Pengorbanan Istri Ke 2

Pengorbanan Istri Ke 2
Singaku marah (2)


__ADS_3

Hanum setelah berpamitan langsung bergegas menyusul suaminya yang sudah terlebih dahulu pergi.


Hanum mencari-cari suaminya diparkiran gedung yang disewa khusus oleh David untuk acara pertunangannya.


Setelah berputar sekian lama, Hanum tak kunjung melihat dimana mobilnya terparkir. Hanum memilih menghubungi suaminya untuk menanyakan dimana keberadaannya.


Dua kali Hanum menghubungi nomer telpon suaminya tapi tak kunjung di jawab oleh Galang.


apa mas Galang pulang duluan ya, gawat juga nih suamiku ternyata kalo marah,batin Hanum.


Hanum pun bergegas mencari taxi untuk mengantarnya pulang.


Sesampai dirumahnya Hanum memilih untuk turun di depan gerbang dan meminta penjaga membukakan pintu.


"pak Dedi apa mas galang tadi sudah pulang.?" tanya Hanum.


"sudah nyonya, mohon maaf kelihatannya bos Galang sedang marah ya nyonya, tadi saja tumben-tumbenan minta bukakan pintu saja sambil teriak-teriak." jawab pak Dedi.


"iya nyonya, ada apa sih, nyonya dan tuan tidak dalam masalah gawat kan. jika butuh keamanan extra kami siap nyonya." sahut apk Sukir.


"ini masalah hati kok pak Sukir, jangan khawatir, oh iya apa Anna tadi juga sudah pulang.?" jawab dan tanya Hanum sekaligus.


"sudah nyonya, tadi diantar pegawai butik nyonya." jawab pak Dedi.


"ya sudah saya masuk dulu kalo begitu ya pak, " pamit Hanum.


"iya nyonya." jawab pak Dedi dan pak Sukir bersamaan.


Hanum pun masuk kedalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya. jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, suasana rumah sudah sangat sepi.


Hanum membuka pintu kamarnya dan tidak mendapati keberadaan suaminya didalam kamar. lalu Hanum melihat ke kamar mandi ternyata Galang juga tidak ada disana.


Hanum pun kembali keluar dan mencoba melihat diruang kerja apa suaminya ada disana.


Hanum mencoba membuka pintu ruang kerja ternyata tidak bisa.


oh dikunci, berarti mas Galang di ruang kerja.ucap Hanum pada dirinya sendiri.


Hanum mencoba mengetuk pintu ruang kerja berkali-kali tapi Galang tak kunjung membukakan pintu tersebut. akhirnya setelah menunggu sekian lama Hanum memilih untuk balik ke dalam kamar.


"apa yang harus aku lakukan agar mas Galang tidak lagi cemburu ya, jika aku ikut-ikutan marah nanti malah tambah kacau jadinya." Hanum terus berpikir.


"ah coba aku telpon dia." ucap Hanum pada dirinya sendiri


Hanum kembali menelpon suaminya tapi Galang juga tidak mau mengangkat telpon Hanum.


"haduuhh aku harus bagaimana ini," Hanum kebingungan.


"aku ada ide," Hanum tersenyum-senyum sendiri.

__ADS_1


Hanum membersihkan dirinya di kamar mandi dan sesudahnya Hanum memakai gaun yang dibelikan oleh Galang siang tadi.


setelah memakai wewangian dan berdandan sedikit mencolok Hanum kemudian memotret dirinya.


Hanum mengirim fotonya kepada Galang. Hanum juga mengirimkan pesan kepada suaminya.


*jika tidak mau membukakan pintu buatku, aku akan pergi keluar sekarang, jangan salahkan orang lain yang akan menikmati penampilan perdanaku dengan gaun seperti ini* isi pesan Hanum.


Galang yang melihat ada notifikasi di handphone nya pun sekilas melihat ada foto istrinya dilayar depan.


Galang membuka chat dari istrinya di aplikasi hijau nya tersebut.


Galang tak membalas karena mengira jika itu hanya ancaman yang tak mungkin dilakukan oleh istrinya.


Hanum merasa lama menunggu suaminya tak kunjung membuka pintu, Hanum kembali memotret dirinya di pintu utama rumahnya dan sedikit membuka pintu rumahnya tersebut. kemudian mengirim lagi foto tersebut kepada suaminya.


Galang sebenarnya juga sudah tidak bisa menahan saat melihat pertama kali membuka foto kiriman istrinya dengan penampilan sangat seksi dengan dandanan yang sangat mengoda.


kini Galang membuka lagi kiriman foto kedua dari istrinya.


spontan Galang melempar handphone nya ke sofa dan bergegas membuka pintu ruang kerjanya.


mendengar suara kunci pintu dibuka Hanum berpura-pura bersiap membuka pintu utama rumahnya.


"berhenti," ucap Galang.


"bicara denganku," Hanum pura-pura tidak mengerti.


