
Setelah cukup beristirahat di dalam hotel, mereka berjalan-jalan menikmati indahnya pulau Sebrang.
Dan tanpa sengaja mereka bertemu dengan sahabat lama ayah Leonisa dan Ragadewa saat bertugas di Kota Sebrang itu.
"Hai Inspektur Saga! apa kabar?" panggil seseorang yang berpakaian seragam kepolisian seraya melambaikan tangannya.
"Komisaris pa!" bisik seorang wanita yang sedang mengandung, yang berdiri di sebelah laki-laki itu.
Yang di panggil pun tersenyum saat mendengar dan melihat lambaian tangan kedua sahabatnya yang sudah berstatus suami istri itu.
"Oiya, Komisaris Saga! Kita sama-sama Komisaris ha..ha..!!" ucap orang itu yang tak lain Komisaris Hari, partner bertugas Ayah nisa saat berada di kota Sebrang.
Dan kini dia juga menjabat sebagai Komisaris di kota Sebrang.
"Oh..hai.! Komisaris Hari apa kabar!" balas komisaris Saga seraya mengulurkan tangannya dan kemudian memeluk sahabatnya itu.
"Aku baik-baik saja. Kami kan sudah menikah lebih dulu dari kalian, tapi ya gitu deh! baru di kasih keturunan sama yang kuasa.!" kata komisaris Hari yang menerima uluran tangan serta pelukan ayah Nisa, dan seperti biasa selalu ceria, menunjuk pada istrinya yang sedang hamil tua.
" Wah selamat ya Linda, semoga lahirannya lancar!!" ucap ayah Nisa yang kemudian mengulurkan tangannya pada Linda.
"Aamiin.Terima kasih Saga! Apakah yang di sampingmu itu istri dan anak-anakmu?" tanya Linda yang melirik ke arah ibunda nisa yang menggandeng Raga dan Nisa.
"Oiya, perkenalkan dia adalah Rani pujaan hatiku dan sudah aku nikahi dan kami mempunyai dua anak yang kembar!" ucap ayah Nisa yang memperkenalkan keluarganya seraya menggandeng Nisa sedangkan ibunda Nisa yang menggandeng Raga mengulurkan tangan pada komisaris Hari dan juga Linda.
"Jadi kamu ya, yang namanya Rani, sampai-sampai Yuki tak mampu menaklukkan hati Saga waktu itu?" tanya Linda yang kemudian memeluk Rani, ibunda Nisa dan Raga.
"Iya, Saya Rani, kak saga dulu nggak berbuat macam-macam kan kak.?" tanya Ibunda nisa pada Linda, ingin tahu kegiatan suaminya dulu di tempat tugasnya di kota Sebrang ini.
"Jangan khawatir, suamimu tipe lelaki setia! he..he..!" jawab Linda sembari berbisik.
"Hm...hmm.....! aku dengar lho!" ucap Ayah Nisa yang mengulas senyum.
"Aaaa, kak Saga! ini pembicaraan kaum perempuan, Sana sama komisaris Hari!" kata Ibunda Nisa yang sedikit malu.
Semua pun tertawa saat melihat rona pipi rani yang memerah.
"Terus bagaimana kabarnya Yuki sekarang?" tanya Linda setelah tawa mereka mereda karena juga ingin tahu kabar terbaru sahabatnya Yuki.
"Oh, Yuki sekarang jadi kakak iparnya Rani." kata Ayah Nisa seraya mengaitkan tangannya ke pinggang istrinya.
"O..begitu ya?" ucap Linda seraya tersenyum.
"Iya, kak Yuki sudah menikah dengan kakak aku yang bernama Raditya. Dan mereka telah di karuniai seorang putra yang tampan seperti papanya!" jelas ibunda nisa sembari tersenyum.
"Duh jadi rindu sama Yuki!!" ucap pelan Linda yang sedikit berkaca-kaca.
__ADS_1
"Dua anak kecil ini namanya siapa?" tanya Komisaris Hari mengalihkan topik seraya membelai rambut Leonisa yang di gandeng Ayahnya.
"Saya Leonisa paman, panggil saja Nisa!" jawab Leonisa dengan senyum imutnya.
"Duh lmutnya!" seru Linda yang mencium kening Leonisa setelah komisaris Hari menggeser tubuhnya.
"Kalau yang jagoan ini , siapa namanya?" tanya komisaris Hari seraya mengusap lembut rambut Ragadewa.
"Saya Ragadewa paman, panggilannya Raga!" jawab Raga yang sedari tadi diam saja.
"Nama putra-putrimu bagus-bagus, cantik dan ganteng!" kata komisaris Hari, seraya tersenyum.
