
Hanum menyiapkan kejutan untuk suaminya tidak dengan acara makan malam romantis atau lainnya.
"semoga kau tidak akan marah lagi sama aku mas," ucap Hanum pada dirinya sendiri.
saat makan malam galang masih mendiamkan Hanum.dan setelah makan malam Galang memilih menyibukkan diri dengan menyiapkan keperluannya untuk mulai kerja esok hari.
"mas, kenapa sih mas marah," tanya Hanum.
"tidak apa-apa," jawab Galang singkat.
"tapi dari tadi mas diamkan aku loo," ucap Hanum.
Galang tidak menjawab malah berpindah ke ruang kerja.
baguslah kalo kamu malah ke ruang kerja mas. aku akan siapkan semua sekarang.batin Hanum.
Hanum menyiapkan semua kejutan untuk suaminya. dia sudah memanggil orang untuk perawatan tubuh dan lainnya.
Saat jam sudah menunjukkan jam 12 malam Galang belum juga masuk kedalam kamar.
ganti hanum pun mulai gelisah.
kenapa mas Galang malah tidak masuk ke kamar.batin Hanum.
akhirnya Hanum memilih menyusul Galang ke ruang kerja. Hanum melihat Galang tertidur disofa. Hanum pun mendekati suaminya dan mencium bibir suaminya.
Galang yang terbangun pun terbelalak melihat istrinya didepannya dengan tampilan yang sangat seksi. Hanum memakai lingerie yang dibelinya pas waktu mencarikan kado untuk Wati dulu.
"yank," Galang memegang pipi Hanum.
"selamat ulang tahun suamiku sayang." ucap Hanum sambil menyerahkan kotak kado yang tidak terlalu besar.
"apa ini sayang,?" tanya Galang.
"buka saja," jawab Hanum.
galang pun membuka kado yang berisi jam tangan mahal khas punya orang-orang kaya.
"makasi sayang," ucap Galang.
"sama-sama mas, untuk kado kedua adalah ini, baju yang kau suruh beli saat mencari kado buat Wati dulu" jawab Hanum
"kau nakal ya," ucap Galang sambil menarik hidung istrinya.
"kekamar yuk mas," ajak Hanum.
tanpa berfikir panjang, Galang langsung mengangkat tubuh Hanum dan diajak pindah ke kamar.
"jadi ini rencanamu menolakku tadi," tebak Galang.
"iya, aku ingin suamiku ini merasakan moment malam pertama seperti pengantin baru." jelas Hanum.
"makasi sayang, kau begitu menggoda malam ini, bau tubuhmu sangat wangi dan kulitmu semakin halus," puji Galang sambil menciumi tubuh Hanum.
"mas," ucap Hanum manja
Galang yang mendengar suara manja Hanum pun semakin membuat Galang bergairah.
__ADS_1
Galang menciumi leher Hanum meninggalkan bekas kepemilikan dimana-mana.tangan Galang terus membelai semua lekuk tubuh hanum. juga diremasnya dada Hanum membuat Hanum mendesah dan menggeliat menahan gairah.
galang memposisikan dirinya tepat diatas Hanum. ditancapkan pusakanya dan di turun naikkan tubuhnya. membuat Hanum semakin kuat mendesah
"aahhhhh mass aaahhhhh"
"sayang, uuuuuhhhh aaahhhh"
mereka melakukan berulang-ulang. Hanum melayani suaminya sampai suaminya benar-benar merasakan kepuasan.
mereka bercinta sampai waktu subuh hampir tiba.
mereka segera membersihkan diri kemudian sholat subuh baru mereka tidur.
jam sudah menunjukkan jam 10 pagi. Hanum terbangun karena bik Narsih membangunkannya karena Tara sudah rewel.
tok tok tok "nyonya maaf, apa nyonya belum bangun." panggil bik Narsih.
"iya bik, ada apa,?" tanya Hanum.
"den Tara rewel nyonya, stok ASI semalam sudah habis." jelas bik Narsih.
Hanum pun membuka pintu. dan mengambil Tara dari gendongan bik Narsih.
"anak ganteng mama, maaf ya mama kesiangan." ucap Hanum.
"saya tinggal dulu ya nyonya, nanti kalo sudah selesai nyonya kasih ASI, nyonya panggil saja saya." pamit bik Narsih.
"iya bik, makasi ya," jawab Hanum.
