Pendekar Pedang Azuya

Pendekar Pedang Azuya
Xin Xin yang di Culik


__ADS_3

Beberapa jam kemudian kicauan burung bersautan dan matahari telah muncul dari ufuk timur walaupun masih dengan rasa malu-malu.


Xin Xin membuka kedua matanya dan menebarkan pandangannya di sekitarnya.


Perempuan itu segera bangun, dan di lihatnya Ju long masih terlelap dalam tidurnya.


Xin xin melangkahkan kaki mencari sungai yang terdekat di sekitarnya, dia berniat untuk mencuci mukanya yang masih kusut karena habis tidur itu supaya bisa segar kembali.


Tanpa disadari Xin Xin, ada yang menotok aliran darahnya dari belakangnya.


Seketika Xin Xin terkulai lemas tak berdaya, kemudian orang itu membopong Xin Xin meninggalkan sungai dan menjauh dari keberadaan Ju long.


Tanpa sengaja sapu tangan Xin Xin terjatuh di samping batu besar di tepi sungai.


Sementara itu Ju long bangun dari tidurnya dan melihat ke sekelilingnya. Dia tak mendapati keberadaan Xin Xin.


"Xin'er...! kemana dia, apa dia meninggalkan aku? Jadi dia lebih memilih suaminya?" gumam dalam hati Ju long yang kemudian melangkahkan kaki menuju ke sungai, untuk mencuci mukanya.


"Xin'er...! Xin'er....!" seru Ju long yang memanggil-manggil Xin Xin.


"Jadi benar dia telah pergi" ucap Ju long yang melangkahkan kaki menuruni anak tangga buatan dari bebatuan.


Ju long segera mencuci mukanya yang semula kusut, kini segar kembali.


Setelah selesai mencuci muka, Ju long hendak kembali ke atas sungai.


Namun tiba-tiba Ju Long melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.


"Sapu tangan? apakah itu sapu tangan Xin'er?" tanya dalam hati Ju long yang merasa mengenal warna sapu tangan itu.


Ju long segera mengambil sapu tangan itu, dan dilihatnya ada sulaman nama Xin Xin di tepi sapu tangan itu.


"Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Xin Xin!" gumam dalam hati Ju long yang kemudian naik ke permukaan sungai dan mencari petunjuk-petunjuk lainnya.


Tiba-tiba Ju long menemukan petunjuk, yaitu ada jejak kaki seorang laki-laki dan juga sobekan kain hitam.


Ju long terus menyusuri jejak-jejek itu, dan tiba-tiba dia melihat jejak manusia itu berganti dengan jejak kaki kuda.


"Dia membawa Xin Xin menggunakan kuda. Agh, dia membawa Xin Xin semoga begitu belum jauh!" gumam Ju long yang kemudian berlari dan terus berlari menyusuri jejak kaki kuda itu.


...***...


Sementara itu Xin Xin telah dibawa oleh kawanan orang yang memakai pakaian serba hitam dan berikat kepala hitam pula.

__ADS_1


Kemudian mereka meletakkan Xin Xin diatas kuda dan membawanya pergi menjauhi hutan belantara itu.


Ketika matahari sampai di atas kepala, laki-laki yang memakai pakaian serba hitam itu memasuki halaman sebuah rumah tua.


Tak lama kemudian kuda itu berhenti di depan sebuah yang sepertinya itu gudang.


Laki-laki berbaju hitam itu disambut juga oleh laki-laki lainya yang juga memakai baju yang semuanya serba hitam.


"Akhirnya kamu bisa dapatkan mangsa juga, mana perempuan ini sangat cantik, ketua pasti bangga padamu!" seru laki-laki itu pada saat melihat wajah Xin Xin yang terkulai diatas kuda.


"Tentu saja, aku mendapatkannya didalam hutan. ha...ha..!"ucap laki-laki yang tadi membawa Xin Xin.


Laki-laki itu kemudian membawa Xin Xin masuk ke gudang.


