Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
ketua perampok wanita


__ADS_3

Setelah makan dan mencuci piring, Oiao Li berencana berjalan-jalan di sekitar penginapan.


"Hm...! penginapan ini cukup besar! dan lokasinya di tengah gurun." kata dalam hati Qiao Li.


Tiba-tiba pandanganya tertuju pada sebuah kereta kuda yang terlihat sangat mewah. Menandakan dari kalangan atas, entah bangsawan maupun kerajaan.


Dan kereta kuda itu di kawal oleh beberapa prajurit dan berhenti tepat di depan pintu penginapan.


Nampak dua orang berpakaian serba mewah turun dari kereta dan berjalan masuk ke penginapan.


"Ada kepentingan apa ya mereka ke penginapan?" tanya dalam hati Qiao Li yang penasaran.


Tak berapa lama muncul dua orang yang mendekati kereta kuda itu.


Orang itu mengalir satu kotak peti, dan mereka bawa masuk ke penginapan.


Qiao Li kemudian berjalan kembali ke dapur dan melihat apa yang mereka lakukan.


"Ohw rupanya mereka mengambil tiga perempuan yang tinggal di kamar paling ujung itu dan di ganti satu kotak uang. Hemm... emas?" kata dalam hati Qiao Li yang terus memperhatikan dengan rasa penasaran.


Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang.


"Hei kamu sedang apa?" tanya orang yang menepuk bahu Qiao Li yang tak lain Qiao Feng.


Qiao Li hanya menunjukkan dengan matanya ke arah beberapa orang yang melakukan transaksi itu.


"Oh, transaksi hitam ya! sudah biasa. Itu yang mereka lakukan sebulan sekali.!" kata Qiao Feng yang kemudian kembali ke dapur bersama Ming Mei.


Entah apa yang mereka bicarakan, Qiao Li masih sibuk memperhatikan transaksi itu.


Selesai transaksi itu, kereta mewah itu membawa dua laki-laki berpakaian mewah dengan tiga perempuan penghuni kamar paling ujung.


Tak berapa lama Daiyu berjalan menuju dapur.


Qiao Li yang sadar akan kedatangan Daiyu, dia pun melangkahkan kaki menuju dapur.


Qiao Li melanjutkan pekerjaannya menyiangi sayuran dan Qiao Feng ikut menyiangi sayuran juga.


Sedangkan Ming Mei melangkahkan kaki menuju ke kamar mandi.


"Bibi Feng, dan semuanya! tolong jaga penginapan ini selama beberapa hari, aku ada kepentingan." kata Daiyu seraya mengebaskan kipasnya di dadanya.


"Baik nyonya!" seru bibi Feng seraya menundukkan kepalanya.


Daiyu kemudian pergi dengan pengawalan beberapa orang bayarannya dengan membawa satu kotak uang emas, dari dua orang tamunya tadi.


Qiao Li keluar dari dapur, dia melihat kepergian Daiyu dan rombongannya meninggalkan penginapan sampai hilang dari pandangannya.


Tak berapa lama, ada seseorang yang memakai penutup wajah dengan menaik kuda secara kencang sendirian mengejar kereta rombongan Daiyu yang telah menjauh sedari tadi.


"Siapa orang itu? sepertinya dia seorang wanita?" gumam Qiao Li dalam hati.


"Kenapa kamu terus berada di luar Li'er?" tanya Bibi Feng seraya menepuk pundak Qiao Li.


Qiao Li mengangguk dan tersenyum, keduanya kemudian masuk ke penginapan dan menutupnya rapat-rapat.


Setelah berada di dalam, Qiao Li tak mendapati Ming Mei.


Pelayan yang pura-pura bisu itu menanyakan keberadaan Ming Mei pada bibi Feng dengan bahasa isyarat.


Dan jawaban Qiao Feng hanya dengan senyuman yang tak di mengerti oleh Qiao Li.


Qiao Feng melanjutkan pekerjaannya di dapur dan sedangkan Qiao Li mengangkat jemurannya, karena sudah kering.


Sementara itu rombongan Daiyu yang berjalan meninggalkan penginapan Mawar Gurun, dan tiba-tiba langkah mereka terhenti.


Ada sekitar sepuluh perempuan yang menghadang mereka.

__ADS_1


"Nyonya kita di hadang, sepertinya mereka perampok wanita yang tersohor itu!" seru kusir pengendali kuda kereta yang di tumpangi Daiyu.


"Perampok Wanita? kita lihat seberapa besarnya kemampuan mereka!" seru Daiyu yang penasaran.


” Berhenti kalian..! serahkan harta kalian atau nyawa kalian melayang!" seru salah satu dari perampok wanita itu.


" Menyerahkan harta kami pada kalian? tidak akan...!" seru Daiyu yang kemudian turun dari kereta kudanya.


"Kalau begitu, serang mereka..!!" seru salah satu perampok wanita itu.


Dan adu jurus para perampok wanita dengan orang bayaran Daiyu terjadi dengan sangat sengit.


"Hiat...!!"


"Bagh....!"


"Bugh...!"


"Bagh....!"


