
Perlahan-lahan api tersebut menyelimuti tubuh laki-laki suami dari ketua sekte Salju Abadi itu.
"Hah, apa yang dia lakukan Bing Wen? jurus itu sama persis dengan jurus kak Ju long?" tanya Xin Xin yang penasaran dengan apa yang terjadi pada Bing Wen .
Saat ini seluruh tubuh Bing Wen diselimuti dengan kobaran api, dan api itu tak membakarnya bahkan seperti bersahabat dengan Bing Wen.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Fang Chen yang terus memperhatikan api yang sudah menyelimuti tubuh suami Kwee Hu itu.
"Kau ingin merasakan lagi jurus naga Api ku!" seru Ju long yang membuat Qiao Li mundur beberapa langkah untuk menghindari juluran api yang ada di tubuh Bing Wen itu.
"Gawat, aku pancing dia ke saja!" ucap Qiao Li yang berusaha menghindari serangan api Bing Wen dan terus melompat-lompat untuk mengelak setiap api-api itu yang menyerangnya
"Sialan jangan menghindar terus kau!" seru Bing Wen yang diselimuti api naga itu dengan geramnya.
"Coba saja kau kejar aku!" seru Qiao Li yang terus berlari ke arah hulu sungai lembah Kuning dan Bing Wen terus mengejarnya.
Tiba-tiba saja Bing Wen mengerahkan jurus api naganya dengan memusatkan semua energi di telapak tangannya.
"Wussss...!" Api dari tangan Bing Wen memanjang mengarah langsung ke arah Qiao Li.
"Boumm...!" Dan api itu menyambar lawannya.
"Aaagggrhh.....!" kali ini Qiao Li mampu menghindar dan membalikkan serangan api dari Bing Wen dengan jurus pengendali anginnya.
"Wuss...!"
Bing Wen tersentak kaget karena api yang digunakan untuk menyerang Qiao Li berbalik ke arahnya.
"Apa! sekarang kamu bisa menangkis seranganku!' seru Bing Wen dengan geram.
"Tidak hanya menangkis, aku juga akan melepaskan pedang naga darimu!" seru Qiao Li yang melesat menuju ke arah Bing Wen dengan dengan pedang Azuya di tangan kanannya.
"Hopp hiaaat...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
Kembali kedua pedang itu saling beradu dan Bing Wen menyempatkan waktunya menyerang Qiao Li dengan menggunakan jurus pengendalian api-nya, dan Qiao Li menangkisnya dengan jurus pengendalian anginnya.
"Wuss...!"
Kobaran api balik menyerang Bing wen dan terus menerus membuat ketua sekte Sanca kembang itu
__ADS_1
kewalahan.
Qiao Li memanfaatkan kesempatan itu untuk kembali menyerang Bing Wen dengan pedang Azuya.
"Hopp hiaaat...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Trang.... Trang... Trang.... Trang...!"
"Aaaghh....!"
Qiao Li dengan pedang Azuyanya berhasil membuat pedang naga terlepas dari tangan Bing Wen.
"Pedang Naga!" seru Bing Wen mana kala pedang itu sudah terlepas dari tangannya.
Qiao Li dengan jurus pengendalian anginnya, membuat pusaran angin yang membawa pedang Naga itu menjauh dari Bing Wen dan dia mengarahkan pusaran angin itu ke arah barat.
Tiba-tiba pedang naga itu menghilang dengan sendirinya dari pusaran angin buatan Qiao Li.
"Pedang Naga! Kau kemanakan pedangku!" seru Bing Wen yang sangat geram.
"Kurang ajar!" seru Bing Wen yang kemudian menyerang Qiao Li dengan jurus tangan kosongnya.
"Hopp hiaaat...!"
"Bagh... bugh.... bagh... bugh...!"
Pukulan demi pukulan yang dilancarkan oleh Bing Wen dengan gencarnya, tapi selalu berhasil dihindari oleh Qiao Li.