Setelah Tara puas menghisap ASI nya pun, akhirnya kembali tertidur. Hanum sengaja membaringkan Tara disamping Galang. dan Hanum juga ikut berbaring. posisi Tara yang ada ditengah-tengah mama dan papanya tertidur dengan sangat pulas.
"mas bangunlah, katanya mas ingin ke kantor. juga katanya mas ingin memberiku kejutan tentang pekerjaan baru buat aku." Hanum mencoba membangunkan Galang.
"iya sayang, aaahhhhh" ucap Galang sambil merentangkan kedua tangannya.
"eeettttsss jangan turunkan tanganmu mas, ada Tara disampingmu." ucap Hanum.
"loo kok tiba-tiba ada Tara disini.?" tanya Galang.
"iya tadi dia rewel, mungkin haus. jadi aku kasih dia ASI kemudian dia tertidur lagi. tapi tak tau kenapa aku merindukan tidur barsamanya." jawab Hanum.
"iya ya sayang, sudah lama dia tidak tidur bersama kita." ucap Galang.
"ya sudah sana mas siap-siap dulu, habis itu gantian aku." perintah Hanum.
"baiklah sayang," jawab Galang.
galang pun sudah selesai bersiap begitu juga Hanum. Hanum kembali menitipkan Tara pada bik narsih.
"mas, ini kan bukan jalan ke kantor " tanya Hanum.
"iya sayang, aku akan mengajakmu melihat tempat kerjamu yang baru." jawab Galang.
"bisa kasih tau aku tidak,? sebenarnya pekerjaan apa yang mas maksud sih.?" Hanum sangat penasaran.
"naa ini kita sampai. kamu bisa lihat sendiri sayang." Galang memarkirkan mobilnya tepat didepan butik milik Hanum yang dulu dikelolah Yanti.
__ADS_1
"zulis butik. siapa yang mengganti namanya mas,?" tanya Hanum.
"tentu saja aku sayang, aku ambil dari nama pemiliknya." jawab Galang.
"jadi ini tempat kerja baru ku,?" Hanum kembali bertanya.
"ayo turunlah sayang," ajak galang.
Hanum dan Galang pun turun, kemudian masuk kedalam butiknya.
"pagi nyonya, tuan ada yang bisa kami bantu?" ucap Gita yang tak melihat siapa yang datang.
"pagi Gita, apa kabar?" tanya Hanum.
"aduh, maaf nyonya ,tuan saya tidak melihat siapa yang datang." jawab Gita.
"gak apa-apa git, kamu lagi sibuk ya,?" lanjut Hanum.
"iya nyonya, banyak stok barang yang habis. soalnya kemaren ada yang memborong koleksi baju-baju kita." jelas gita.
"baiklah, ayo kita sekarang masuk keruanganmu sayang." ajak Galang.
"ayo, ya sudah kami masuk dulu ya git." pamit Hanum.
"iya nyonya silahkan." jawab Gita.
Galang membuka pintu sebuah ruangan yang dulunya adalah ruangan yang ditempati Yanti.
"masuklah sayang," Galang mempersilahkan Hanum.
"waauuu siapa yang merombak semua ini?" tanya Hanum.
"tentu saja mas sayang, ini sudah lama sebenarnya, sekarang ayo masuk ke kamar itu." ajak Galang lagi
Hanum pun membuka pintu kamar dan mendapati sebuah kamar dengan ranjang yang tidak terlalu besar, ada ranjang untuk bayi dengan desain yang lucu. ada juga arena bermain mini juga kamar mandi.
"kamu juga yang menyiapkan semua ini mas,?" tanya Hanum lagi.
"David yang menyiapkan, mas yang menyuruhnya." jelas Galang.
"terima kasih mas, ini lah yang aku impikan selama ini. aku tetap bisa bekerja tanpa meninggalkan Tara dirumah." ucap Hanum.
"mas senang jika kamu juga senang sayang." tutur Galang.
Galang dan Hanum saling berpelukan.hanum sangat bersyukur memiliki suami yang selalu pengertian dan sayang juga yang tidak membatasi aktifitasnya.
"ya sudah sayang, kamu disini atau ikut mas ke kantor.?" tanya Galang.
"aku disini saja mas, aku ingin mempelajari semua tentang pekerjaan baruku." jawab Hanum.
"ya sudah mas ke kantor dulu ya, ini juga sudah habis waktu istirahat siang." tutur Galang.
"presdir ma, bebas," jawab Hanum
"wakil Presdir tepatnya sayang," jelas Galang sambil mencium kening istrinya.
bersambung.
__ADS_1