"Itu bundanya anak-anak yang membuatnya" kata ayah Nisa.
"Kalian nantinya jangan bertengkar ya, kalian kan saudara." pesan Linda pada Leonisa dan Ragadewa.
"Iya bibi" balas Leonisa dan Ragadewa serempak.
Kemudian mereka melanjutkan pertemuan mereka dengan acara makan siang bersama dan saling bertukar cerita tentang tugas dan wawasan mereka.
Setelah itu, mereka berjalan-jalan sambil bernostalgia ke tempat-tempat yang pernah di tempati Inspektur Saga , Yuki , Linda, Nilam, dan tentang Yuda dan Nando yang kini berada di perguruan Anggrek Putih.
Mereka pergi ke tempat mess, tempat pemulihan korban kalung pusaka berliontin jam sampai tempat di mana Yuki dan Linda bertemu dan belajar bela diri dari mister Li.
"Oiya Sahabatku Saga" seru komisaris Hari pada Ayah Nisa sebelum mereka berpisah.
"Ada apa Komisaris Hari?" tanya Ayah Nisa yang penasaran.
"Pulau tengah laut jadi obyek wisata, sekarang di sana indah sekali! Kalian kesanalah besok pagi" seru Komisaris Hari yang memberitahu.
"Oh ya?" tanya Ayah Nisa yang penasaran.
"Iya, bagus sekali lho! Dan benar kata suamiku, sebaiknya besok pagi kalian kesana. Saya yakin kalian pasti akan betah disana, tanpa mengingat masa lalu pulau tengah laut itu!" ucap Linda yang menggebu.
"Ok, besok kami akan kesana. Terima kasih infonya" ucap ayah Nisa dan mereka pun berpisah seraya melambaikan tangan.
Kemudian Leonisa dan keluarganya menghabiskan waktu mereka di bibir pantai sambil menikmati indahnya deburan ombak, langit yang menjingga dan juga desiran angin laut yang menerpa tubuh mereka.
Setelah puas bermain di pantai, mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Selesai makan malam di restoran yang tersedia di hotel itu, mereka berempat kembali ke kamar hotel.
Kemudian mereka pun tidur di kamar hotel yang tempat tidurnya berukuran kingsize, cukup untuk mereka berempat.
Posisi mereka ibunda Nisa di tepi tempat tidur sebelah kiri, Ragadewa, Leonisa dan ayah nisa di tepi tempat tidur yang sebelah kanan.
__ADS_1
Ayah Nisa melihat kedua anaknya dan istrinya yang tertdur dengan pulasnya, karena kelelahan saat mereka jalan-jalan tadi.
"Kenapa aku merasa kalau kita akan berpisah dalam jangka waktu yang lama sayang. A..aku tak ingin berpisah dengan kalian! Aku sangat sangat menyayangi dan mencintai kalian" ucap ayah Nisa seraya mencium kening kening kedua anaknya.
Kemudian Ayah Nisa berpindah ke samping kiri istrinya yang sedang tidur memiringkan badan ke kanan karena memeluk putranya.
Ayah Nisa mengusap lembut kepala istrinya dan mencium kening istrinya dari belakang.
Kemudian dia memeluk erat istrinya, seolah tak mau mereka berpisah.
Ibunda Nisa membuka matanya, karena merasakan punggungnya yang hangat.
Diapun menoleh ke belakang dan di lihat suaminya yang tidur dengan pulasnya di belakangnya.
Kemudian ibunda Nisa mengubah posisi tidurnya menghadap suaminya.
Di belainya lembut pipi suaminya.
Ayah Nisa membuka mata dan kemudian mencium bibir dan memeluk erat istrinya.
"Ayah, kamu kenapa?" tanya bunda nisa yang begitu heran dengan tingkah suaminya itu.
"Aku sangat sayang dan sangat mencintaimu, aku tak ingin berpisah lagi!" bisik ayah Nisa
"Suamiku, kita akan selalu bersama. Jangan berpikiran yang aneh-aneh! kita akan selalu bersama suamiku!" ucap Bunda Nisa seraya membelai kembali pipi kanan suaminya itu.
"Semoga hanya pikiranku saja!"kata ayah Nisa yang berusaha membuang rasa kekhawatirannya.
"Tidur kak...! I love you...!!" ucap ibunda nisa yang menenggelamkan kepalanya di leher suaminya.
"I love you too my wife..!!" balas ayah Nisa seraya mencium kening istrinya.
Dan mereka terlelap dalam mimpi masing-masing.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PUTRI PENDEKAR PEDANG AZUYA...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1