
"Ma'af bukannya saya tidak mau, tapi saya dalam perjalanan yang sangat penting. Jadi lain hari saja!" balas Qiao Li seraya menangkupkan tangannya dengan jari kiri yang di kepalkan dan jari kanan membungkusnya.
"Kalau begitu, atas nama seluruh anggota sekte pengemis, kami mengucapkan banyak terima kasih!" ucapan laki-laki yang memakai pakaian compang camping itu yang memang seperti ketua dari sekte pengemis itu.
"Sama-sama dan saya senang sekali bertemu dengan kalian, permisi!" balas Qiao Li yang masih dalam posisi seperti tadi.
"Hati-hati pendekar bercadar!" seru beberapa orang yang memakai pakaian compang-camping itu.
"Iya!" jawab Qiao Li seraya melambaikan tangannya. Kemudian dengan kekuatan jurus pengendalian anginnya, dia mampu naik ke atas pohon dan melompat dari satu pohon ke pohon yang lainnya dengan mudahnya.
Setelah cukup lama, akhirnya Qiao Li yang sudah keluar dari hutan lebat dan sampai disebuah perkampungan. Kemudian gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke perkampungan itu.
Pada saat qiao li yang tetap menyamar menjadi laki-laki itu masuk ke gerbang perkampungan, nampak bendera berlambangkan Kalajengking merah yang dibawa sebagian orang.
Mereka seperti mengumpulkan para penduduk dan akan membawa sebagian dari mereka ke suatu tempat.
"Kalajengking Merah lagi? Apakah mereka akan dibawa ke Istana seperti yang lainya?" tanya gumam dalam hati Qiao Li.
"Kenapa banyak orang yang mengirim perempuan ke istana?" tanya dalam hati Qiao Li yang penasaran.
"Kata ibu, Raja kerajaan Ming yang sekarang ini doyan main wanita. Dia sudah punya satu permaisuri dan satu selir utama, yang selir bayangannya pun tak terhitung jumlahnya. Belum lagi dayang yang berparas cantik pun di jadikan selir juga sama Raja itu!" kata dalam hati Qiao Li yang sembunyi di balik taman-taman bunga rumah warga, karena ada beberapa anggota sekte kalajengking Merah yang berkeliling.
"Sepertinya aku akan menghadapi mereka." ucap dalam hati Qiao li yang kemudian mengeluarkan cadarnya.
Setelah itu Qiao Li mengambil beberapa kerikil di sekitar taman tempat diasembunyi. Sekiranya cukup kerikil-kerikil tersebut dia tempatkan di kantong kain yang biasa gadis itu selalu bawa.
Qiao Li kemudian melangkahkan kakinya keluar dari persembunyiannya.
Dengan bersalto sampai Qiao Li di antara anggota Sekte kalajengking Merah itu dan juga para penduduk yang hampir semuanya duduk berjongkok.
"Bolehkah aku ikut campur?":tanya Qiao Li seraya menatap ke arah Anggota sekte kalajengking merah dengan tatapan yang tajam.
"Kau pendekar bercadar!' seru salah satu dari dua puluh anggota sekte kalajengking merah itu.
"Baguslah jika kalian sudah mengenalku. Sekarang aku mau tanya, kalian mau apa dengan para penduduk ini!" seru Qiao Li yang tetap dalam posisinya.
"Kau tak perlu tahu dengan semua urusan kami, kepung dia!" seru anggota sekte kalajengking merah yang berbicara tadi yang sepertinya pemimpin mereka..
Anggota sekte kalajengking merah lainnya pun menuruti apa yang di seruannya, yaitu dua puluh orang itu mengepung Qiao Li.
"Hop hiaaaat.....!"
"Takk.... takk...takk....!"
"Aaarghh... aaaaghh.... aaaaghh....!"
"Takk...!"
"Aaaaghh....!"
"Takk...!"
"Aaaaghh....!"
Terdengar bunyi lemparan kerikil dan para anggota sekte kalajengking Merah yang mengerang kesakitan.
"Takk...!"
"Aaaaghh....!"
"Takk...!"
"Aaaaghh....!"
__ADS_1
"Takk...!"
"Aaaaghh....!"
"Takk...!"
"Aaaaghh....!"
Kembali dan terus berulang sampai krikil di kantong kain yang dibawa gadis itu habis.
"Kurang ajar! dia pendekar bercadar itu! Seraaaaang....!" seru pemimpin dalam rombongan sekte kalajengking Merah itu.
Melihat lawannya yang menyerang begitu banyaknya, Qiao Li menggunakan jurus pengendalian airnya.
"Apa yang dia lakukan?" tanya para anggota sekte kalajengking Merah itu yang kaget dengan apa yang dilakukan Qiao Li, seperti orang yang menari bagi mereka.
