiba-tiba di tangan Qiao Li.


Kemudian gadis itu melompat turun ditengah arena perebutan mangsa itu.


"Sreet....!"


Dengan pedang Azuya, Qiao Li memotong rusa mati yang menjadi rebutan kedua binatang buas itu.


Rusa yang telah mati itu terpotong menjadi dua, tapi bukannya mereka senang dan mengambil salah satu potongan daging rusa yang mati itu, macan dan serigala mengarahkan pandangan matanya ke arah Qiao Li dengan kedua mata mereka yang berwarna merah menyala.


"Gerrr....!"


"Haaaooo....!"


Nampaknya kedua binatang itu tak setuju dengan keputusan yang dibuat Qiao li dengan membagi dua daging hasil buruan mereka.


"Apa-apaan ini! mereka tidak mau dagingnya dibagi dua!" gumam dalam hati Qiao Li.


Dengan tiba-tiba kedua binatang itu menyerang Qiao Li.


"Apa! mereka menyerangku!" seru Qiao Li yang masih memegang pedang Azuya itu kemudian melompat kesana kesana dan kemari menghindari terkaman dari macan dan juga serigala tersebut.


Namun kedua binatang itu tetap terus dalam posisinya hendak menerkam kembali gadis yang ada dihadapan mereka.


Dengan cepat kilat Qiao Li menghindari serangan kedua binatang buas itu.


Namun di saat Qiao Li lengah, tiga kuku tajam membuat baris darah segar di lengan Qiao Li.


"Ah, sialan! kalian melukaiku!" gerutu Qiao Li dengan kesal.


"Gerr...!"


"Haaaooo...!"


Si Macan berhasil menorehkan kuku cakarnya yang tajam itu ke lengan Qiao Li, yang mampu membuat lengan Qiao Li berdarah.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2