"Bugh...!"


"Aaghh...!!"


Sebagian dari para perampok wanita itu terluka dan tak sedikit pula orang bayaran Daiyu yang kewalahan.


Datang dari kejauhan seorang perempuan mengejar rombongan Daiyu dari penginapan mawar Gurun tadi.


"Bagi dua...!!" seru perempuan yang memakai penutup wajah itu pada para perampok wanita itu.


Mereka pun menuruti apa yang di perintahkan perempuan itu.


Sebagian dari mereka melawan Daiyu dan sebagian melawan orang bayaran yang tersisa.


Sementara perempuan yang memberi perintah tadi menuju ke kereta Daiyu.


"Kurang ajar..! itu uangku..!" seru Daiyu yang merasa kecolongan.


Perempuan yang mengambil kotak uang emas Daiyu, memberikan kotak itu pada salah satu perampok wanita.


Dan dia bersiap menyerang Daiyu, sedangkan Daiyu sudah bersiap melempar kipasnya ke arah perempuan itu.


" Sreeeet....!!"


Kipas itu melesat bagaikan bomerang


yang setelah melukai sasarannya kembali ke pemiliknya.


Penutup wajah perempuan pengambil kotak yang berisi uang emas itu kini terlihat wajahnya.


"Ming Mei...!!"


Daiyu sangat terkejut, pelayan setianya itu ternyata ketua perampok wanita.


"Iya, ini aku Daiyu!'" seru Ming Mei dengan lantang seolah tak gentar melawan Daiyu.


"Kurang ajar kau...!!" umpat Daiyu yang kemudian melempar kembali kipasnya ke arah Ming Mei.


Dengan cekatan Ming Mei menghindarinya dengan mengelak, kayang bahkan melompat.


"Bedebah...!" umpat Daiyu sekali lagi.


Dia kemudian menggunakan ilmu pamungkasnya.


Dengan kuda-kuda, tangan Daiyu membentuk cakar yang bersinar.


"Nona Mei hati-hati..! itu jurus pemindah energi!" seru salah satu perampok wanita yang mengkhawatirkan Ming Mei.

__ADS_1


"Pemindah Energi?" tanya Ming Mei penasaran.


"Dengan cakar itu, dia akan memindahkan semua energi termasuk semua jurus yang anda kuasai, akan masuk ke tubuhnya." jelas perampok wanita itu.


"Baguslah kalian sudah tahu ilmuku! jadi tak perlu aku repot-repot menjelaskannya. Sekarang, menyerahlah kalian..!!" seru Daiyu yang merasa di atas awan.


"Menyerah? cihh....! tidak akan!" seru Ming Mei yang sudah bersiap siaga melawan Daiyu.


Sekali dua kali Ming Mei bisa menghindari jurus pemindah energi dari Daiyu.


Namun beberapa saat kemudian Ming Mei terdesak. Membuat semua perampok wanita begitu khawatir.


Ketika cakar Daiyu hendak mengarah ke tubuh Ming Mei, salah seorang perampok wanita itu mendorong Ming Mei dan dia pasang badan untuk menyelamatkan Ming Mei.


"Aaaaaagghh..!!"


Dan perempuan itulah yang kini terkena jurus memindah energi dari Daiyu.


"Nona Mei, cepat pergi...!" seru perempuan itu dengan suara parau karena menahan sakitnya.


"Ji'er.....!" panggil Ming mei yang tak menyangka ada anggotanya yang berkorban untuk dia.


"Cepat pergi nona Mei, aaaaghh.....!!" seru perempuan itu yang hampir tak terdengar suaranya.


"Lepaskan dia....!" seru salah seorang wanita perampok itu pada Daiyu dan dia menyerang Daiyu.


Bukannya bisa membebaskan temannya, wanita itu juga terkena jurus pemindah energi dari Daiyu.


"Aaargghhh.....!!"


Wanita itu mengerang kesakitan.


"Sashuang....!!" panggil Ming Mei dan yang lainnya.


"Cepat pergi....!!' seru wanita yang di panggil Sashuang itu.


"Munduuur...!!'


Ming Mei memerintahkan para perampok wanita yang tersisa untuk bergerak mundur.


" Yang ji dan Sashuang..! kami tak akan melupakan kalian. Jaga diri kalian baik-baik!" kata Ming Mei sebelum meninggalkan arena perkelahian itu.


"Kurang ajar..! mereka lari! dan uangku melayang" gerutu Daiyu yang kesal.


"Nyonya, kita jual saja dua perempuan itu, sebagai ganti kotak uang emas yang mereka ambil!" usul salah satu orang bayaran Daiyu.


"Ah, aku setuju dengan usulmu!" ucap Daiyu yang mengulas senyum sinisnya.


"Sekarang..! angkat dia dan kita bawa ke penginapan!" perintah Daiyu.


"Baik nyonya..!" balas semua orang bayaran Daiyu.


Dan kini mereka melakukan perintah Daiyu, mengangkat Yang Ji dan Sashuang ke dalam kereta.


Rombongan itu pun balik ke penginapan mawar Gurun.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2