
"Terima kasih do'anya Li'er!" ucap Daiyu yang sekali lagi memeluk Qiao Li.
"Bibi Daiyu dan paman Guan Li, Li'er mohon diri untuk kembali lagi ke penginapan Pintu Naga." ucap pamit Qiao Li.
"Kalau kamu rindu bibi, bisa jenguk bibi disini ya!" pesan Daiyu.
"Pasti itu bibi dan paman. Kalian baik-baiklah disini." ucap pamit Qiao Li sekali lagi.
"Iya pasti!" jawab Daiyu dan juga Guan lin bersamaan.
Saat ini sedang bulan purnama, Qiao Li yang menyadari bahwa di kebun akan terjadi keanehan.
Tiba-tiba air mancur di tengah kebun menyembur dengan derasnya dan Qiao Li melihat hal itu, dia memperhatikannya dengan seksama
"Biasanya cahaya dari sinar bulan memantul ke air terjun, yang kemudian memantulkan sinarnya ke arah sa...!" belum selesai membatin, Qiao Li melihat sebuah pintu di arah pantulan sinar bulan.
Gadis itu melangkahkan kakinya melewati Guan Lin yang kebingungan.
Sementara itu Qiao Li terus melangkah kearah yang ditunjukkan pantulan sinar bulan itu.
Benar saja yang ada di hadapan Qiao Li itu adalah sebuah pintu.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Guan Lin pada Daiyu yang penasaran.
"Dia akan membuk pintu keluar dari tempat ini. Karena hanya dia yang punya kuncinya." jawab Daiyu.
Pandangan mata Qiao li tertuju pada sebuah lubang berbentuk bunga mawar.
Qiao Li kemudian mengambil kalung berliontin bunga mawar yang dipakainya. Kemudian gadis itu menempelkannya pada lubang berbentuk mawar itu.
"Brakk...!"
Pintu itu terbuka dan Qiao Li segera mengambil kalung berliontin mawar itu dan gadis itu segera keluar dari dalam bukit piramida itu.
"Selamat tinggal bibi Daiyu dan paman Guan Lin, jaga dirimu baik-baik di sana!'' seru Qiao Li seraya melambaikan tangannya.
"Selamat jalan Qiao Li!" balas Daiyu dan Guan Lin yag yang dalam kondisi angin yang membawa angin dingin.
Gadis itu melangkah kembali menuju ke Penginapan pintu naga.
Suasana masih dalam keadaan gelap, karena masih tengah malam.
__ADS_1
Qiao Li sudah sampai di depan pintu gerbang penginapan pintu naga.
Kedua penjaga pintu kebingungan pada saat melihat Qiao Li yang dari arah bukit piramida menghampirinya.
"Saudari Li, bukankan anda tadi berada di dalam penginapan?" tanya salah satu penjaga itu dengan penasaran.
"Aku sedang jalan-jalan sebentar, kalian saja yang tidak mengetahuinya." ucap Qiao Li yang mengulas senyumnya karena membohongi kedua penjaga penginapan pintu naga itu.
"Apakah seperti itu?" tanya penjaga yang lainnya.
"Ya memang begitu, bolehkan saya masuk?" jawab sekaligus tanya Qiao Li yang masih mengulas senyumnya.
"Eh, iya silahkan saudari Li." jawab penjaga itu yang mengulas senyumnya.
Qiao Li kemudian masuk ke halaman dan kemudian ke penginapan pintu Naga.
Anggota sekte bambu kuning yang tadi melihat Guan Lin masuk ke kamar Qiao Li merasa heran, karena jelas-jelas tadi dia melihat Qiao Li yang membukakan pintu bukan Guan Lin. Dan mereka tak berani menanyakannya pada Qiao li, jadi setelah menyapa dan mereka melakukan aktivitasnya semula.
Qiao Li masuk ke kamarnya dan kemudian beristirahat di tempat tidurnya, yang sebelumnya dia menata kembali tempat tidurnya seperti semula.
...****...
Beberapa hari kemudian, di waktu siang hari datanglah sebuah kereta kuda yang arahnya dari timur.