" emangnya kenapa aku disuruh berhenti, bukannya sudah tidak mau lagi bicara denganku, tidak mau lagi tidur sekamar dengan ku, ya dari pada aku nanti tidurnya kedinginan mending aku cari teman." goda Hanum sambil membuka pintu rumahnya


Galang pun berlari menuruni tangga dan menarik tangan Hanum agar kembali masuk kedalam rumah.


"apa,an sih mas," Hanum mengibaskan tangan suaminya berpura-pura marah.


Untungnya semua penghuni rumah tersebut sedah terlelap semua. jadi tidak mendengar keributan si empu nya rumah.


"kau mau keluar dengan pakain seperti ini,?" tanya Galang


"iya, memang kenapa,? bukannya kamu yang membelikan, jadi apa salahku menghargai pemberian suamiku sendiri." jawab Hanum.


"tapi kan aku sudah bilang, gaun ini khusus kamu pakai didepanku saja." jelas Galang.


"bukannya tadi kamu cuek gak mau tau aku mau apa, kenapa sekarang mas yang marah-marah.?" Hanum sengaja membuat Galang tersudut.


"baiklah sekarang kita keluar," Galang terpancing emosi.


Galang menarik tangan Galang keluar dari rumah dan membuka pintu mobil.


"cepat masuklah," ucap galang dengan nada sedikit tinggi.

__ADS_1


para penjaga rumah yang masih terjaga pun melihat dengan heran sikap bos nya kali ini.


"tutup mata kalian, jika masih berani melihat istriku aku congkel mata kalian." bentak Galang.


Hanum sendiri yang malu dengan penampilannya sendiri sebenarnya sudah bergegas masuk kedalam mobil.


Galang yang habis membentak anak buahnya langsung bergegas juga masuk kedalam mobil, dihidupkannya mesin mobilnya dan diinjak pedal gas mobilnya. melihat bos nya mau keluar pak Sukir dan pak Dedi buru-buru membuka gerbang rumah tersebut.


Galang melajukan mobilnya dengan kencang, Hanum yang tidak biasa melihat suaminya bersikap seperti itu pun sebenarnya juga sedikit takut.


"jangan cepat-cepat mas bahaya, kita memangnya mau kemana sih mas,?" tanya Hanum.


"bukannya kau ingin keluar, ini kita sekarang akan keluar," jawab Galang sambil terus fokus melihat kedepan.


Galang mengurangi kecepatan laju mobilnya. hampir satu jam lebih Galang melajukan mobilnya, tapi Galang tak kunjung memberi tahu kemana dia akan mengajak istrinya pergi.


Karena lelah dan mengantuk akhirnya hanum pun tertidur. Dipinggir pantai yang sepi karena hati sudah lewat tengah malam juga memang pantai itu juga jarang didatangi orang, Galang menghentikan mobilnya. Galang mengamati istrinya yang tertidur. mengunakan gaun hitam mini yang dibuat duduk bisa terlihat pakaian dalamnya juga atasan tanpa lengan dengan model kerah gaun yang menunjukan belahan dadanya, Hanum begitu cantik dan seksi.


Galang mencium sekilas bibir istrinya. hal itu membuat Hanum kaget dan membuka matanya. keadaan diluar yang gelap membuat Hanum bertanya-tanya.


"ini dimana mas,?" tanya Hanum


"turunlah," ucap galang.


Hanum pun turun dari mobil disusul oleh Galang.


"pantai," ucap hanum sambil mengusap-usap lengannya karena dingin.


"iya," jawab Galang sambil memakaikan jas nya ketubuh Hanum.


"kamu ingin keluarkan sayang, disini tempatnya, kamu bisa keluar dengan mengenakan gaunmu itu disini, karena disini hanya ada aku dan kamu." lanjut Galang.


"aku tidak butuh jas mu ini untuk menghangatkan tubuhku, tapi aku butuh pelukanmu mas," ucap hanum sambil melempar jas galang keatas mobil.


Galang pun memeluk tubuh Hanum dari belakang sambil menciumi ujung kepala Hanum.


"jangan cemburu-cemburu lagi ya mas, aku takut jika melihat kamu marah karena cemburu seperti tadi." pinta Hanum.


"mas cemburu, karena mas sayang dan cinta sama kamu istriku, mas gak mau dan gak rela jika ada orang yang berani menyentuhmu." jawab Galang sambil mencium leher belakang istrinya.


Galang pun membalik tubuh istrinya agar menghadap kepadanya.


Diraihnya dagu Hanum dan diciumnya bibir hanum dengan lembut. mereka berpelukan dan saling membalas ciuman.


Jari jemari Galang mulai meraba-raba tubuh istrinya.


Dengan hanya menggunakan pencahayaan sinar rembulan suasana dipantai itu terkesan begitu romantis.


Hanum yang mendapat sentuhan-sentuhan manja dari suaminya pun merasakan aliran darahnya begitu cepat.

__ADS_1


Deru nafas Hanum pun juga ikut mengebu.


bersambung


__ADS_2