Dan laki-laki yang lainnya membawa kuda ke tempat semestinya,


Laki-laki yang membawa Xin Xin itu telah masuk ke dalam gudang dan melihat seorang laki-laki memimpin acara pertemuan mereka.


"Permisi ketua, maaf saya mengganggu sebentar!":seru laki-laki yang membopong Xin Xin dan membuat orang yang di depannya menghentikan aktifitasnya.


Laki-laki yang dipanggil ketua itu kemudian menghampiri Xin Xin yang sudah diletakkan di atas lantai ruangan itu.


"Luar biasa, benar-benar cantik sekali!" seru laki-laki yang dipanggil ketua itu.


Mereka ternyata adalah sekte bayangan hitam, dimana sekte ini mencari dana dari menculik para gadis dan wanita.


"Ini akan menjadi nilai lebih untuk sekte kita!" seru Ketua sekte Bayangan Hitam itu.


"Benar, jika Raja menyukainya pasti akan banyak uang emas masuk ke kantong kita." ucap Orang yang membawa Xin Xin tadi.


"Ikat dia, takutnya kalau dia bisa membebaskan diri dari totokan kita, maka akan bahaya untuk kita!" seru ketua dari sekte itu.


"Baik ketua!" balas para anggota sekte bayangan hitam secara bersamaan.


Mereka mengikat Xin Xin dan kemudian membawanya naik kekereta kuda, dimana di kereta kuda itu sudah ada dua gadis cantik yang juga dalam keadaan tak sadarkan diri karena totokan dari mereka.


Dua orang anggota sekte bayangan hitam membawa kereta kuda yang membawa Xin Xin dan kedua gadis cantik itu.


Dan empat lagi anggota bayangan hitam, termasuk dengan ketuanya naik kuda dan mengiringi kereta kuda tersebut.


Mereka berjalan menuju ke arah perkotaan.


...***...

__ADS_1


Sementara itu Ju long yang terus mencari tahu keberadaan Xin Xin terus mengikuti jejak kaki kuda yang entah belum diketahui kemana akan berhenti.


"Xin'er, dimanakah kamu! aku sangat merindukan kamu!" seru dalam hati Ju long yang saat ini dia tak tahu kemana perginya Xin'er.


Ju long berhenti sejenak, karena merasakan perutnya yang minta untuk diisi.


"Aku belum sarapan, lebih baik aku mencari makan sebentar" ucap dalam hati Ju long yang kemudian menebarkan pandangannya di sekitarnya.


Dia sedang mencari sesuatu yang bisa untuk mengganjal perutnya yang keroncongan.


Tak berapa lama, Ju long melihat adanya buah pisang yang telah masak di pohon.


Ju long menghampiri pohon pisang tersebut dan kemudian menebas buah pisang itu dengan pedang naganya .


Dan Ju long kemudian memakan buah pisang itu satu persatu hingga buah pisang yang matang di pohon itu habis.


Setelah itu, Ju long pergi melanjutkan perjalanannya mengikuti jejak kaki kuda yang membawa Xin Xin.


Tibalah Ju long sampai di halaman sebuah gudang.


Ju long segera memeriksa gudang tersebut, dan dia terus berkeliling mencari keberadaan orang yang berada di gudang itu.


Pemuda itu meresa kecewa karena tak mendapatkan petunjuk apa pun tentang Xin Xin.


"Aaaghh...! kemana mereka membawa Xin Xin!" gerutu Ju long dengan kepalan tinju tangannya yang siap meninju pintu gudang tersebut, hingga pintu gudang itu copot dari engselnya.


"Brakkk....!"


"Xin'er, dimana kamu..!" seru Ju long dengan geramnya.


Tiba-tiba pandangannya tertuju pada jejak roda kereta di atas tanah.


"Jejak roda? kemana lagi mereka membawa Xin'er?" gumam Ju long yang kemudian memeriksa jejak tersebut.


Setelah yakin, Ju long mengikuti jejak roda kereta yang dilihatnya itu.


...~¥~...


...Mohon dukungan para Readers untuk like//favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel PENDEKAR PEDANG AZUYA....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2