"Patriak Feng, Patriak An!" panggil Qiao Li yang tahu siapa yang datang dan kemudian memberikan tanda penghormatan pada kedua Patriak.
"Apa kabar Li'er?" tanya Patriak An.
"Kabar saya dan kami semuanya baik-baik saja!" jawab Qiao Li seraya mengulas senyumnya.
"Wah, nampaknya ada banyak kemajuan ya di penginapan!" seru Patriak Feng seraya menebarkan pandangannya ke sekitar halaman penginapan.
"Penginapan di tengah gurun yang menghijau!" seru seorang laki-laki yang ada di belakang kedua Patriak itu bersama seorang perempuan yang juga menebarkan pandangannya menikmati pemandangan disekitar halaman penginapan pintu naga.
"Kakak Tian dan kakak Qiu!'' panggil Qiao Li yang menoleh ke arah sepasang pengantin baru itu.
"Sepertinya kita tak salah menugaskan Li'er menjaga penginapan ya Patriak!" seru Yan Qiu sembari mengulas senyumnya.
"Memang benar saudari Qiu, Saudari Li berhasil mengalahkan serangan sekte rambut putih hanya sendirian!" seru salah satu anggota sekte bambu kuning yang menangani kereta kuda dan membawanya ke halaman belakang penginapan.
"Apakah benar begitu Lier!?" tanya Patriak Feng yang penasaran.
__ADS_1
"He.... he...!"
Qiao Li hanya tersenyum dan mereka melangkahkan kaki masuk ke penginapan.
Kemudian Patriak An, Patriak Feng, Hua Tian dan juga Yan Qiu membersihkan diri mereka, selanjutnya mereka beristirahat.
Pada malam harinya setelah semua pekerjaan selesai, dan semua pengurus penginapan pintu naga mengadakan makan malam bersama.
Dimana pada saat makan malam itu mereka saling bertukar cerita dan diselingi tawa dan canda mereka.
"Perlu kamu tahu Li'er, kalau kedua Patriak kita ini sudah menikah juga!" seru Yan Qiu di sela-sela cerita mereka.
"Jadi ada tiga pernikahan rupanya di desa Bambu kuning ya?" tanya Qiao Li sembari mengulas senyumnya.
"Iya, pernikahan Chen Kun dengan Ming Mei dan pernikahan Hua Tian dengan Yan Qiu serta pernikahan aku dengan ibu angkatmu Patriak Feng." jelas Patriak An sembari memegang tangan Qiao Feng.
"Akhirnya cinta lama bersemi kembali dan berakhir di pernikahan. Semoga kalian semuanya bahagia dan cepat dikarunia keturunan." ucap dan doa Qiao Li yang menatap keluarganya di jaman kerajaan Ming saat ini, satu persatu.
"Patriak, sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan pada saudari Li sedari kemarin!" ucap seorang anggota sekte bambu kuning yang mengikuti perbincangan mereka.
"Ada apa! apa kamu menyukai Li'er?" goda Hua Tian yang tentu saja membuat semuanya tertawa dan mengarahkan pandangannya ke arah Qiao Li.
"Eh, apa ini?" tanya Qiao Li yang merasa terhakimi.
"Bukan, bukan hal itu yang saya tanyakan!" seru anggota sekte bambu kuning itu yang terkejut dan wajahnya terlihat memerah karena malu.
"Kalau bukan masalah itu, lantas apa?" tanya Yan Qiau yang penasaran.
"Malam itu, tepatnya selesai beraktifitas. Saya melihat ketua sekte rambut putih melangkahkan kakinya menuju ke kamar saudari Li. Dan Saudari Li membukakan pintu untuk ketua sekte rambut putih tersebut . Beberapa jam kemudian ada yang melihat kalau saudari Li datang dari arah bukit piramida. Biasakan saudari Li jelaskan tentang yang saya lihat itu, benar atau tidaknya." ucap panjang dari anggota sekte bambu kuning tersebut.
"Li'er, jadi kamu berani memasukkan laki-laki ke dalam kamar!" seru Yan Qiu yang penasaran.
"Iya, cerita itu benar adanya!" jawab Qiao Li yang menatap semua yang ada dihadapannya itu satu persatu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...