Hingga disaat Bing Wen lengah, Qiao Li berada di belakang tubuh Bing wen. Gadis itu menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Bing wen dan tiba-tiba tubuh Bing Wen mengeluarkan sinar biru dengan aliran listrik yang mengguncang tubuh Bing Wen.
Tubuh Bing Wen saat ini bergetar hebat, dan keluarlah asap tipis di ubun-ubun serta telinganya.
"Apa yang dilakukan Li'er?" gumam Siluman macan putih yang penasaran, menatap Qiao Li tanpa berkedip.
"Apakah Itu jurus pemindah energi?" tanya dalam hati Siluman macan putih yang penasaran.
"Darimana pendekar Li mendapatkannya?" masih tanya dalam hati siluman maban putih.
"Setahuku Itu jurus yang langka, di kekaisaran Ming ini hanya beberapa orang saja yang memilikinya. Dan mereka juga jarang unjuk gigi di dunia persilatan." masih gumam dalan hati siluman macan putih yang masih terus memperhatikab
Sementara itu Qiao Li yang masih menggunakan jurus Pemindah Energi, membuat Bing Wen semakin lama semakin lemas tak berdaya karena energinya telah terkuras habis oleh jurus pemindah Energi dari Qiao Li.
__ADS_1
Bing Wen tergeletak tak sadarkan diri dan kemudian Qiao Li menghentikan aksinya.
Gadis itu segera bersemedi untuk mengatur peredaran darah serta hawa murni di dalam tubuhnya.
Siluman macan putih melangkahkan kakinya melangkahkan kaki mereka untuk menghampiri Qiao Li dan juga Bing Wen yang sudah tidak sadarkan diri itu.
"Sebaiknya bawa Bing Wen ke dalam Aula!" seru siluman macan putih pada semua anggota sekte Sanca kembang yang ada di hadapannya itu.
"Benar, ayo kita angkat sama-sama!" seru salah satu anggota sekte Sanca kembang pada teman-temannya.
"Ayo semuanya!" seru anggota sekte Sanca kembang yang lainnya dan mereka mengangkat tubuh Bing Wen masuk ke aula pertemuan di dekan mereka.
Sementara itu siluman macan putih menghampiri Qiao Li yang sudah selesai dalam mengatur kembali hawa murni dan juga tenaganya itu.
"Pendekar Li, anda tidak apa-apa kan?" tanya siluman macan putih yang melihat Qiao Li sudah bangkit dari duduk bersemedinya,
"Tidak, saya tidak apa-apa." ucap Qiao Li, kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke aula pertemuan di desa bambu kuning itu.
"Dari mana anda mendapatkan jurus yang pendekar Li gunakan tadi?" tanya siluman macan putih yang dengan rasa penasarannya.
"Jurus? jurus yang mana?" tanya Qiao Li yang belum paham apa yang dimaksud oleh siluman macan putih itu.
"Jurus yang pendekar Li gunakan tadi untuk membuat Bing Wen tak sadarkan diri itu dari siapa?" tanya siluman macan putih yang mengulangi pertanyaannya yang kemudian berhenti tepat di depan pintu utama aula pertemuan.
"Ohw itu saya belajar sendiri dari kitab yang saya temukan." jawab Qiao Li yang tak mengatakan hal yang sebenarnya, Qiao Li saat ini juga berhenti di depan pintu utama aula pertemuan.
"Tapi anda harus hati-hati dalam menggunakan jurus kamu ini." pesan dari siluman macan putih yang menatap wajah Qiao Li.
"Iya macan putih, saya akan ingat hal itu." ucap Qiao Li seraya mengulas senyumnya.
Kemudian mereka melangkahkan kaki mereka masuk ke Aula pertemuan.
Setelah masuk ke aula mereka menghampiri Bing Wen yang sudah tak berdaya, terbaring di aula pertemuan.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk like/favorite/rate 5/Gift dan votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin...
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1