"Ha... ha....! dia malah membuat pertunjukan!" seru sebagian anggota kalajengking Merah itu.
Tiba-tiba saja gelombang air mengarah pada mereka.
"Byuurr...!"
"Ha.... ha.... sebelum menyerangmu, kalian harus mandi dulu ya!" canda Iao Li yang kemudian mengganti jurusnya menjadi jurus oengendalian angin.
"Apa! dia bisa menggunakan air? dia pengendali air yang telah lama menghilang!" seru beberapa anggota sekte kalajengking Merah itu.
"Nah setelah mandi, kalian perlu dikeringkan!" seru Qiao libyang kemudian mengarahkan angin yang telah terkumpul ke arah para anggota kalajengking Merah itu.
"Wuzzzz....!"
Sebagian dari mereka beterbangan menjauhi arena pertempuran dan sebagian masih ada yang masih bertahan.
"Kurang ajar! anggota kita berkurang banyak!" seru salah satu anggota yang masih bisa bertahan, yang kini jumlahnya hany tinggal lima orang saja.
Gadis itu kemudian memanggil pedang kesayangannya.
"Pedang Azuya!"
Pedang itu seketika muncul di tangan Qiao li dan gadis itu bersiap menyerang lima orang yang tersisa itu secara bergantian.
"Hop hiaaat..!'
"Traang... Trannng... Trang... traang..!"
"Traang... Trannng... Trang... traang..!"
"Traang... Trannng... Trang... traang..!"
"Sreet.... sreet...!"
Dua orang tergores pedang Azuya di dada, lengan dan leher mereka.
Hal itu terulang kembali.
"Hop hiaaat..!'
"Traang... Trannng... Trang... traang..!"
"Traang... Trannng... Trang... traang..!"
"Jlebb.... jlebb...jlebb..!"
"Aaargh...!" suara erangan dari lawan Qiao Li yang akhirnya terkapar.
__ADS_1
"Kurang ajar!" umpat dua orang yang masih hidup tapi dalam keadaan luka tersayat pedang itu.
Dua orang tersayat dan tiga orang lagi terhunus pendang Azuya.
"Ah, tinggal dua lagi." ucap dalam hati Qiao Li yang kembali menyerang tanpa ampun pada anggota sekte kalajengking Merah itu.
"Hop hiaaat..!'
"Traang... Trannng... Trang... traang..!"
"Traang... Trannng... Trang... traang..!"
"Jlebb.... jlebb..!"
Dan akhirnya dua orang masih hidup itu menyusul ketiga temannya yang sudah tidak bernyawa lagi itu.
Tak berapa lama kawanan anggota sekte merah yang tadi terbawa angin, satu persatu kembali ke arena pertempuran.
"Hei tuan-tuan! hadapi aku!" seru Qiao Li dengan mengumpulan keberaniannya.
"Bocah ingusan, mau apa kau ke sini!"
Seru salah satu anggota kalajengking merah yang baru datang itu.
"Aku cuma ingin belajar beladiri dari kalian, itu saja!" ucap Qiao Li yang bersiap menyerang dengan pedang Azuya yang sudah dia simpan kembali.
Dua orang anggota sekte kalajengking merah menyerang Qiao Li yang sudah bersiap dengan tangan kosongnya.
"Hop hiaat...!"
"Bagh... bugh..bagh... bugh..!"
"Aagrhh...!"
"Bagh... bugh..bagh... bugh..!"
"Aagrhh...!"
Dua orang anggota sekte Kalajengking Merah itu pun terkapar di tangan Qiao Li.
Sementara itu sisa sembilan orang anggota sekte anggota kalajengking merah, kemudian lari tunggang langgang menjauhi arena pertempuran itu.
"Ini pelajaran buat kalian, jangan menyusahkan rakyat kecil, kalau tidak kalian akan menghadapi Pendekar bercadar!" seru Qiao Li seraya melihat ke anggota sekte Kalajengking Merah yang kabur dari hadapannya itu.
Tak berapa lama datang beberapa warga yang menghampiri Qiao Li.
"Terima kasih pendekar bercadar, untuk kesekian kalinya anda menolong kami!" ucap para warga yang ada di hadapan Qiao Li itu.
"Sana-sama tuan dan nyonya, inibadalah kewajiban saya membatu orang-orang yang tertindas." ucap Qiao Li.
"Ma'af, saya masih harus melanjutkan perjalanan saya kembali! permisi!" seru Qiao Li yang berpamitan pada para penduduk dan mereka pun memberikan jalan pada Qiao Li serta melambaikan tangan mereka.
Qiao Li membalasnya dan dengan menggunakan jurus meringankan tubuhnya, dia dengan cepat meninggalkan perkampungan itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...